Kepada Komnas HAM, Pangdam Janji Pecat Oknum TNI Yang Tembak Mati Pendeta

TNI Angkatan Darat Latihan Tembak (Ilustrasi)

PAPUAN, Jayapura — Pertemuaan antara Komisi Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dengan Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Christian Zebua, siang tadi, Jumat (30/11) turut membahas penembakan pendeta wanita,Frederika Metalmeti S.Th (38), oleh dua orang oknum anggota TNI, di tanah Merah, Boven Digoel, Papua. 

Menurut Ketua Bidang Penyelidikan dan Pemantauaan Komnas HAM, Natalis Pigai, jika kedua oknum anggota tersebut terbukti menembak mati pendeta tersebut, maka dalam waktu dekat akan ada pemecatan dari kesatuan TNI.

“Penyelidikan sedang dilakukan, jika benar-benar terbukti, Pangdam sudah berjanji di depan kami akan memecat kedua oknum anggota TNI tersebut, kemudian mereka akan diadili untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya,” ujar Natalis kepada suarapapua.com, sore tadi.

Selain itu, menurut Natalis, Pangdam juga mempunyai komitmen untuk melakukan pembinaan dan pengenalan tentang HAM bagi prajuri TNI di seluruh tanah Papua, dan Komnas HAM diminta untuk membantu mereka.

Seperti ditulis media ini beberapa waktu lalu, pendeta wanita Frederika Metalmeti, ditembak mati oleh dua orang anggota oknum TNI di Boven Digoel, pada tanggal 21 November 2012.

Pendeta wanita tersebut seperti dilaporkan keluarga mengalami luka tembak di kepala, di dada kanan, dan peluru ketiga di lengan kiri.

Ada dua oknum anggota TNI yang dianggap sebagai pelaku, satu orang anggota TNI diketahui bernama Irfan, pangkat Sertu, dan saat ini dikabarkan telah diamankan di Markas TNI Merauke untuk diperiksa oleh POM.

OKTOVIANUS POGAU

Shortlink:

Leave a Response

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>