Lukas Enembe Kembali Pimpin Partai Demokrat di Papua

1
162

BIAK, SUARAPAPUA.com— Lukas Enembe, ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) partai Demokrat provinsi Papua periode 2012-2017 kembali terpilih secara aklamasi pada Musda ke III partai Demokrat provinsi Papua.

Enembe terpilih kembali dalam Musda ke III yang berlangsung di hotel Asana Biak, provinsi Papua. Enembe terpilih kembali jadi ketua DPD Partai Demokrat yang pemilihannya berlangsung secara aklamasi.

Ketua Pembina Organisasi, Keanggotaan dan Kaderisasi (BP-OKK) Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat (DPP-PD) Jenderal TNI (Purn) Pramono Edhie Wibowo  saat menutup Musyawarah Daerah III  DPD Partai Demokrat Provinsi Papua mengatakan, Enembe telah diputuskan kembali pimpin demokrat Papua.

- Event -
Festival Film Papua

“Dalam Musda demokrat Papua ke III ini telah diputuskan Bapak Lukas Enembe  untuk kembali pimpin Partai Demokrat  2017-2022. Maka dengan demikan saya menutup  Musyawarah Partai Demokrat  ke III ini secara resmi, “ ungkapnya saat menutup Musda tersebut.

Sementara itu, Lukas Enembe, ketua DPD Partai Demokrat terpilih dan gubernur Papua saat ini membenarkan bahwa dirinya telah dipilih secara aklamasi dan dipercayakan untuk pimpin partai demokrat selama lima tahun mendatang.

Enembe mengaku, setelah ia dipercayakan untuk pimpim partai demokrat lagi, ada dua tugas yang harus dikerjakan k depan.

“Tugas saya ke depan pertama adalah lengkapi struktur di dalam internal partai di provinsi Papua. Dan kedua adalah mempersiapkan kader-kader partai demokrat untuk Pilkada 2018, pemilu 2019 dan Pilpres 2019,” ungkapnya saat jumpa pers usai Musda ke III partai Demokrat Papua di Biak.

Enembe menambahkan, di masa kepemimpinan mendatang masih harus kerja keras untuk mempersiapkan kader-kader partai maupun program dan struktur di dalam partai demokrat sendiri.

“Kita harus sungguh-sungguh kerja maksimal. Kita harus konsolidasi yang maksimal untuk hadapi pesta demokrasi pada tahun 2018 dan pemilu 2019 mendatang. Konsolidasi akan dilakukan sesuai Dapil dan wilayah adat,” ujarnya.
Pewarta: Arnold Belau