Honai Adat Dibakar, Situasi Puncak Papua Mencekam

0
178

Rabu 2014-12-03 21:35:45

PUNCAK PAPUA, SUARAPAPUA.com — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Puncak Papua, Pelinus Balinal, melaporkan, situasi Ilaga mencekam pasca penembakan terhadap dua anggota Brimob Kepolisian Daerah (Polda) Papua, pagi tadi.

“Warga setempat ketakutan. Sebab, Polisi membakar sejumlah honai (rumah adat warga pegunungan Papua) untuk mencari pelaku penembakan dua anggota Brimob,” kata Balinal, seperti dilaporkan vivanews.com, petang.

 

Kata Balinal, warga merasa resah dan ketakutan, sehingga memilih mengungsi ke sejumlah tempat aman. “Sejumlah honai dibakar, ini membuat situasi mencekam dan warga memilih mengungsi ke tempat yang dianggap aman,” ujar Pelinus.

 

Dia mengutip keterangan warga setempat bahwa aparat membakar sejumlah honai, guna mencegah dijadikan tempat persembunyian oleh para pelaku penembakan.

 

Sebab, kata anggota DPRD yang baru dilantik ini, Polisi menduga para pelaku membaur dengan warga sekitar dan bersembunyi di honai. (Baca: OTK Tembak Dua Anggota Brimob di Puncak Papua).

 

DPRD Puncak meminta Kepolisian Daerah Papua dan TNI turun tangan langsung ke lokasi, guna mengendalikan keadaan.

 

“Saya atas nama DPRD Puncak minta Polisi dan tentara segera mengatasi keadaan di sana, karena warga sudah sangat ketakutan dan untuk mencegah jangan sampai meluas,” ujarnya.

 

DPRD Puncak juga mengimbau, sebaiknya seluruh warga Puncak menjaga situasi tetap kondusif dengan tidak melakukan aksi-aksi kekerasan.

 

“Kami hanya bisa imbau, sebaiknya semua pihak mengedepankan langkah persuasif agar tercipta suasana damai.”

 

Mengenai kelompok pelaku, Pelinus mengaku tidak mengetahui persis. Informasi yang dihimpun VIVAnews, kelompok pelaku diduga adalah kelompok bersenjata pimpinan Tenggatmati, yang selama ini bermarkas di Kulirik Mulia Puncak Jaya.

 

Kelompok itu ditengarai sedang berupaya menggagalkan proses perdamaian yang kini sedang berjalan di Puncak.

 

Juru Bicara Kepolisian Daerah Paua, Komisaris Besar Polisi Pudjo Sulistyo, menolak berkomentar banyak saat dikonfirmasi mengenai pembakaran sejumlah honai itu.

 

Dia hanya mengatakan bahwa proses evakuasi terhadap dua personel polisi yang tewas tertembak belum bisa dilakukan hari ini, karena kondisi cuaca yang sangat buruk. “Mungkin besok baru bisa dilaksanakan (evakuasi).”

 

Dua anggota Brimob itu diduga ditembak kelompok pemberontak Organisasi Papua Merdeka, Rabu 3 Desember 2014. Penembakan terjadi saat mereka sedang membantu panitia perayaan Natal mempersiapkan tempat perayaan.

 

Editor: Oktovianus Pogau

 

MIKAEL KUDIAI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here