Peringati 1 Desember, KNPB Mnukwar Gelar Ibadah

Logo Komite Nasional Papua Barat (Foto: Ist)

PAPUAN, Manokwari— 1 Desember adalah hari bersejarah bagi Rakyat Bangsa Papua Barat yang harus dihargai dan diperingati oleh setiap warga Papua Barat.

Pernyataan tersebut disampikan oleh Ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB) wilayah Mnukwar, Aleksander Nekenem, usai pelaksanaan ibadah di Asrama kontrakan Yalimo, Amban, Manokwari Papua Barat, Jumat (01/12), siang tadi.

Ibadah yang dihadiri ratusan massa KNPB Mnukwar ini, berlangsung lancar dan penuh khidmat, setelah itu dilakukan orasi-orasi politik .

Samuel Yelipele, yang merupakan salah satu aktivis KNPB menyampaikan bahwa Papua adalah tanah milik orang hitam rambut keriting, sehingga tidak perlu takut dalam melakukan perjuangan Papua merdeka.

“Mereka (TNI/POLRI) yang melakukan pawai, kemarin di jalan-jalan utama Manokwari dan kompleks Amban meggunakan, perlengkapan pengamanan seperti, panser,dalmas, truk-truk, tank, dan berbagai kendaraan lain yang dikendarai dan dinaiki aparat yang berseragam lengkap dan menggunakan peralatan perang ini, terlalu berlebihan sekali, mereka pikir kita takut k?,” jelasnya.

Ia pun menilai, sikap aparat yang melakukan pawai kendaraan Kamis, (30/12) kemarin sangat berlebihan dan  menakut-nakuti warga.

Sementara itu, ketua KNPB wilayah Mnukwar menyampaikan bahwa, dalam memperingati HUT Bangsa Papua yang ke-51 ini, mereka melakukan ibadah syukuran dan tidak melakukan demonstrasi karena alasan keamanan.

Ia juga menyampaikan dukungan pelncuran IPWP di negara bagian Amerika Latin, yaitu Guyana pada hari ini.

Terkait demonstrasi Papua merdeka di Manokwari yang dituduhkan kepada mahasiswa Pegunugan Tengah , Nekenem menjelaskan bahwa, perjuangan Papua Merdeka merupakan perjuangan luhur seluruh warga Papua dan tidak pandang dari gunung atau dari pantai, sehingga pandangan yang dituju kepada mahasiswa Pegunugan Tengah saja, itu sangat salah.

“Kita sama-sama adalah rakyat Papua yang mau merdeka, tidak pandang gunung atau pante,” tandasnya.

Selain itu, salah satu anak Papua yang merupakan anggota Brimob yang hadir pada saat ibadah bersama rakyat papua, menyampikan bahwa, perjuangan Aleksander Nekenem bersama teman-teman patut dihargai karena mereka tetap komit melakukan ibadah tanpa harus terpengaruh bergabung dengan sebagian masyarakat papua yang pada hari ini, difasilitasi pihak keamanan berupa uang, untuk mengalihkan isu peringatan Papua merdeka dengan melakukan barapen babi bersama.

Selain ibadah yang berlangsung di Amban, ibadah juga dilakukan oleh dewan adat papua (DAP) wilayah III Mnukwar di kantor DAP manokwari.

Pantauan suarapapua.com, aktivitas di kota manokwari, terlihat sepi dan tidak ramai seperti biasanya, beberapa sekolah diliburkan, tokoh-tokoh dan kios-kios sebagian ditutup.

Sementara itu, ratusan aparat gabungan tni polri dilengkapi perlengkapan perang dengan kendaraan berat, bersiaga disekitar kantor DAP dan juga di Polsek Amban, Manokwari, Papua Barat, yang jaraknya tidak terlalu jauh dari asrama Yalimo, Amban tempat digelarnya ibadah oleh massa KNPB.

 DOLLY KORWA

Shortlink:

Leave a Response

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>