Navi Pillay Diminta Bicara Impunitas, Diskriminasi Agama
- Sunday, November 11, 2012, 23:47
- Internasional
- 159 views
- Add a comment
PAPUAN, New York — Lembaga Hak Asasi Manusia (HAM) Internasional, Human Rights Watch (HRW) dalam siaran pers yang diterima redaksi suarapapua.com, Minggu (11/11) meminta agar rencana kedatangan Komisaris Tinggi PBB untuk HAM, Navanethem Pillay ke Indonesia dapat memperhatikan kondisi HAM di Indonesia.
“Ini adalah kesempatan PBB untuk menyoroti diskriminasi terhadap minoritas agama serta impunitas terhadap aparat keamanan Indonesia,” tulis HRW.
Brad Adams, Diretkur HRW untuk Asia berharapa kunjungan Pillay selama dua hari di Indonesia dapat menyoroti pelanggaran HAM serius yang terjadi di Indonesia.
“Indonesia harus menyadari bahwa diskriminasi agama, impunitas, dan kemerosotan dalam penegakan hukum, kekerasan melawan hukum, penyalahgunaan wewenang dan pelanggaran hokum akan terus terjadi di Indonesia,” ujarnya.
HRW juga menyatakan, mereka telah berulang kali mendesak pemerintah Indonesia untuk mempromosikan dan melindungi hak kebebasan beragama, mengatasi pelanggaran hak asasi yang meluas di Papua, menghentikan impunitas bagi pelanggaran hak asasi yang dilakukan oleh aparat keamanan.
“Termasuk meminta dihentikannya kriminalisasi terhadap penyampaian ekspresi secara damai, menentang syariah Islam di Aceh yang menindas, pelecehan terhadap buruh migrant, dan meminta pendampingan terhadap anak-anak para pencari suaka,” tulis HRW.
HRW juga telah meminta Indonesia untuk mematuhi rekomendasi di Universal Periodec Review di PBB beberapa bulan lalu di Jenewa, Swiss.
TOMMY APRIANDO
Artikel Terkait
- HRW Minta Presiden Hentikan Pembongkaran Gereja
- Presiden SBY Akan Dijemput Dengan Demo di London
- SBY Disambut Demo Puluhan Aktivis HAM di London
- Setengah Abad, Masalah Papua Masih Meracuni Hubungan Antar Tetangga
- Wawancara Dengan Dominic Brown, Pembuat Film “Forgotten Bird of Paradise”
- Mahasiswa Desak Pemprov Bangun Asrama Kamasan di Semarang
- Rakyat Papua Mendukung Pendirian Kantor OPM di Oxford
About the Author
facebook comments:



comments feed