Pesan Moral di HUT ke-III TPK Mauwa

0
79

DOGIYAI, SUARAPAPUA.com — Tim Penegak Kampung (TPK) Mauwa, Dogiyai, Papua, saat rayakan ulang tahun yang ketiga, menegaskan tegaknya gerakan menyelamatkan manusia dan alam.

Pesan moral tersebut sebagaimana dikemukakan beberapa tokoh dalam acara yang diadakan belum lama ini di halaman Gereja Katolik Quasi Paroki St. Petrus Mauwa.

Diakon Markus Auwe, sekretaris TPK Mauwa mengatakan, menyelamatkan manusia dan alam yang diberikan Tuhan merupakan sebuah gerakan prioritas hari ini dan selanjutnya.

Selain itu, tujuan pengantara yakni memanusiakan manusia yang kelihatan maupun yang tak kelihatan.

Tujuan terakhir dari semua program TPK Mauwa-Didee adalah semua orang masuk Surga.

Diakon Auwe berharap semua orang tak melakukan sesuatu yang dilarang Tuhan, moyang suku Mee dan pemerintah.

“Kita wajib menjalani hidup ini dengan dasar “Daa” dan “Diyoudou”. Itu larangan pokok,” ujarnya mengingatkan.

Selain itu, TPK juga menjalankan kehidupan berlandaskan 10 Perintah Allah.

“Kami tidak akan pernah mengumumkan bahwa warga Mauwa atau orang lain yang tinggal di Mauwa untuk bebas melanggar apa yang telah kami larang. Yang sedang melanggar adalah atas inisiatif sendiri,” tuturnya.

Gereja, kata Diakon Auwe, selalu mendukung semua aktivitas yang dilakukan untuk membuat manusia pada tempat yang baik.

Sementara, Paulus Goo, Kepala Kampung Mauwa, memberikan apresiasi kepada Tim Penegak Kampung yang masih dipertahankan hingga kini.

Goo menilai dengan melakukan ini merupakan bukti sedang mempertahankan kelangsungan manusia dan alam Mauwa.

“Karena sebagai Kepala Kampung harus wilayah saya, selalu aman. Jangan manusia habis di atas tanah ini. Nantinya siapa yang akan menjaga kalau kami habis,” ujar Goo.

Soal bantuan untuk tim penegak, kata Goo, “Saya sudah berikan babi agar dipiara dan setelah besar disembelih saat kegiatan ulang tahun ini.”

Kakam juga mengimbau kepada semua warga di kampung Mauwa mendukung kegiatan ini.

Di kesempatan sama, Oktovianus Koga, mewakili masyarakat Mauwadide mengatakan, tim penegak dengan kegiatannya harus dipertahankan bila perlu ditingkatkan.

Semua orang yang berdomisili di Mauwa, ia ajak agar tetap patuh dan saling menghargai dalam kehidupan sehari-hari.

“Kegiatan ini harus kita pertahankan, jangan sekalipun kita goyah atau berusaha dikacaukan oleh oknum tertentu yang tidak suka. Kita tetap pertahankan hingga akhir hayat,” tegas Koga.

Pewarta: Agustinus Dogomo

Editor: Mary Monireng