Ini Kronologi Represi Terhadap Mahasiswa Papua di Yogyakarta

50
37229

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Pada Jumat, 15 Juli 2016, Persatuan Rakyat untuk Pembebasan Papua Barat (PRPPB) berencana mengadakan long march dengan rute Asrama Mahasiswa Papua Kamasan I (Jl. Kusumanegara) sampai Titik Nol KM, pk 09.00 – selesai. Long March diadakan dalam rangka menyatakan dukungan pada ULMWP untuk menjadi anggota penuh MSG, dan memperjuangkan hak menentukan nasib sendiri sebagai solusi demokratis pada Papua Barat.

Namun aksi damai ini mendapatkan ancaman dan represi dari aparat kepolisian dan kelompok reaksioner. Berikut kronologi kejadian:

Kamis, 14 Juli 2016

Pukul 16.53 WIB, narahubung PRPPB mendapat SMS anonim: “KAFIR!!!!! lagi2 Antek-antek Separatis yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Papua Jogjakarta akan mengadakan gerakan makar dengan aksi turun kejalan yang menyuarakan PAPUA MERDEKA, PAPUA BUKAN INDONESIA yang membawa atribut Bintang Kejora, Pakaian adat serta senjata tradisional mereka pada hari Jumat 15 juli 2016 di Nol KM Yogyakarta.

Ini adalah ke 2 kali nya si hitam bangsat, KAFIR LAKNATULLAH itu melakukan demo makar di hari Jumat yang mana adalah hari nya Umat Muslim, terlebih aksi mereka sebelumnya dilaksanakan pada saat umat muslim sedang melaksanakan ibadah puasa Ramdhan.

Kami Masyarakat Muslim Jogja dan bersama dengan Masyarakat lainnya akan bersatu untuk menggorok leher2 manusia LAKNAT keturunan monyet tersebut, karena kita warga asli jogja sudah geram dengan tingkah laku Makar mereka dan bau busuk dari badan mereka!!!..

Aparat keamanan baik TNI & Polisi selama ini seolah takut menghadapi Aksi Makar Mereka & selama ini Aparat keamanan telah pilih kasih dalam menegakkan hukuman kepada manusia2 hitam tersebut. Mari satukan kekuatan, Satukan tekat dg seijin ALLAH untuk mengusir bedebah2 bangsat, Separatis itu dari tanah kita Tanah JOGJA istimewa!!..

Kita Gagalkan aksi Separtis ditanah JOGJA yang istimewa ini.. Kota jogjakarta kota pelajar, kota budaya, kota muslim tanpa Separatis..  A A LAWAN SEPARATIS!!!! ALLAHUAKBAR…!!! ALLAHUAKBAR…!!! ALLAHUAKBAR…!!!

#jogjaAmanTanpaSeparatis #Muslimfigtherselatan #barisaAntiSeparatis&Komunis #JogokaryaFigther #AngkatanMuslimJogja…!!!”

 

Jumat 15 Juli 2016

Pukul 01.47 WIB, salah satu anggota PRPPB mendapatkan broadcast: “asalamualaikum wrwb.. segenap anggota laskar jogja di harapkan di harapkan siaga untuk hari jumat tgl 15 juli 2016.. karena ada isu papua akan mengibarkan bendera bintang kejora di titik nol., acara akan di mulai dari pagi jam 09.00- 13.00 wib.. tolak OPM dari bumi jogja istimewa.. harap siaga di wilayah masing2.. nunggu komando dari saya..ttd: PANGLIMA LASKARJOGJA..( INDRA mEhong/Indra Tatto)

#Kpd Yth Ketua Cabang GM FKPPI harap koordinasi dengan anggotanya persiapan aksi NKRI HARGA MATI yg akan kita laksanakan besok jumat 15 juli 2016 di depan asrama kamasan jl. Kusumanegara, TITIK KUMPUL KITA di: Di depan JEC Jam 08.00 pagi, demikian untuk GM FKPPI DI,”

Pukul 07.00 WIB, aparat kepolisian sudah mulai mengepung Asrama Mahasiswa Papua Kamasan I, Jl. Kusumanegara, Yogyakarta. Jalan raya di depan asrama diblokir oleh aparat. Pintu gerbang asrama tidak bisa digunakan sebagai pintu masuk karena diblokade oleh aparat. Kawan-kawan masuk menggunakan pintu belakang asrama.

