Ini Himbauan Gereja Baptis di Hari HAM Internasional

Pdt. Socratez Sofyan Yoman, Ketua Umum PGBP (Foto: Ist)

PAPUAN, Wamena — Persekutuan Gereja-Gereja Baptis Papua (PGBP) mendesak pemerintah Indonesia untuk dapat segera membebaskan seluruh Tahanan Politik (Tapol) di tanah Papua tanpa syarat, sebab mereka yang ditahan memiliki keluarga yang harus dihidupi.

“Mereka punya anak dan istri, mereka mau berkebun, anda-anda yang punya hukum, coba pikir baik-baik, bagaimana kalian tahan mereka tetapi keluarga mereka sedang menderita. Ini dosa besar yang kalian lakukan.”

Hal tersebut ditegaskan Yoman, saat memberikan sambutan dalam kongres ke-17 PGBP yang diselenggarakan di Gereja Baptis Sion Wamena, Papua, Senin (10/12) kemarin.

Yoman juga menghimbau agar pemerintah Indonesia dapat menghentikan penangkapan, pemenjaraan, dan pembunuhan terhadap aktivis Komite Nasional Papua Barat (KNPB) yang ada di seluruh tanah Papua.

“Rekayasa penemuan bom dan tuduh KNPB sebagai pelaku harus dihentikan, saya tidak percaya 100 persen jika KNPB sebagai pelaku, orang Papua bisa bikin Bom sejak kapan?

Gereja baptis bukan ada di Papua, namun berbasis internasional, dan memilik jaringan di mana-mana, kami juga akan menyampaikan apa yang menjadi kerinduan umat  kepada dunia internasional,” kata Yoman.

Selain Itu, melalui moment hari HAM internasional, Yoman juga meminta pemerintah Indonesia untuk menghentikan stigma separatis, maker, dan TPN/OPM terhadap warga sipil di tanah Papua.

“Kebetulan ada wakil pemerintah disini, gereja Baptis meminta di hari HAM Internasional ini aparat negara, dalam hal ini pemerintah dapat menghentikan stigma TPN/OPM, separatis, dan makar terhadap warga sipil di tanah Papua.

Yoman juga meminta agar pimpinan gereja di tanah Papua tidak berhenti memberikan masukan kepada pemerintah sebab Gereja adalah mitra pemerintah, namun juga harus menjalankan fungsi control.

Mengakhiri komentarnya, Yoman mengatakan, sepanjang dirinya masih hidup, ia akan terus berbicara tentang manusia, dan terus memberikan masukan kepada pemerintah Indonesia agar manusia Papua dihargai.

“Orang Papua tidak melawan manusia, tapi ketidakadilan, kekerasan negara, serta sistem negara yang menindas orang Papua. Kami dukung pemerintah dalam setiap program, namun pemerintah juga harus menghargai harkat dan martabat kami,” kata bapak dua anak ini.

Dalam peringatan HAM internasional, sekaligus pembukaan kongres ke-17 PGBP, tampak hadir juga tokoh agama Katolik, sekaligus pembela HAM di tanah Papua, Pater John Djonga yang saat ini sedang melaksanakan tugas di Wamena, Papua.

OKTOVIANUS POGAU

Shortlink:

Leave a Response

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>