Jalin Persatuan dan Kekerabatan, IPMANAB Jogja Gelar Turnamen Futsal

Pemkab Nabire tidak pernah perhatikan mahasiswa. Ada anggaran untuk Pendidikan, tetapi penggunaannya nihil.

1
168

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com— Mahasiswa asal kabupaten Nabire yang tergabung di dalam wadah Ikatan Pelajar Mahasiswa Nabire (IPMANAB) Yogyakarta telah menggelar turnamen futsal untuk mempererat persatuan dan menjalin persaudaraan antara mahasiswa di tanah rantauan.

Mantan ketua IPMANAB Jogja, Lorenz Zonggonau kepada suarapapua.com dari Jogja mengatakan, turnamen yang digelar tersebut adalah sebgai kegiatan untuk mempersatukan mahasiswa asal Nabire yang ada di Tanah Jawa Kota Study Jogjakarta.

“Karena selama ini saya sendiri sebagai ketua non aktif, melihat bahwa organisasi daerah yaitu IPMANAB  ini telah vakum sekian lama. Maka saya berinisiatif untuk mempersatukan dan menghidupkan kembali organisasi tersebut. Alasan lainnya adalah saya melihat banyaknya mahasiswa nabire angkatan 2014, 2015, 2016 yang sangat banyak dan Tidak terkoordinir dengan Baik,” jelas Zonggonau kepada suarapapua.com dari Jogja melalui pesan elektronik yang dikirim pada Selasa (29/11/2016).

- Event -
Festival Film Papua

Lebih lanjut ia menjelaskan, bahkan mahasiswa dari Nabire banyak melibatkan diri untuk ikut bergabung di organisasi dan paguyuban dari kabupaten dan daerah lain. Kata dia, ini sama seperti anak ayam tak punya Induk.

“Kalau mau dibilang saya sangat kecewa dengan kebijakan pemda nabire yang menangani dana Pendidikan. Karena kami mahasiswa Nabire di Jogja  dan hampir di semua koa studi tidak pernah mendapat perhatian dari kabupaten Nabire, padahal dana untuk pendidikan itu ada,” katanya.

Selama ini mahasiswa asal Nabire ini tidak diperhatika secara baik oleh pemerintah kabupaten Nabire. Mahasisa asal Nabire yang tersebar di seluruh Indonesia ini banyak.

“Jadi selama ini dana-dana dan anggaran pendidikan dari nabire itu dikemanakan tidak ada yang tahu. Pada Maret lalu, pemkab datang ke Jogja untuk mendata mahasiswa untuk berikan bantuan dan rencananya bantuan itu akan diberikan pada bulan Mei, tetapi sampia sekarang tidak pernah direalisasikan,” ungkapnya.

Menurut dia, turnamen yang diselenggaran tidak lama ini merupakan upaya untuk menggalang semangat mahasiswa asal Nabire sendiri, agar kembali hidupkan wadah IPMANAB yang sudah lama mati suri itu.

“Turnamen yang kami lakuan ini adalah cara untuk menarik simpati mahasiswa Nabire di Jogja agar kembali untuk bersatu dan hidupkan wadah IPMANAB itu sedniri,” katanya.

Untuk menjalankan kembali wadah IPMANAB itu sendiri, kata Zonggonau, mahasiswa Nabire yang menjadi panitia rela berkorban untuk mencari dana dengan beberapa kegiatan, yaitu Basar makan, jualan barang bekas, sumbangan sukarela dan ngamen di jalan.

“Itu kami lakukan supaya kegiatan ini dapat berlangsung dengan baik. Supaya mahasiswa Nabire tak perlu lari ke paguyuban lain. Melainkan harus belajar berorganisasi di dalam wadah IPMANAB itu sendiri,” katanya.

Dari informasi yang dihimpun media ini, turnamen digelar selama dua hari, yakni dari tanggal 26 – 27 November 2016 kemarin. Ada 14 tim yang ikut berpartisipasai, antara lain 8 tim putra dan 6 tim putri.

Pewarta: Arnold Belau

SHARE
Adalah pemimpin redaksi dan Editor di Suara Papua. Untuk berkomunikasi dengannya, bisa hubungi via: Twiiter: @ArnoldBelau Instaram: ab_papua Facebook: Arnold Belau