Pukul 08.00 WIB, sekitar 50 orang massa ormas Paksi Katon telah berkumpul dan melakukan apel di timur asrama.

Pk 09.40 akses pintu belakang sudah diketahui oleh aparat, dan mereka langsung menutup pintu akses pintu belakang dengan truk polisi. Aparat juga sempat menggedor-gedor, mencoba mendobrak pintu belakang asrama, tapi tidak berhasil. Massa dikurung di dalam, akses masuk dan keluar ditutup.

Ada dua kawan Papua bersepeda motor datang, akan masuk lewat pintu belakang. Polisi berpakaian preman menyetop, menyita sepeda motor mereka. Polisi berpakaian preman ada yang intimidatif berkata, “Kamu kira polisi takut, ya?! Kita bisa habisi kalian!” Kawan yang dirampas sepeda motornya mencoba mengambil motor terebut. Polisi marah, terjadi perkelahian.  Polisi mengeluarkan tembakan peringatan. Kawan Papua tersebut melarikan diri lewat lorong ke arah Jalan Kusumanegara lalu ditangkap polisi. Sempat terjadi baku hantam dan kawan Papua itu dikeroyok beberapa polisi, ia sempat diinjak-injak.

Pukul 09.50 WIB, aparat semakin memperkuat penjagaan di depan. Ada beberapa orang yang akan bergabung ke asrama namun dihadang aparat. Satu orang kawan dari Perjuangan Mahasiswa untuk Demokrasi (PMD) yang akan masuk ke asrama ditangkap polisi. Tujuh orang yang baru pulang dari membeli ubi di pasar dan hendak masuk ke asrama juga ditangkap polisi.

Pukul 09.55 WIB, di dalam asrama, massa aksi yang sudah berkumpul memulai agenda penyampaian orasi politik di halaman asrama.

Pukul 10.00 WIB, ada satu kawan Papua yang ditangkap dan disuruh duduk di pinggir jalan, kepanasan dengan tangan diborgol.

Pukul 10.30 WIB, dua orang kawan Papua hendak masuk ke asrama lewat gerbang depan, namun ditahan anggota ormas, dilarang masuk. Sempat terjadi adu argumen antar mereka, lalu ormas mengancam dan mengintimidasi sambil menunjukkan pisau.

Pukul 10.40 WIB, sekitar lebih dari 100 orang berseragam Paksi Katon, Laskar Jogja, Pemuda Pancasila, dan FKPPI bergerak ke depan asrama dari sekitar lokasi. Mereka meneriakkan kata-kata yang sangat rasialis. Massa aksi di dalam asrama mampu menahan diri dari provokasi. Tindak rasis ini dibiarkan oleh aparat. Aparat membaur bersama massa ormas yang memprovokasi.

Pukul 11.00 WIB, aparat terlihat menyingkir dari depan asrama. Korlap aksi menyerukan pada massa di dalam untuk tenang dan tetap berada di dalam, untuk menghindari penangkapan oleh polisi ketika berjalan keluar.

Di depan Bale Ayu, Timoho, ada pemeriksaan pengguna motor oleh aparat kepolisian. Kawan-kawan Papua yang lewat dihentikan, diceramahi, dan ditangkap. Beberapa motor ditahan.

Pukul 14.07 WIB, Asrama masih dikepung aparat dan ormas. Sekita 150-an kawan yang berada di dalam asrama mulai lapar. Ubi yang dibeli di Pasar Giwangan sudah disita polisi bersama ditahannya 7 orang tadi. PRPPB menyebarkan seruan solidaritas logistik.

Pukul 16.15 WIB, massa PRPPB dan massa solidaritas yang tidak bisa masuk asrama melakukan aksi membagi selebaran di pertigaan UIN Sunan Kalijaga. Aksi diikuti 30-an orang, berjalan lancar dan selesai tepat saat polisi mulai berdatangan. Tuntutan aksi ini adalah:

  1. Bebaskan semua kawan kami yang ditangkap oleh polisi dan dikriminalisasi.
  2. Bubarkan pasukan aparat dan kelompok reaksioner dari Asrama Papua di Kamasan
  3. Kebebasan berkumpul, berserikat, berbicara, menyampaikan pendapat adalah hak asasi manusia yang harus dijamin
  4. Bangun Solidaritas Rakyat. Lawan Rasisme dan Pertahankan Demokrasi.

