Dukung Mubes SOLPAP Pertama, Salon dan Galeri Anak Papua Gelar Pameran Gratis

0
194

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Selama Musyawarah besar pertama Solidaritas Pedagang Asli Papua (SOLPAP), Salon Elisabeth dan Galeri Ike Duri melakukan pameran untuk mendukung dan menyukseskan terselenggaranya Mubes Solpap.

Kegiatan Mubes pertama Solpap diselenggarakan sejak tanggal 2 Mei akan berakhir 5 Mei 2017, bertempat di pasar sementara Mama-mama Papua. Dalam Mubes itu, salon Elisabeth dan galeri Ike Duri ikut berpartisipasi dengan pameran aksesoris Papua dan anyam rambut gratis.

“Selama tiga hari kami melayani anyam rambut, pasang rambut sintetik, dan rapikan rambut gimbal secara gratis kepada semua yang hadir dalam acara Mubes ini,” kata Anias Lengka, karyawan Salon Elisabeth ketika ditemui suarapapua.com di Pasar Mama-mama Papua.

Lengka menjelaskan, pihaknya hanya melayani pasang rambut, anyam rambut dan gimbal rambut saja secara gratis. Namun untuk aksesoris seperti noken, baju rajutan dari benang dan kalung dijual.

“Selama tiga hari kami melayani dengan gratis, jadi untuk bapak, mama dan saudara-saudari yang terlibat aktif dalam kegiatan Mubes ini siap kami layani dengan sepenuh hati,” katanya.

Ike Duri salah satu seniman perempuan Papua yang juga aktif dalam menyuarakan aspirasi Pasar Mama-mama Papua sangat mengapresiasi acara Mubes ini. Ia ikut mendukung penyelenggaraan Mubes dengan memamerkan beberapa hasil noken, sepatu dan kalung rajutan dari benang.

“Hanya ini yang bisa kami lakukan untuk dukung Mubes ini, karena hasil Mubes akan membawa dampak positif bagi Mama-mama pedagang asli Papua. Saya menggelar beberapa pameran hasil karya saya guna bisa ikut menyukseskan apa yang menjadi harapan mama-mama Papua,” katanya.

Untuk diketahui, Salon Elisabeth beralamat di jalan Kamwolker Perumnas III Waena. Galeri Ike Duri beralamat di Perumnas I Waena tepatnya belakang hotel Metta Star. Jika ada yang berminat di kemudian hari bias kunjungi salon dan galeri tersebut. Telah tersedia berbagai souvenir, mulai dari noken, kalung, baju, sepatu. Semuanya hasil rajutan tangan sendiri dengan bahan dasar dari benang wol dan kulit kayu asli.

 

Pewarta: Harun Rumbarar

Editor: Arnold Belau