Mama-Mama Pengrajin Noken di Nabire Minta Pemda Sediakan Tempat Jual Layak

3
3

NABIRE, SUARAPAPUA.com — Untuk memenuhi kebutuhan ekonomi dalam keluarga, Mama-mama asli Papua yang juga pengrajin noken di Nabire mengharapkan Pemerintah Daerah Kabupaten Nabire dapat menyediakan tempat jual yang layak. Harapan ini datangnya dari Mama-mama Papua yang kesehariannya selalu menganyam, merajut dan menyulam noken.

Mama Maria Bunai, saat dijumpai suarapapua.com, pagi ini (16/7/2016), mengatakan, buruknya cuaca selama tiga bulan terakhir membuat penghasilan yang didapat sangat minim, jauh dari yang diharapkan. Juga hasil anyamannya terus menumpuk.

“Selama ini hujan terus, kadang dari pagi sampe sore. Ini buat jualan kami tidak laku karena harus tunggu hujan berhenti baru lanjut jual. Itupun kalau masih terang,” kata Mama Bunai, dari Oyehe, tempat dia berjualan.

Menurutnya, itu pengaruh tempat jual. Sehingga ia berharap, pemerintah daerah dapat melihat persoalan yang selama ini dihadapi bersama rekan-rekannya, seperti menyediakan tempat jual layak. Karena, dengan tempat yang layak, ia yakin akan menunjang pendapatan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya.

“Kami hanya butuh tempat jual yang aman saja seperti pasar lain. Karena itu (tempat jual noken) masalahnya. Semoga pemerintah Nabire bisa lihat keluhan kami, sediakan tempat yang layak,” tuturnya.

Lanjut Maria, yang berjualan noken bertebaran di beberapa titik seperti di depan Taman Bunga Bangsa Oyehe, depan Pertokoan Oyehe, Transat, dan di Kalibobo sepanjang pinggiran jalan raya.

Sementara itu, secara terpisah, Mama Orpa Tebai, dari Kalibobo, saat dijumpai mengaku heran dengan sikap pemerintah yang apatis. Dikatakan demikian olehnya karena hampir tiga tahun lebih berjualan di pinggiran jalan, tak pernah ada perhatian sedikitpun.

“Sudah lama kami jualan, Pemda tahu itu. Tapi entah kenapa mereka malas tahu,” kata Mama Tebai sambil memajang hasil karyanya untuk dijual, pagi ini (16/7/2016).

Namun begitu, ia yakin dalam waktu dekat Tuhan akan bekerja menggerakkan hati pemerintah.

“Mama selalu berdoa tiap malam, biar pemerintah bisa lihat nasib kami. Karena hanya ini mata pencarian kami sehari-hari,” kata Mama Tebai.

Seorang pengunjung, Ani Resbal, mengungkapkan kenyataan selama ini walaupun tempat jual beratapkan langit dan beralaskan tanah, hasil karya Mama-mama sangat kreatif dan menarik, jika dilihat dari bentuk, ukuran dan warnanya.

“Mama-mama ini sangat kreatif. Dong punya anyaman noken cantik-cantik. Cuma kasihan, tempat jual mereka tidak ada,” ucap Ani.

Pewarta: Stevanus Yogi

Editor: Arnold Belau