Warga Yogyakarta bersolidaritas dan mengumpulkan logistik berupa nasi bungkus, minuman, gula, kopi, dan mie instan. Logistik dikumpulkan di markas Palang Merah Indonesia, Kotagede, dan rencananya dikirimkan dengan mobil Ambulans PMI dengan menimbang hukum internasional yang menyatakan bahwa palang merah tidak boleh ditahan atau diserang.

Pukul 17.30 WIB, ambulans PMI yang membawa logistik tiba di depan asrama. Ambulans dihentikan oleh polisi lalu parkir di seberang jalan. Sopir ambulans terlihat bercakap-cakap dengan polisi. 10 menit kemudian, Ambulans pergi tanpa menurunkan logistik.

Pukul 19.25 WIB, sekitar lebih dari 150 orang yang terjebak berkumpul dan duduk di dalam aula asrama sambil menyanyikan lagu daerah. Sebagian kawan membersihkan sampah-sampah di halaman depan asrama. Saat mereka sedang membersihkan, polisi meneriakkan kata-kata: “mengganggu pemandangan”. Beberapa kawan tadi keluar dari asrama untuk merespon teriakan polisi. Polisi kemudian menembakkan gas air mata sebanyak tiga kali.

Pukul 22.37 WIB, satu orang kawan Papua yang ditangkap masih ditahan di Polda DIY. Tujuh orang lainnya sudah dibebaskan setelah pembuatan BAP. Handphone dari salah satu korban penangkapan masih ditahan di Polda DIY. LBH Yogyakarta masih mengupayakan pembebasan kawan yang ditahan.

Yogyakarta, 15 Juli 2016

Persatuan Rakyat untuk Pembebasan Papua Barat (PRPPB)

 

REDAKSI

  • menurutku mmg perbaikan all NKRI mmg tdk lah semudah yg di bayangkanand buat temen2️⃣ papua jgn jg tll kekeh dgn opini kalian krn kejadian sprti ini sarat dgn adanya provokasisalam damai kakak

  • Apapun …yg minta PAPUA MERDEKA …sikat habis …… Republik ini tdk ada nego2 lagi …………

  • Sayang ya, katanya kota terpelajar, tpi kok bahasanya tidak pantas diucapkan oleh orang terpelajar….

  • Pengalaman pribadi saya >>>> Selama menjalani masa studi di Jogja…saya punya teman kos juga dari Papua, teman maen bola juga dari Papua, teman naek gunung & tanggap bencana juga ada dari Papua…mereka asik diajak ngobrol mulai ngobrol politik, ngobrol kocak, ngobrol serius sampai bahkan saling bertukar cerita adat daerah masing2… bahkan kita makan dalam piring yang sama dan minum dengan air yang sama…ini bukan tentang kamu Jawa dan kamu Papua, bukan tentang si hitam & si putih, bukan pula kamu agama A & dia agama B…tp kesadaran akan saling menghormati & menghargai sesama manusia…salam kaonak…aku Jowo & kowe Papua yo gak masalah…kabeh konco…kabeh dulur…Bhineka Tunggal Ika.

  • Jangan berpikir yg aneh2,kita sebangsa setana air,dulu waktu merdeka kita sama2 berjuang,sekarqng sudah waktunya kita bersatu untuk membangun negara ini,kita berdoa agar masalah yg terjadi di jogja sana cepat terselesaikan,kami mohon juga buat profokator yg ada di sana,jaga mulut anjing cuki mu,kitaa papua juga punya moral,kita hitam tapi hati kita tidak sehitam kelakuan mu..
    Tolong jgan anggap remeh kami orng papua.

  • Mereka hanya menyatakan aspirasi mereka untuk merdeka dari Indonesia. Menyatakan pendapat adalah bagian dari kebebasan berpendapat. Ia dilindungi hukum Indonesia maupun International Convenant on Civil and Political Rights, sebuah traktat internasional, yang diratifikasi Indonesia pada 2006.

    Undang-undang Otonomi Khusus juga secara eksplisit mengizinkan simbol-simbol identitas Papua ditampilkan terbuka, seperti bendera dan lagu kebangsaan rakyat Papua.

  • papua harus perjuang sampai titik darah habis untuk mendapatkan kemerdekaan sendiri, kami di negara lain tetap mendukung maju terus tidak boleh mundur

    

  • ya yang sopan kalo dateng bertamu d rumah orang kan ya harus sopan, di mulai dari hal kecil lah pake helem kalo naek motor, ini kan sebenarnya akumulasi dari masalh masalah yang sudah sudah, ya sebaiknya kita bisa menahan diri dan mau untuk di ingatkan..

