Di Belanda, Jokowi Disambut Demo dari RMS dan Free West Papua Campaign

1
1095

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Kunjungan kenegaraan presiden Jokowi ke Belada disambut demonstran dari Republik Maluku Selatan (RMS) dan Free West Papua Campaign (FWPC) Belanda di tiga tempat berbeda. Di mana, tempat Jokowi berkunjung.

Hari ini, 22 April 2016 ada beberapa demonstrasi di kota Den Haag – Belanda oleh Bangsa Papua dan Maluku. Bangsa Maluku dan bangsa Papua Barat demo di tiga tempat yang berbeda.

“Kami demo di depan hotel Kuhrhaus, depan Istana Noordeinde dan di depan gedung Parlemen Belanda. Dan Free West Papua Campaign (FWPC) Belanda punya demonstrasi manifestasi dilakukan di depan gedung Parlemen Belanda,” jelas Oridek Ap, koordinator FWPC Belanda kepada suarapapua.com melalui surat elektronik yang diterima pada Sabtu (23/4/2016) dari Belanda.

Oridek menjelaskan, masyarakat Papua di Belanda tidak begitu banyak seperti masyarakat Maluku, sehingga terpaksa harus fokus di satu tempat. Yang harus jelas itu bahwa, Bangsa Papua dan Bangsa Maluku kerja sama bukan untuk menyambut presiden Indonesia itu, tetapi untuk lawan kolonialisme Indonesia.

“Kami berdiri di muka Parlemen Belanda untuk mengingatkan mereka atas mereka punya janji dan tanggungjawab terhadap Bangsa Papua dan Maluku. Sambil kami orasi dan pidato, kami mengundang publik lewat tari Perang dan Persatuan. Yang kami ingin tahu itu mengapa sampai pemerintah Belanda jago bicara soal pelanggaran HAM di seluruh dunia, tetapi takut bicara soal pelanggaran HAM di West Papua dan juga di Maluku?” jelas putra dari musisi cum antropolog Uncen, Arnold Ap ini.

Menurut Ap, pemerintah Belanda memang dari dulu sampai saat ini masih sengaja tuli dan buta kalau bicara soal West Papua. Mereka punya komitmen atau perjanjian dengan pemerintah Indonesia yang baru ini adalah bukti bahwa mereka selama ini hanya utamakan perdagangan (kepentingan ekonomi).

“Sebelum demo, saya sebagai koordinator FWPC Belanda bersama bapak Geradus Thommey mewakili orang tua di medan telah bertemu dengan beberapa anggota parlemen. Kami tanya mereka apakah mereka rasa HAM penting atau dagang. Sementara ini hanya 4 anggota yang nyatakan bahwa: HAM lebih penting dari dagang (Mensenrechten Boven Handel). Mereka itu adalah Mr. Harry van Bommel (Partai Socialis), Mr. Joë Voordewind (ChristenUni), Mr. Cees van der Staaij (Partai Reformasi) dan Mr. Michiel Servaes (Partai Buruh),” ungkap Ap.

Aksi tersebut juga untuk menyongsong pertemuan IPWP di London pada tanggal 3 Mei 2016. Dan pihaknya tidak berharap penuh pada Belanda, karena saat ini saudara sesama Melanesia di Pasifik sedang bersama memperjuangkan nasib orang Papua.

“Kami tegaskan bahwa Bangsa Papua tidak akan tunggu pemerintah Belanda, sebab perjuangan Papua Merdeka sedang menang momentum di Pasifik dan satu saat akan tiba juga di Eropa,” tegasnya.

Untuk diketahui, kunjungan presiden Joko Widodo ke Belanda tidak hanya disambut oleh warga negara Indonesia yang ada di Belanda. Tetapi juga disambut oleh para demonstran dari Maluku dan Papua Barat. Demo itu berlangsung di tiga tempat yang berbeda, antara lain: di depan hotel Kuhrhaus, depan Istana Noordeinde, dan di depan gedung Parlemen Belanda.


ARNOLD BELAU