HUT Ke-5 Suara Papua, Diharapkan Konsisten Suarakan Suara Kaum Tak Bersuara

0
385
Kue ulang tahun Suara Papua yang ke-5. Suara Papua berdiri sejak 10 Desember 2016. Ia didirikan oleh alm. Oktovianus Pogau dan Arnoldus Belau. (Dok Suara Papua)

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Media alternatif situs berita dan informasi tanah Papua, www.suarapapua.com  (SP), penyuara kaum tak bersuara dari negeri cenderawasih, Papua bertambah usia ke-5 (10 Desember 2011 – 10 Desember 2016) yang juga bertepatan dengan hari Hak Asasi Manusia sedunia.

Suara Papua digagas oleh almarhum Oktovianus Pogau yang meninggal karena sakit pada Januari 2016, ia merupakan jurnalis muda asal Papua yang dikenal cerdas, kritis dan peduli karena ketidakpuasan terhadap media-media di Indonesia yang menyuaran dari satu sisi saja dan mengabaikan suara tak bersuara di tanah Papua.

Arnoldus Belau, rekan Okto sapaan almarhum Oktovianus  Pogau yang sama-sama mendirikanSP yang saat ini menjabat sebagai Pimpinan Redaksi (Pimred) mengatakan, dirinya bersyukur atas bertambah usia suarapapua.com yang ke-5.

“Tak peduli kata orang dengan umurnya yang ke-5, yang terpenting adalah kita (SP) tetap jadi sahabat rakyat tertindas, suara-suara yang dibungkam suaranya dan sahabat orang Papua. Terima kasih kepada rakyat Papua dan siapa – dimana saja yang mengikuti informasi kami. Terima kasih kepada seluruh crew suarapapua.com yang  tak mengenal lelah,” ucap Arnoldus Belau di perayaan ultah suarapapua.com, Sabtu (10/12/2016).

Arnold juga mengakui, walaupun banyak persoalan yang dihadapi suarapapua.com belakangan ini, terutama pemblokiran website secara sepihak oleh pemerintah Idnonesia, pihaknya tetap konsisten mencari cara lain untu menyuarakan suara-suara yang dibungkam dan tetap bersama orang-orang yang terpinggirkan suaranya.

“Bagi saya, suara rakyat Papua dan kondisi rakyat Papua di tanah Papua ini sangat penting untuk diketahui di dunia internasional. Terutama soal kemanusiaan dan ketidakadilan yang dilakukan pemerintah terhadap rakyat Papua. Suara Papua hadir dan akan terus ada untuk suarakan itu,” katanya.

Victor Mambor, Pimpinan umum koran Jubi dan tabloidjubi.com mengucapkan  terima kasih suarapapua.com yang masih eksis hingga hari ini.

“Jadi perjalanan kita masih panjang, bagaimana kita bagi tugas dalam laksanakan tugas. Paling penting kita menjaga bersama,” kata Mambor, satu wartawan senior Papua saat merayakan ulang tahun SP.

Ucapan selamat ulang tahun bagi suarapapua.com juga datang dari Victor Yeimo, Ketua KNPB Pusat melaui pesan elektronik. Katanya, Suara Papua harus tetap konsisten untuk menyuarakan suara-suara kaum tertindas di tanah Papua.

“Suara orang Papua harus terus disuarakan. SP musti menjadi suara mereka yang dibungkam apapun konsekuensinya,” kata Yeimo.

Indria fernida Alphasonny dari TAPOL di Inggris turut menyampaikan ucapan selamat ulang tahun untuk Suara Papua.

“Selamat ulang tahun Suara Papua! Tetap konsisten bersuara untuk yang tradapat bersuara!,” katanya.

Baguma Yarinap, Aktivis Garda-Papua mengatakan, Suara Papua harus tetap bersemangat dan melihat semua realitas kehidupan rakyat Papua dari berbagai sisi di tanah Papua.

“Semangatnya masih tetap hidup menyuarakan suara rakyat tertindas di Papua. Selamat ulang tahun yang ke-5,” ucap Baguma.

Benyamin Lagowan, mahasiswa Kedokteran UncenJayapura, Papua juga menyampaikan hal serupa.

“Selamat ulang tahun untuk SP dan jadilah cahaya bagi rakyat Papua, seirama mendorong dan memperjuangkan penegakan HAM dan hak-hak rakyat Papua,” ucapnya.

Sejak berdiri pada tanggal 10 Desember 2011 hingga 2016 ini, Suara Papua telah mengalami sekali pergantian kepemimpinan. Pertama Sejak berdiri hingga Januari 2016 dipimpin oleh pendiri Suara Papua, Oktovianus Pogau. Kedua, saat ini dipimpin oleh Arnoldus Belau yang juga wartawan dan pendiri Suara Papua bersama Oktovianus Pogau.

Suara Papua mengusung misi saatnya orang Papua menyuarakan apa yang dilihat, didengar, dirasakan dan dijalaninya. Dan Suara Papua memiliki semangat dan motto Menyuarakan Suara Kaum Tak Bersuara.

Pewarta: Elisa Sekenyap