Sanggar Tari Yanung Yarma Minta Perhatian Pemda Keerom

0
55

KEEROM, SUARAPAPUA.com — Tanah Papua kaya akan seni dan budaya masing-masing suku bangsa, hanya belum difasilitasi baik pemerintah daerah. Ini pula yang dirasakan masyarakat asli Keerom.

Sanggar tari Yanung Yarma yang sejak lama dibentuk oleh masyarakat asli Keerom di kampung Sawa Nawa, meski sering diundang pemerintah daerah tampil dalam beberapa kegiatan pementasan, belum diperhatikan dengan serius.

“Pemerintah daerah bisa melihat potensi seni tari asli yang ada di Keerom,” kata Buce Isagi, salah satu musisi sanggar tari Yanung Yarma, Rabu (12/4/2017) usai pentas seni tari dalam rangka perayaan HUT ke-14 Kabupaten Keerom di lapangan sepakbola Arso Swakarsa, Keerom.

Selama ini, menurut Buce, warga Sawa Nawa di Arso Barat aktif dalam menjaga tatanan budaya adat asli Keerom. Hanya saja, para seniman asli Keerom belum mendapat perhatian khusus dari pemerintah daerah. Kata dia, tak ada pengembangan bidang seni dan budaya.

“Kami selalu tampil dalam ajang perayaan HUT Kabupaten Keerom dan beberapa acara lain. Tetapi belum mendapat perhatian khusus bagi kita seniman asli Keerom,” tuturnya.

Seniman muda asli Keerom ini berharap ada perhatian khusus agar seniman setempat bisa menjaga dan mengembangkan budaya asli di tengah derasnya pengaruh budaya luar. Juga minta disediakan tempat untuk berekspresi, termasuk busana dan benda budaya.

“Harus ada ruang bagi kami orang Keerom untuk ekspresikan seni budaya kami. Supaya keasliannya terjaga, tidak campur baur dengan budaya dari luar Papua yang kian merasuk di tanah kami sendiri,” ujar Buce.

Senada diungkapkan Anna Maria Borotian, tokoh perempuan Keerom. Ia dengan tegas minta pemerintah daerah tidak seenaknya adakan acara budaya tanpa melibatkan semua komponen masyarakat adat Keerom.

Menurutnya, bukan hanya hari ini saja, sudah berulang kali terjadi, setiap acara yang dibuat Pemda sangat minim sekali kita saksikan pentas seni orang asli Keerom.

“Setiap acara apa saja yang ada di Keerom, budaya asli paling minim ditampilkan. Ini tanah Keerom, jadi harus tampilkan budaya asli dari Keerom,” ujar ketua ikatan perempuan asli Keerom.

Anna minta pemerintah buka ruang bagi masyarakat asli Keerom untuk berkarya dalam budaya setempat.

“Pemerintah wajib buka ruang bagi para seniman asli Keerom di setiap event, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi,” pinta salah satu tokoh pejuang Kabupaten Keerom ini.

Pewarta: Harun Rumbarar