  • Jogja adalah indonesia,papua adalah indonesia.tpi jngan perlakukan Merka mcam bgtu.
    Pertanyaanx apakah masyarakat jawa yg sekarng sedng mencri nafkah di papua.apakah mereka di perlakukan sama dengn kalian?
    Klo di.pikir perlakuan ini hanya karna perbedaan suku ras dan agama.jdi kami.mohon perlakukan masyarakat: papua sama dan adil.jngan pilih kasih.

  • Media tetaplah media, pandangan subjektif pastilah ada, karena yang menulis tetaplah manusia..
    Yang jelas, ketika saya bertemu dengan orang timur, saya merasa takut dan lalu berusaha menghindar, itulah kenapa saya tidak pernah dekat dengan orang timur.. Namun saya pun pernah melihat orang timur yang ramah, seperti orang jogja kebanyakan, dan dia terlihat sangat menikmati lingkungan di jawa ini.. Dan ibu-ibu penjual di pasar pun memperlakukannya seperti saudara sendiri..

  • ini bukti ketidakbecusan Pemerintah dalam mengatur negara, akhirnya saudara saudara kita di Papua merasa termarjinalkan…MARI KATONG MASING MASING MENAHAN DIRI…sikap represi aparat kepolisian tak seharusnya berlebihan…. #SavePapua #SaveIndonesia #KitaBersaudara

  • sdh terlambat.. kata2 yg keluar tdk mungkin d tarik kembali… mending di lukai dgn pedang ketimbang d lukai dgn kata2 RASIS…

  • yang tereakin “papua turunan monyet…” mungkin dia turunan anjing, karena secara science kita ini emang hasil evolusi monyet…
    cepat atau lambat, endonesa pasti akan kehilangan papua… padahal sangat sayang kalau tanah yang kaya dengan mineral dan kaya budaya itu dilepas…
    ormas jogja tololnya ngga ketulungan, pake acara tereak rasis segala… mereka mo aksi damai, kenapa ngga di kawal damai?

    dengan berita² ini, semakin menjelekan warga jogja di mata penduduk endonesa lainnya… dan makin menjatuhkan citra polri di mata masyarakat…
    padahal baru ada kapolri baru… udah denger dia belum yah???

    yang suka tereak² HAM mana nih? kok ngga pada nonggol?

  • Halah…ga usah lebay lah… dimana mana juga gini.. makassar jakarta daerah lain…demo mahasiswa… diginikan juga… ga usah baper… tinggal maki balik saja polisi… jangankan kalian yang bawa agenda separatis… konser dangdut aja bisa jadi bola sepak… jangan cengeng boss… resiko perjuangan,,, masih untung polisi yang turun…

  • Hati2 baca beritanya..
    Hati2 juga kalau mw komentar..

    Saya yakin tingkat keberanian dan kecerdasan kawan2 di atas 100% jika duel di dunia maya..
    Trims..

  • Untuk bapak bapak polisi, Anda Anda sangat mengecewakan…

  • Saudara kami dari PAPUA itu bukan monyet dan juga bukan keturunan monyet, Tuhan menciptakan kita semua sesuai dengan ketentuan, semoga kalian yang menyamakan manusia dengan hewan mendapat ganjaran yang setimpal , amin ya Robbal Alamin

  • mau long march atau apa,tapi jgn bilang papua bukan indonesia,itu bikin kami atau pribadi aku juga emotie dong!!!!aduh…….aduh,padahal president kita pak Jokowi udah baik banget disana!!!

