Partai Demokrat Provinsi Papua Gelar Musda ke III di Biak

1
209

BIAK, SUARAPAPUA.com— Bertempat di aula Gereja Bethel Indonesia (GBI) Biak, Musyawarha Daerah (Musda) ke III Partai Demokrat (PD) dibuka oleh Gubernur provinsi Papua, Lukas Enembe dan dihadiri oleh beberapa petinggi partai demokrat dari Pusat.

Emus Gwijangge, ketua panitia Musda ke III PD mengatakan, Musda ini dihadiri ratusan kader partai dari seluruh kabupaten dan kota yang hadir.

“400 kader PD dan undangan turur hadir dalam Musda ini,” kata Emus saat membacakan sambutannya pada Selasa (16/5/2017).

Gwijange mengungkapkan, sumber anggaran untuk menyelenggarakan kegiatan ini berasal dari internal partai, baik dari DPP partai demokrat, Fraksi PD DPR RI, DPD PD Papua, Fraksi PD DPRP, kader-kader partai demokrat kab/kota dan sumbangan secara resmi dan tidak resmi dari berbagai pihak.

Sementara itu, Bupati Kab. Biak Numfor, Thomas Alva Edison yang juga kader partai demokrat sebagai tuan rumah saat menyampaikan sambutan sebagai tuan rumah menjelaskan, kegiatan ini bisa terslenggaran setelah tunda beberapa kali.

“Kami ucapkan selamat datang untuk semua tamu dan undangan setelah tunda dua atau tiga kali. Dan kali ini kami bisa selenggarakan,” jelasnya.

Ondi, dalam sambutannya mengatakan, Biak adalah masa depan Indonesia dan Enembe adalah masa depan Papua di Indonesia. Untuk itu ia harapkan agar seleuruh kader siap mendukung kepemimpinan Enembe jilid II.

“Enembe ada untuk masa depan Papua. Kami masyarakat Biak hanya tau Lukas Enembe dan Klemen Tinal. Maka kami siap untuk dukung kembali Enembe,”katanya.

Kata Ondi, dirinya dan masyarakat Biak siap memberikan makan 10 ribu orang pada 17 Mei saat deklarasikan Lukas Enembe sebagai calon gubernur. Kami akan masak 100 ekor babi. Ini bicara budaya, maka siapa yang memberi makan banyak rakyatnuam maka dia adalah mambri,” katanya.

Untuk diketahui, di penghujung Musda ke III Partai Demokrat provinsi Papua akan mendeklarasikan kembali Lukas Enembe sebagai calon gubernur provinsi Papua periode 2018-2023.

 

Pewarta: Arnold Belau