Ini Janji Paslon Waine-Goo dan Iyowau-Tigi di Pilkada Dogiyai

0
178

DOGIYAI, SUARAPAPUA.com — Markus Waine dan Angkian Goo dalam kampanye terbuka di lapangan sepakbola Ekemanida, Moanemani, Jumat (10/2/2017) menyatakan siap membangun Dogiyai dengan hati jika rakyat memilihnya pada 15 Februari 2017.

Dalam orasinya ia mengungkapkan fakta selam ini sejak dimekarkan dari Nabire, situasi Dogiyai kacau karena pemerintah tak adil dalam kebijakan pembangunan. Selain itu, kata Waine, banyak pegawai negeri sipil tak betah karena pimpinan daerah otoriter dan egois dalam kepemimpinanya.

“Kenyataan ini yang akan kami rubah selama lima tahun ke depan. Rakyat harus jeli memilih pemimpin yang merakyat, yang sudah rasakan selama ini,” ujar Waine disambut tepuk tangan meriah massa pendukungnya.

Ia menyatakan siap merubah penyakit birokrasi yang diciptakan selama kurang lebih delapan tahun sejak dimekarkan dari Kabupaten Nabire.

Beberapa fakta selama ini disampaikan juga dalam kampanye terbuka. Ia bahkan membongkar kebrobrokan sistem pemerintahan Dogiyai.

Sebagai wakil rakyat di lembaga parlemen selama dua periode, ia ternyata banyak tahu persoalan dan kondisi riil di Kabupaten Dogiyai.

“Apa yang selama ini rakyat sakit hati, rakyat rindukan, itu yang akan kami coba jawab dalam pengambilan kebijakan nanti. Hanya kami dua minta, rakyat pilih nomor urut empat,” tandas Waine.

Kampanye Iyowau-Tigi

Kegiatan kampanye terbuka di Kabupaten Dogiyai diawali pasangan calon nomor urut 2, Anthon Iyowau-Yanuarius Tigi pada hari pertama, Selasa (7/2/2017).

Dari atas panggung kampanye terbuka di lapangan sepakbola Ekemanida, Moanemani, Anthon menyampaikan beberapa komitmennya jika nanti terpilih pada Pilkada ini. Salah satunya, perhatikan mama-mama pedagang asli di pasar baru Tokapo.

Mantan camat Moanemani ini juga berjanji akan beri porsi besar anggaran di bidang pendidikan, kesehatan, keagamaan, juga ekonomi kerakyatan.

Kepada rakyat diingatkan agar cerdas menyalurkan hak pilih di tempat pemungutan suara (TPS). Lebih dulu dengar suara hati sebelum coblos. Pemilih tak termakan rayuan pihak tertentu, antara lain misalnya dengan uang membayar suara.

Pewarta: Agustinus Dogomo
Editor: Mary Monireng