  • Sebenernya warga jogja kurang sabar gimana, kalian mabuk dan bikin kisruh, kalian mecahin kaca-kaca dikampus, kalian suka main kasar, kalian bikin ribut hampir di banyak tempat dan lingkungan kos, kalian nggak mau tertib berlalu-lintas, dan masih banyak lagi.
    Kurang baik gimana, Sultanpun melindungi kalian bahkan sampai-sampai kurang peduli terhadap teriakan batin warganya sendiri. Tetapi kalian terus saja bikin ulah dan sama sekali tak tau balas budi pada raja kami yang diketiaknyalah kalian berlindung, bahkan betapa keblingernya kalian berbuat sparatis dihadapan raja kami yg melindungi kalian.
    Tapi warga jogja masih sabar, diam, atau pura-pura cuek, tapi sebenernya dalam sabar dan diam itu berkecamuk rasa jengkel, dongkol, benci bak api dalam sekam.
    Sudahlah…..di sini tidak ada rasis melainkan kalian yang mengucilkan diri karena tak menghargai budaya orang lain, tidak ada yg membenci kalian melainkan kalian selalu berulah mendatangkan kebencian, tidak ada yg menolak kalian melainkan kalian yang selalu menguji kesabaran kami.
    Apakah kami harus terus sabar dan diam, cobalah instrospeksi jika hal itu terjadi sebaliknya.
    Ingat bro…kesabaran ada batasnya dan marahnya orang sabar pasti akan jauh lebih dahysat dibanding kemarahan orang yang punya kebiasaan marah

  • Dont judge book by their cover,, hey how dare are you says like that to papuan??? Kalian gak sadar yg bantu & bayar pajak terbesar di Indonesia daerah mana??? Hagg?? Papua bisa diri sendiri,, dan sa berdiri untuk sa daerah!! Papua!!

  • Kok tulisanya ada tulisa moyet segala..mau adu domba ya apa media mau nambah keruh keadaan

  • Utk kamu penulis postingan ini… saya pernah tinggal di jogja dan benar2 menikmati nyamanx jogja. Jogja identik dg sopan santun dan kelemah lembutan tp KAMU merusak itu!!! Klo kamu mengatas namakan Muslim untuk memaki dan menghakimi kamu juga Merusak dan mempermalukan agamamu, krn agama apapun tidak mengajarkan sepeti yg anda lakukan. BUKAN HANYA ORG PAPUA YG ADA DI JOGJA TP BNYK JUGA ORG JOGJA MERANTAU DITANAH PAPUA. Masih ada solusi yg lain tanpa hrs ada kekerasan

  • Karena Indonesia sekarang sudah jarang orang-orangnya sopan, terlalu banyak rasisme, kata-kata kotor, kurangnya rasa toleransi, dan banyak hal negatif yang lain.
    Budaya timur Indonesia sudah berubah. Degradasi moral. Harus ada pembenahan dari individu masing-masing, adanya kesadaran diri sendiri.

  • Wah provokator nih, membenturkan islam dengan orang papua… Orang islam nggk bakalan nyebut orang berkulit gelap dengan binatang, zaman nabi orang yang pertama adzan itu orang berkulit gelap Bilal namanya, makanya mustahil kalo umat muslim sampai segitunya bilang orang binatang,, saya hanya meluruskan jangan menangkap berita mentah” kita telusuri dulu dari sumber” media lain, baru kita simpulkan… #belajar pintar

  • Dari kronologi ini, Polisi lah yang tidak profesional dan emosional

  • Kalau tdk suka org Papua, tinggal usir saja dari Jogja. Kenapa susah sekali. Lakukan cara2 yg lbh bermartabat lah.. Jika perlu, minta ke presiden utk memulangkan org Papua tanah Jogja. Begitupun sebaliknya, kosongkan Papua dari seluruh pendatang. Perlu anda catat, org Papua bukan BINATANG seperti kalian..

  • Numpang promo ya admin|kami dari ionQQ’com,, Agen Poker,,,|Poker,Domino,BandarQ,BandarP0ker(New Game)|daftar, mainkan,dan menang kan|pin BB :58ab14f5

  • masalah keamanan dan keutuhan NKRI udah ada yang mengatur, TNI POLRi yang mengamankan, masyarakat tak perlu ikut campur,cukup tenang dan damai, jangan mudah terprovokasi oleh berita yang tidak jelas sumbernya,

    toh kita pengen hidup aman dan tenang kan?

  • Kok ada beberapa poin yang berbeda ya, yang pasti semoga tulisan ini pakai asas kejujuran dan fakta.

    http://jogja.tribunnews.com/2016/07/15/kapolresta-yogya-gagal-masuk-asrama-papua-untuk-koordinasi?

  • Terlalu menjtuhkan harga diri tulisannya di bilang hitam dan keturunan monyet, hey kamu, gak mengert sembonyan bhineka tunggal ika? Seandainya kalian ke papua, dan liat betapa banyaknya pendatang yg mencari kehidupan disana, seandainya mereka dibilang keturann monyet,kafir,rakus,dan di pulangkan paksa ke daerah asalnya, mau makan apa kalian? Saya papua,kamu jawa, saya indonesia,kamu indonesia!!!

