Peringati Hari HAM, Massa BEM Uncen Bertelanjang Dada di DPRP

Ratusan massa aksi yang dikordinir BEM Fisip Uncen bertelanjang dada di halaman kantor DPRP, dalam peringatan hari HAM internasional yang ke-64 (Foto: Arnold Belau/SP)

PAPUAN, Jayapura— Ratusan massa aksi yang dikordinir oleh Badan Eksekutif Mahasiswa FISIP Uncen, siang tadi, Senin (10/12) mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) sambil bertelanjang dada, dalam rangka memperingati hari hak asasi manusia internasional.

“Kami sengaja datang ke kantor dewan sebab masih ada banyak persoalan di tanah Papua yang belum juga diselesaikan, apalagi ini bertepatan dengan hari HAM internasional,” kata Musye Weror, penanggung jawab aksi.

Menurut Weror, hak-hak setiap manusia di dunia, termasuk hak-hak manusia Papua harus dihargai dan dijunjung tinggi oleh pemerintah Indonesia.

“Kami punya harkat dan martabat seperti manusia lain di dunia, jangan perlakukan kami seperti manusia yang tidak punya harga diri,” ujar Weror.

Dikatakan, tujuan utama mahasiswa mendatangi kantor dewan adalah untuk menolak pembungkaman demokrasi di tanah Papua, dan meminta pemerintah segera membuka ruang demokrasi yang seluas-luasnya seperti diamanatkan undang-undang negara Indonesia.

Diharapkan juga, aksi tidak berakhir pada peringatan 10 Desember saja, namun akan terus berlanjut hingga ruang demokrasi benar-benar dibuka, dan aspirasi-aspirasi dari rakyat Papua dapat di dengar oleh pemerintah.

“Menyangkut pembungkaman terhadap organisasi-organisasi yang ruang geraknya selalu dibungkam, kami mahasiswa siap untuk mengabil alih peran untuk turun jalan dan kami berharap semua kawan-kawan dari organ lain bisa turut bersolidaritas,” kata Weror.

Menyoal aksi telanjang dada, Weror mengatakan, hal tersebut menunjukan sikap kekecewaan mahasiswa terhadap rezim yang mana sudah menjajah rakyat Papua selama 51 tahun sejak tahun 1961 hingga tahun 2012.

“Selain itu, kami bertelanjang dada dengan tujuan untuk menunjukan kepada perwakilan rakyat disini agar dapat meneruskan aspirasi kami,” katanya.

Aksi demonstrasi damai mahasiswa diterima oleh Wakil Ketua I DPRP Yunus Wonda, Sekertaris Komisi A Thomas Sondegau, dan Ketua Komisi A DPRP  Ruben Magay, serta  beberapa anggota dewan lainnya.

Pada kesempatan itu, Yunus Wonda mengatakan, tugas dewan adalah menyampaikan aspirasi masyarakat kepada pemerintah pusat.

“Semua aspirasi yang kami terima dari masyarakat, itu kami selalu teruskan kepada pemerintah pusat paling lambat dalam satu minggu setelah kami terima aspirasi,” kata Wonda di depan massa aksi.

Setelah mendengar keterangan dari anggota DPRP, pada sore harinya massa membubarkan diri dengan tenang. Ratusan aparat kepolisian resort kota Jayapura disiagakan untuk mengamankan jalannya aksi tersebut.

ARNOLD BELAU

Shortlink:

Leave a Response

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>