Ketua Dewan Adat Keerom Terpilih Fokus Susun Program Kerja

0
164

KEEROM, SUARAPAPUA.com — Serfo Tuamis, ketua Dewan Adat Keerom mengatakan, pihaknya sedang memulai bekerja dan saat ini sedang prioritaskan untuk membuat program kerja untuk kepengurusan antar waktu menggantikan ketua Dewan Adat kabupaten Keerom yang lama, Herman Yoku.

“Kami mulai bekerja guna mempersiapkan program kerja dalam kepengurusan antar waktu menggantikan Ketua Dewan Adat yang lama yaitu bapak Herman Yoku. Saya mulai bekerja sejak saya terpilih menjadi ketua Dewan Adat Keerom pada musyawarah luar biasa di Arso (14-15 Juli 2016). Walaupun ini hanya antar waktu, saya mencoba memanfaatkan sisa waktu dari ketua sebelumnya,” jelas Serfo di sekretariat sementara, kampung Dunumamoi, Arso, Kabupaten Keerom, Sabtu  (15/10/2016).

Ia mengatakan, hari ini DAK Keerom tengah mempersiapkan sekretariat sebagai tempat beraktivitas. Pihaknya sedang merehap kembali bangunan kantor dewan adat. Hal itu dilakukan setelah merancang agenda kerja.

“Yang kami lakukan adalah merehap kembali bangunan balai (kantor) adat. Kami akan merancang agenda kerja kami guna mendukung kerja-kerja pemerintah daerah di lingkungan kabupaten Keerom,” tutur Tuamis.

Selain banyak persoalan adat di Keerom yang harus dikerjakan, pihaknya juga berkomitmen untuk melestarikan budaya Keerom tetap utuh. “Wajib lestarikan nilai-nilai adat yang mulai terdegradasi oleh arus zaman,” ujar Serfo.

Sementara itu, Zakarias Fatagur, sekretaris III Dewan Adat Keerom menambahkan, saat ini pihaknya sedang membenahi lebih dahulu sekretariat yang tak terawat.

“Kami saat ini sedang melakuan pengadaan barang dan perlengkapan kerja. Selanjutnya, kami akan susun program kerja kami selama kepengurusan antar waktu sampai tahun 2018 nanti,” terangnya.

Menurut Zakarias, fokus utama kepengurusan Dewan Adat Keerom saat ini adalah semaksimal mungkin mempersiapkan segala untuk bekerja demi adat di kabupaten Keerom.

“Kami semua kerja untuk adat Keerom. Kami meminta dukungan dari semua pihak untuk bersama-sama membangun adat Keeom,” kata Fatagur.

Pewarta: Harun Rumbarar

Editor: Arnold Belau