Maruarar: Jokowi-Prabowo Bangun Budaya dan Etika Politik yang Baik

0
272

JAKARTA, SUARAPAPUA.com — Indonesia sangat beruntung memiliki dua sosok Negarawan sejati seperti Presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Meskipun pernah bertarung sangat dalam pemilihan Presiden 2014 lalu, keduanya saat ini menjalin persaudaraan yang kuat dan saling memberikan masukan untuk membangun negara ke arah yang lebih baik.

Demikian disampaikan Maruarar Sirat, politikus PDI Perjuangan, dalam diskusi Dialektika Demokrasi bertajuk “Ada Apa di Balik Pertemuan Jokowi-Prabowo”, Selasa (1/11/2016) di Gedung DPR RI Senayan, Jakarta.

Selain Maruarar, hadir pula Ketua Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto, Wakil Ketua DPR RI yang juga Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadlizon, Pengamat Politik dari Universitas Al Azhar Rahmat Bagja, dan pengamat politik SMRC Sirojudin Abbas.

Menurut Maruarar, kedua sosok ini patut menjadi role model. Meskipun pernah bertarung dan bersaing sangat sengit, mereka masih menjaga persaudaraan demi kepentingan bangsa yang lebih luas.

“Kedua sosok ini perlu dijadikan role model. Mereka mengerti kapan berkompetisi dan mereka mengerti kapan mereka bertemu,” katanya melalui pernyataan surat elektronik yang diterima media ini.

Bagi Ketua Umum DPP Taruna Merah Putih (TMP) ini, makna pertemuan kedua tokoh ini merupakan bukti bahwa mereka mempunyai pandangan yang sama yaitu bagaimana membawa bangsa Indonesia menjadi bangsa yang maju. Bangsa yang kehadirannya mampu memberikan kesejahteraan bagi rakyatnya.

“Kedua tokoh ini memiliki tujan yang sama. Yaitu membangun Indonesia lebih baik,” katanya.

Lebih lanjut bagi Maruarar, pertemuan kedua tokoh ini memberikan dampak positif. Yakni mampu memberikan kesejukan dan kedamaian kepada masyarakat. Pasalnya, selama ini masyarakat memiliki pandangan bahawa elit bangsa ini selalu berseteru.

“Buktinya ini tidak terjadi mas Jokowi dan Pak Prabowo bisa ketemu dan mereka bisa makan nasi goreng bersama dan juga menunggang kuda bersama. Pertemuan juga sangat cair dan bisa berjam-jam,” jelasnya.

Ia berharap, sikap yang telah dicontohkan oleh Prabowo dan Jokowi harus ditiru oleh elit dan politisi kita. Pasalnya, rakyat membutuhkan sosok pemimpin yang menebarkan kedamian dan persaudaraan.

“Rakyat pasti senang. Karena rakyat butuh pemimpin yang akur dan mau bekerjasama membangun bangsa yang lebih baik,” ujar Maruarar.

Hal senada juga disampaikan Setya Novanto, ketua umum Partai Golkar. Ia bahkan mengapresiasi pertemuan tersebut.

Menurutnya, kedua sosok ini adalah negarawan yang demokratis. Meskipun dalam Pilpres, mereka bertarung. Tetapi mereka masih menjaga tali persaudaraan.

“Kedua sosok ini teladan bagi seluruh rakyat Indonesia. Meskipun perbedaan politik yang sangat kuat pada saat Pilpres, ini mencair demi kepentingan bangsa yang lebih besar. Ini harus menjadi contoh bagi elit politik lainnya,” kata Setya.

Redaksi