Persekutuan Wanita GKI Klasis Sentani Kampanye Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

0
542

SENTANI, SUARAPAPUA.com — Persekutuan Wanita GKI Klasis Sentani peringati Hari Doa Syukur (HDS) pada tanggal 26 Juli 2016. Peringatan HDS ini diawali dengan melakukan karnaval, membawakan spanduk yang berbunyi menolak kekerasan terhadap perempuan dan anak .

Drince Mehuwe, koordinator Klasis Sentani, mengatakan, perempuan dan anak mengalami kekerasan dalam segala bentuk menyampaikan masyarakat luas.

“Stop kekerasan terhadap perempuan dan anak. Hari ini karnaval telah diikuti kurang lebih 1500 lebih perempuan GKI Klasis Sentani. Untuk besok kami masih melaksanakan rangkaian kegiatan seminar sehari tentang kesehatan reproduksi wanita, tetapi ada sebuah gerakan PW GKI Klasis Sentani mencegah lebih baik daripada mengobati,” jelas Drince kepada suarapapua.com di Sentani, Senin (25/7/2016).

Dijelaskan, gerakan ini merupakan wujud keprihatinan perempuan gereja yang tersebar di sekian jemaat. Keterbatasan dan kesederhanaan, ada sebuah pergumulan beban kesehatan perempuan entah kapan akan mendapatkan jawaban tentang banyak perempuan gereja yang  meninggal  akibat kanker serviks, kanker payudara, diterlantarkan oleh suami, dipukuli oleh suami, betapa banyak kekerasan yang dialami hingga berdampak kehidupan sosial daripada perempuan itu sendiri.

“Akibatnya berpengaruh pada kesehatan secara fisik, sakit mental, sakit hati memberikan dampak luar biasa kepada perempuan. Perempuan GKI Klasis Sentani melihat dan mengangkat isu itu dalam kegiatan ini,” katanya.

Drince berharap agar melalui beberapa kegiatan yang diadakan pihaknya tidak hanya menjadi bentuk keprihatinan dengan melakukan jalan santai, tetapi juga mengkampanyekannya agar tidak terus terjadi.

“Kami boleh turun ke jalan, bukan hanya sekedar jalan saja, tetapi kami punya keprihatinan bersama terhadap seluruh masalah sosial yang terjadi, diderita oleh perempuan dan anak. Maka, hari ini kami turun ke jalan untuk menyerukan kepada semua pihak agar stop dengan bentuk kekerasan, pemicu kekerasan yang terjadi termasuk miras,  bisa menjadi perhatian bagi semua pihak,” tuturnya.

Puncak HDS digelar hari ini, Selasa (26/7/2016) siang, yang ibadahnya dipimpin oleh Pdt. Melince Wanma, di Jemaat Filadelphia Harapan.

Pewarta: Okky Surabut

Editor: Arnold Belau