Pria Ini Serius Kelola Kios Dengan Modal Kecil

1
712

WAMENA, SUARAPAPUA.com — Tak ada modal dana bukan penghalang. Mimpi kembangkan usaha mikro dibuktikan Sem Uaga.

Perjuangannya panjang. Tahun 2013 lalu, sebuah unit kios berhasil dibangun. Ia bersama istrinya membuka usaha dagang ini di kampung mereka.

Sem mengatakan, meski awalnya dengan modal kecil, usahanya masih eksis hingga kini.

“Dulu memang tidak ada pengalaman, tetapi akhirnya saya tertarik untuk menjalankan bisnis bersama istri saya. Ketertarikan saya bertambah setelah membaca satu buah buku bagus,” tutur Sem ketika diwawancarai suarapapua.com, Kamis (21/1/2016).

Jangankan pengalaman, putra asli Wamena ini mengaku, awalnya tak ada pikiran ke arah bisnis. Meski demikian, kini patut disyukuri bahwa usaha yang coba digelutinya mulai berkembang baik.

“Jujur saja, saya tidak punya kemauan untuk menjalankan bisnis. Tetapi saya lebih banyak belajar dari istri saya. Karena dia punya kelebihan, sehingga saya ada di sini membantu istri saya untuk menjalankan usaha ini,” kata Sem.

“Usaha ini kami mulai dari tahun 2013 di kampung. Kami bertahan dari kios kecil sampai masuk di sini. Istri saya sedikit berhasil, maka kami masuk sini. Dana atau modal awal waktu itu kami peroleh Rp6.000.000 (enam juta rupiah),” jelasnya.

Modal awal tersebut, rinci Sem, Rp2 Juta dipakai untuk beli barang. Sedangkan, Rp6 Juta biaya kirim barang.

“Mulai pertama buka usaha barang dengan dua juta rupiah itu,” imbuh Sem.

Ia akui banyak kendala dihadapinya dalam mengembangkan usaha ini.

“Kendala pertama adalah dana. Selama ini dana kami kadang tidak mendukung. Biaya juga kadang membengkak. Terus, mau jual barang-barang tambah harga seribu pun rasa berat karena masyarakat tidak mau beli di kios kami,” tandasnya.

Meski tak luput dari berbagai kendala, Sem bersama istrinya berusaha pertahankan usahanya.

“Semangat kami tetap ada, tidak pernah habis, hingga terus bertahan dengan bisnis kami,” prinsipnya.

Usaha kios dagang yang dikelolanya, berharap agar suatu ketika berkembang baik.

“Harapan kedepan kami, tidak harus kios kecil begini terus. Ya, minmal bagaiman bisa punya mini market. Dan bisa miliki tempat jualan ini milik sendiri. Karena di sini tempat yang strategis sekali menurut kami,” ungkapnya.

Sem menceritakan pengalaman dulu tidak pernah punya keinginan untuk bisnis. Pikiran baru muncul ketika ia berpacaran dengan seorang gadis cantik yang kini menjadi istrinya, menyampaikan niat menjadi seorang businesswoman.

“Saya tanya sama dia dan jawabannya dia mau jadi businesswoman. Saya berpikir ini bagus, ada peluang. Saya pun tertarik sejak itu,” kisahnya.

Niat punya usaha makin bulat setelah Sem mendapat tambahan pengetahuan dari satu buku yang dibaca kala itu.

“Saya pernah baca satu buku dengan judul ‘Memulai Bisnis Dari Modal Nol’. Isi dari buku ini bagus, saya sangat tertarik. Ada satu pertanyaan dalam diri saya, orang tidak punya modal saja bisa mulai usaha, kenapa saya tidak? Itu membuat saya tertarik walaupun saya tidak punya modal,” tutur Sem.

Sejak usaha ini dibuka, Sem berusaha mendampingi istrinya mengelola kios. Setia untuk wujudkan mimpinya kelak menjadi businessman yang sukses.

“Saya mendampingi, mendorong dan memotivasi istri karena kita orang Papua itu pada umumnya tidak bertahan untuk duduk lama. Saya harus mendampingi terus,” ucapnya.

Ketekunan membawa berkah. Ya, tiap hari kios tersebut laris. Apalagi, letaknya di tempat strategis, tak sedikit orang berlangganan di kios ini.

“Pelanggan kami di sini sangat luar biasa banyak. Masyarakat biasa datang beli, karena kios ada di mata jalan,” tutup Sem.

Editor: Mary

DIUS KOGOYA