367 Warga di Distrik Itlay-Hisage Meninggal, Komppak: Pemda Jayawijaya Perlu Cari Tahu Penyebab Kematian!

0
634

JAYAPURA, suarapapua.com — Koalisi Mahasiswa dan Pemuda Peduli Kesehatan (Komppak) Jayapura, meminta Pemerintahan Kabupaten Jayawijaya, menangani wabah kematian di Distrik Itlay-Hisage, yang sudah berlangsung sejak tahun 2005 lalu, namun belum mendapatkan penanganan serius dari petugas kesehatan.

“Sejak tahun 2005 angka kematian di Distrik Itlay-Hisage meningkat drastis, banyak yang meninggal tanpa sebab, karena itu kami minta perhatian Dinas Kesehatan Jayawijaya,” ujar Sekertaris Komppak, Soleman Itlay, saat memberikan keterangan pers, Selasa (7/10/2014) siang, di kantor Persatuan Mahasiswa Katholik Republik Indonesia (PMKRI), Jayapura, Papua.

Menurut Soleman, peristiwa kematian di Distrik Itlay-Hisage sudah disampaikan secara resmi ke Pemerintah Provinsi Papua, Unit Percepatan Pembangunan Kesehatan Papua (UP2KP), dan pemerintah daerah sejak beberapa waktu lalu.

“Memang sudah ada beberapa tenaga medis sesuai tuntutan kami, juga sudah tenaga dokter spesialis, namun bekerja belum maksimal,” tegas Soleman.

Dikatakan, fasilitas kesehatan di Posyandu juga sangat minim, tenaga bidan tidak ada, bahkan alat-alat kesehatan yang digunakan tidak maksimal, sehingga angka kematian masih terus meningkat.

“Penyebab kematian sendiri belum diketahui, namun kami sedang berusaha agar segera diketahui, agar dapat segera ditindaklanjuti penanganannya,” tegas Soleman, yang mengaku berasal dari Distrik Itlay-Hisage.

Hasil invesitagasi yang dilakukan Komppak, lanjut Soleman, hingga Juli 2014, jumlah korban yang meninggal dunia sebanyak 367 orang, dan meninggal karena berbagai penyakit yang mereka derita.

“Banyak penyakit yang mereka derita, juga komplikasi dari lingkungan yang kurang sehat, tapi penyebab kematian belum bisa kami pastikan, karena dibutuhkan investigasi yang lebih mendalam,” tegasnya.

Menindaklanjuti penemuan tersebut, lanjut Soleman, Komppak telah bertemu langsung dengan Kepala Dinas Kesehatan Jayawijaya, Paulus Aronggear, agar dapat mengirim tim ahli menyelidiki penyebab kematian, namun belum juga direspon secara baik.

Sekedar diketahui, Komppak didirikan sejak Juli 2013, dan dibentuk untuk melakukan invesitagasi kematian ratusan warga sipil di Distrik Itlay-Hisage, yang belum mendapatkan perhatian yang serius dari pemerintah daerah.

Tim Komppak sudah mengkonvirmasi kasus ini ke kepala dinas Kesehatan Jayawijaya, Paulus Aronggear, telah sepakat namun beliau tidak membantu kami untuk mengkawali untuk mengambil sampel darah sehingga sampai saat ini belum ditemukan penyebabnya.

“Tim kami sudah mengumpulkan data melalui interview maupun pengamatan langsung di tempat kejadian dan beberapa dari mereka sudah berkoordinasi dengan kami untuk mengumpulkan data serta kami juga mendata seluruh korban yang telah meninggal dunia.”

Komppak telah bekerja sama dengan PMKRI, Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Jayawijaya (HMPJ) di Jayapura, dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) untuk mengusut insiden di Distrik Itlay-Hisage yang sangat memprihatinkan.

Editor: Oktovianus Pogau

AGUS PABIKA