Pemda Mamberamo Tengah Diminta Bayar “Hutang” Rp. 75 juta

Kontrakan Mahasiswa asal Kabupaten Mamberamo Tengah yang masih dipersoalkan karena belum dibayar lunas oleh pemerintah daerah (Foto: Oktovianus Pogau/SP)

PAPUAN, Manokwari — Sejumlah mahasiswa asal Kabupaten Mamberamo Tengah yang sedang melanjutkannya studi di Kota Manokwari, Papua Barat, berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Mamberamo Tengah dapat membayar sisa biaya kontrakan Asrama yang sampai saat ini belum juga dituntaskan.  

Deim Yikwa, Ketua Ikatan Mahasiswa Mamberamo Tengah (IMMT), ketika ditemui suarapapua.com menjelaskan, sejak mereka menempati kontrakan awal tahun 2011, hingga di akhir tahun 2012, sebagian besar biaya kontrakan belum juga dilunasi oleh pemda Mamberamo Tengah.

“Tahun 2011 pemerintah daerah hanya bayar 25 juta rupiah dari yang seharunya 50 juta, sedangkan untuk tahun 2012, sama sekali belum dibayar , jadi kalau ditotalkan pemerintah harus membayar 75 juta rupiah kepada pemilik kontrakan, ” jelas Deim, Senin (05/11) siang tadi.

Deim mengatakan, dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia di Mamberamo Tengah, seharusnya pemerintah daerah serius dalam memperhatikan kebutuhan di sektor pendidikan, salah satunya memenuhi kebutuhan pemondokan bagi mahasiswa yang sedang melanjutkan studi di luar Mamberamo Tengah.

Mewakili teman-temannya, Deim juga meminta agar Karateker Bupati Mamberamo Tengah dapat turun langsung melihat persoalan yang sedang terjadi, termasuk memanggil dinas terkait yang mengurus soal dana pendidikan mahasiswa agar dapat membayar  “hutang” pemerintah daerah di Manokwari.

Selain dana pemondokan, Deim juga menyoroti beasiswa mahasiswa Mamberamo Tengah, khususnya mahasiswa di kota studi Manokwari yang belum juga dibayarkan oleh pemerintah daerah sejak tahun 2011 lalu.

“Dana pendidikan untuk beasiswa sudah dicairkan, namun realisasinya tidak ada. Bupati harus bertanggung jawab dalam hal ini,” tambah Deim, dengan harapan ada respon dari Karateker Bupati Mamberamo Tengah, Drs. Ayub Kayame.

Sementara itu, pemilik kontrakan mahasiswa Mamberamo Tengah, Ibu Dimara Jumame mengatakan, sejak rumahnya dipakai sebagai tempat belajar bagi mahasiswa, ia mengerti dan memahami kebutuhan sumber daya manusia, sehingga ia merelakan, walau belum dibayar tuntas pada tahun pertama.

“Namun ini sudah dua tahun, pemerintah daerah juga harus mengerti tentang kondisi mereka, dan kondisi saya sebagai pemilik rumah.

Barangkali, yah bayarlah biaya sisa yang ada, kemudian tinggal dibicarakan lagi apakah dilanjutkan, atau tidak dikemudian hari,” ujarnya kepada media ini ketka ditemui di Amban, Manokwari.

Pengamatan media ini, rumah yang dijadikan kontrakan bagi mahasiswa asal Kabupaten Mamberamo Tengah sangat layak dan bagus, sebab berada tak jauh dari kampus, juga memiliki 5 kamar besar untuk menampung 3 sampai orang, serta mempunya halaman yang sangat luas.

OKTOVIANUS POGAU

Shortlink:

Leave a Response

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>