Warga Nifasi Tetap Tolak PT. KEL Kelola Emas Mosairo

0
89

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Masyarakat adat suku Wate di Kampung Nifasi, Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, Papua, menyatakan menolak kehadiran PT. Kristalin Eka Lestari (PT. KEL) di Kali Mosairo.

Sikap tegas tersebut disampaikan langsung kepada Bosco, perwakilan manajemen PT. KEL, saat pertemuan Rabu (22/2/2017) di Kampung Nifasi.

Dalam pertemuan itu, dilaporkan terjadi keributan bahkan nyaris ricuh. Warga setempat ribut karena hendak menyatakan sikap penolakan terhadap PT. KEL.

Surat pernyataan penolakan diserahkan seorang tokoh adat suku Wate kepada Bosco. Menurut informasi, Bosco adalah seorang perwira TNI.

Usai serahkan surat penolakan terhadap masuknya perusahaan tambang di wilayah adat Suku Wate Kampung Nifasi, terjadi adu mulut hingga perkelahian dengan pihak PT. KEL.

Surat pernyataan tersebut yang kelima kalinya setelah sebelumnya surat sama diserahkan kepada pihak PT. KEL. Pimpinan perusahaan konon kabarnya tak pernah tanggapi surat-surat sebelumnya.

“Tidak pernah hargai keberadaan masyarakat adat Wate Nifasi. Jadi, pada hari Rabu (22/2/2017), semua komponen masyarakat sudah tolak perusahaan itu masuk lagi di kampung Nifasi,” kata Ottis Monei, tokoh pemuda Wate di Kabupaten Nabire.

PT. KEL diduga tak kantongi ijin pertambangan sesuai prosedur. Meski dugaan itu sudah beberapa kali dibantah pimpinan PT. KEL. Masyarakat Wate tetap tolak untuk beroperasi di Sungai Mosairo.

Sementara, masyarakat Wate mendukung keberadaan PT. Tunas Anugerah Papua (PT. TAP) yang dalam proses penambangannya dikerjakan oleh warga setempat sebagai pemilik ulayat.

Konflik lokasi pertambangan emas di Sungai Mosairo antara PT. TAP dan PT. KEL berlangsung sejak tahun lalu. Pemerintah belum melihat persoalan ini. Sementara, potensi konflik antara dua perusahaan dan masyarakat setempat cukup besar.

Pewarta: Mary Monireng