Pentingnya Menyebar Informasi HIV dan AIDS, YUKEMDI Latih 45 Relawan Adat di Jayawijaya

0
108

WAMENA, SUARAPAPUA.com — Mengenai pentingnya informasi dasar tentang HIV dan AIDS, IMS, Kondom serta VCT, Yayasan Usaha Kesejahteraan Ekonomi Desa Indonesia (YUKEMDI) Jayawijaya meakukan pelatihan terhadap 45 relawan adat dari sejumlah distrik di Kabupaten Jayawijaya, Papua.

Pelatihan ini diberikan sebagai bentuk informasih dasar sebelum para relawan turun lapangan untuk bagaimana bisa merubah perilaku masyarakat yang terfokus saat pemeriksaan HIV.

Mersiana Haumahau, Manager Program Yukemdi mengatakan, palatihan ini kami lakukan guna memberikan informasi tentang bagaimana nantinya para relawan ini menyebarkan informasi ke distrik-distrik serta kampung-kampung.

“Informasi ini kami kasih ke relawan adat supaya mereka bisa lakukan penyebaran informasih sampai ke distrik-distrik dan kampung tempat tinggal mereka. Intinya informasih ini langsung ke masyarakat dengan benar dan tepat untuk perubahan perilaku untuk nantikan masyarakat mau memeriksakan diri ke layanan VCT” kata Mersiana di Wamena, Jumat, (20/1/2017).

Hal ini kata Mersiana, kedepan tidak ada lagi temuan kasus baru  setelah ada gejala sakit komplikasi. “intinya kita tidak tunggu orang sakit dulu di honai baru tahu bahwa dia positif, tetapi dimana pada taraf HIV belum ke taraf AIDS dan bisa ditemukan oleh teman-teman relawan,” jelasnya.

Fabianus Huby, satu peserta pelatihan mengakui tentang pentingnya penyebaran informasih HIV dan AIDS ke masyarakat ke tingkat distrik maupun kampung-kampung sebagai tindakan persuasif dari ancaman kepunahan masyarakat Papua di Wamena.

Huby juga mengkritisi Pemerintah Daerah (Pemda) yang selama ini tidak bertindaksecara cepat dan nyata dilapangan guna pencegahan penyakit HIV dan AIDS melainkan banyak menyebar isu tidak benar di media massa.

“Tidak lama lagi akan dilakukan pemilihan bupati, sementara masyarakat dari mana mau lakukan pemilihan karena tidak ada manusia lagi di Wamena karena penyakit ini. Ini semacam pemerintah tidak peduli terhadap masyarakat. Bupati bicara di RRI hebat-hebat tapi tidak ke kampung-kampung dan besok siapa yang mau pilih dia kalo masyarakat habis dengan HIV?” pungkas Huby.

Pelatihan berlangsung selama tiga hari, sejak 18 hingga 20 Januari 2017 di gedung gereja Jemaat GKII Moria Hom-Hom Wamena. Kegiatan ini didukung oleh Pemerintah Provinsi Papua.

 

Pewarta : Elisa Sekenyap