  • maaf sodara sakira saya di papua tdk ada monyet ..yg ada cuma di jawa….

  • Jng menghina org papua….kami masyarakat yg tinggal d papua tdk terima saudara kami dihina seperti itu…kalian tau berapa banyak org jawa yg tinggal d papua…tp org papua tdk.pernah mediskreditkan atau memperlakukan org jawa dan muslim secara tdk baik…..urusan menyampaikan pendapat d depan umum itu hak…law itu.melanggar uu atau dianggap subversif mengancam keutuhan nkri itu urusan polisi….tdk usah menghina atau mencaci….law org papua d anggap berbeda…biarkan mereka menentukan nasib sendiri…krn mereka berbeda dnh ras org indonesia…..hidup papua….
    From merauke…

  • Lanting..lanting…nasi kucing3x..!!!

  • Jogja tidak istimewa lagi

  • dimana bumi di pijak di situ langit di junjing

  • Usir Orang papua dari Jogja, Jogja istimewa dan Jogja berhati NYAMAN namun kenyamanan itu selalu terusik oleh mahasiswa papua yg selalu bikin onar dan bikin keributan….!!! Saya warga asli Jogja berharap utk bisa Diusir saja itu semua warga papua dari Jogja Tercinta.

  • dimana letak HAM Indonesia kita ini???
    dimana bentuk negara Demokresi di negara kita ini??
    klau kita tdk setuju mereka ngibarkan bendera mereka ya jgn buat mati kelaparan sodara papua kita
    dimana keadilan negara kita ini??
    kalau mereka mau merdeka ya silahkan biar mereka ikti peraturan utk membentuk suatu negara
    biarkan mereka merdeka klau mereka ingin merdeka
    jgn salahkan orang papua ingin merdeka tapi coba intropeksi knp mereka ingin merdeka
    so
    klau mereka ingin merdeka menurut saya silahkan dan beri tau mereka bagaimana membentuk atw membuat jadi suatu negara
    ok
    INdonesia maju ya Papua wajib maju juga to

  • kok beritanya malah bikin suasana SARA dan pelecehan lebih kentara dan memancing rasa amarah yang lebih banyak. Aneh berita kok nambah orang benci satu sama lain. Kalau misalnya ada beberapa sms yg memang nadanya seperti diatas bisa dipersingkat jadi ” mendapatkan beberapa pesan elektronik singkat yang berbau SARA dan mengancam” hal itu cukup mewakili kronologis di atas tanpa harus panjang lebar memberikan sms yang akhirnya menyulut lebih banyak lagi amarah… #ilovejogja #ilovepapua

  • Jogja selalu mendukung papua merdeka, tapi tetap dalam naungan NKRI.. Tidak akan pernah lepas..

  • Itulah kami orang Papua. Kalau tidak suka lebih baik dukung kami untuk merdeka supaya tidak terjadi hal seperti ini lagi.

  • ke jogja bukanya belajar ekonomi , bisnis dan teknologi,… ni malah melakukan aksi politik… ntar jdi pemimpin korup lagi…. org papua tdk bisa menghargai budaya setempat… saya pernah kost sblh org papua…malam2 mabuk, rame, bikin ulah…kita di jawa sabar…tpi sabar ada batas nya bro… dan skali lagi..jngan sampe merdeka…atau akan ludes tumpes…

  • Apa bila aparat kepolisian tdk tegas pasti mhs papua di dlm asrama ada yg akan jadi korban. maka jangan disalahkan polisi bertindak tegas.

  • Papua tetap Indonesia

  • polisi tidak bisa jadi teladan .

  • Boleh punya aturan sendiri dgn budaya setempat, tp tangkap itu provokator berbau sara,,,jogja berhati nyaman. Bukan masyarakat berbau sara kyk itu

  • Tlong jgn bkin keributan di jogja…jogja itu kota aman and bersih…….

  • warga jogja sangat menghargai banget budaya meski berulang kali kejadian tdk enak terjadi ttP masih menghargai hanya saja tolong jangan kibarkan bensera kalian kika mmg tidak di ijinkan dan tolong kali ini jgn berfikir kami warga jogja masih ttP kalem jika kalian tdk mentaati aturan atau budaya kami