Yesus dan Kebangkitan Papua

0
79

UMAT Kristiani di Tanah Papua, sama halnya di belahan dunia lain, merayakan Paskah tahun ini dengan cara dan suasana berbeda. Pada intinya, Tri Hari Suci –Kamis Putih, Jumat Agung dan Sabtu Suci– merupakan momentum penting untuk merefleksikan pengorbanan Yesus Kristus di Kayu Salib. Hasil refleksinya tentu saja bermanfaat dalam kehidupan keluarga dan lingkungan sekitar, serta komunitas masyarakat.

Juga, refleksikan perjalanan hidup bersama selama ini, selama puluhan tahun dalam ketidakpastian, ketakutan, dan derita bangsa yang saban hari disuguhi tindak kekerasan negara hingga tiada hentinya tercurah terus menerus darah anak-anak Tuhan di negeri kaya raya.

Orang Papua, orang terberkati. Sayang, nasibnya malang. Hidup tak menentu. Hidup sengsara. Menderita. Melarat. Miskin di atas limpahan kekayaan alam.

Refleksi penting dalam masa Paskah yang diawali masa pra-Paskah, masa penantian hari wafatnya Yesus setelah Ia dikhianati para murid-Nya, sebagaimana dicacat dalam Alkitab, merupakan sebuah sarana terbaik bagi kita hari ini. Mengambil makna Paskah bahwa umat ciptaan-Nya senantiasa diberkati seturut kebangkitan-Nya dari antara orang mati. Yesus bangkit, kita pun bangkit. Itulah makna penting Paskah.

Bukan seremonial belaka. Makna dari rangkaian perayaan dan peringatan bagi orang yang percaya, adalah hal penting. Bahwa, Paskah memberi kekuatan tersendiri. Kekuatan untuk tetap hidup. Kekuatan untuk menghadapi berbagai hal dalam kehidupan sehari-hari.

Setiap Jumat Agung umat peringati kisah kesengsaraan Yesus hingga disalibkan di Golgota. Ia rela berkorban demi menebus dosa umat-Nya di dunia. Sang penebus dosa manusia. Ia Mesias. Juruselamat.

Kisah sengsara, wafat dan pada hari ketiga bangkit dari antara orang mati, mengingatkan kepada kita wajib taati perintah-Nya sebagaimana senantiasa diwartakan para pekerja-Nya di dalam maupun luar gedung Gereja. Umat tugasnya merefleksikan firman-Nya baik di tengah keluarga maupun lingkungan sekitar dalam seluruh derap langkah hidup.

Yesus memberi teladan kepada segenap umat di dunia arti sebuah cinta dan pengorbanan tanpa pamrih. Tergantung kita kini, apakah setiap tindakan, tugas, pekerjaan, sudah seturut ajaran-Nya: dengan tulus, ikhlas, dan dari hati?

Terlepas bagaimana setiap kita menginterpretasikan maknanya, Paskah sejatinya membawa perubahan hidup kita bersama kebangkitan-Nya. Paskah sumber kebangkitan hidup manusia. Kebangkitan Anak Domba Allah memperteguh iman setiap orang yang percaya pada-Nya, memberkati kehidupan bangsa ini memperjuangkan tujuan luhur: bangkit dan bebas dari segala yang jahat!. ***