Dominikus Surabut: Orang Papua Harus Sadar, Kasus Ahok Hanya Pengalihan Isu

3
1442

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Dominikus Sorabut, Sekretaris Dewan Adat Papua (DAP) Wilayah Laapago menyatakan, orang Papua tidak sadar akan diri mereka sendiri dari kondisi kekerasan yang terjadi di Tanah Papua.

Mestinya, kata Dominikus, orang Papua harus meniti kembali kondisi Papua dan memasang lilin untuk kemanusiaan di Tanah Papua, bukan untuk Ahok.

“Kita sebagai warga negara menjunjung tinggi keputusan hukum, tetapi kasus Ahok sangat bermuatan politis, sehingga orang Papua melihat secara jernih, jangan kita terjebak. Ahok hanya satu orang dan masuk penjara hanya 2 tahun, sementara orang Papua yang mengalami ketidakadilan dari semua sektor, pendidikan, kesehatan, ekonomi, infrastruktur dihancurkan dan dibunuh, tetapi anehnya kita tidak pernah melakukan pemasangan lilin, apalagi kasus HAM,” kata Dominikus kepada suarapapua.com di Wamena, Sabtu (13/5/2017).

Maka itu, kata Domi sapaan akrabnya, orang Papua harus merefleksi diri memasang lilin untuk menyadarkan orang Papua agar meningkatkan diri dengan situasi sosial politik yang sedang terjadi. Selain itu, ia memberi apresiasi kepada kawan-kawan lain di Papua yang telah memasang liilin untuk menghidupkan demokrasi di Tanah Papua.

Ia lalu mengatakan, karena solidaritas keyakinan tidak bisa semena-mena orang Papua memasang lilin untuk Ahok, karena iman Kristen itu absolut, sehingga berbeda. Apa yang dialami umat Kristen di Jawa berbeda dengan umat Kristen di Papua.

“Kita tidak bisa samakan dengan umat Kristen yang di Jawa, karena mereka ada di dalam mayoritas. Perilaku kita harus dibedakan ketika kita ada dalam komunitas yang besar,” tutur Domi.

Ia lebih jauh mengatakan, orang Papua harus sadar dengan satu kasus Ahok itu, karena dengan hukuman dua tahun, dunia tidak akan terbolak balik, matahari tidak akan padam karena kasus Ahok.

“Ini hanya pengalihan isu di negara ini. Saya sedikit kesal dengan teman-teman aktivis yang lakukan pemasangan lilin untuk Ahok. Mari kita memasang lilin untuk diri kita sendiri, untuk menerangi kehancuran yang sedang terjadi di Tanah Papua.”

Pater John Djonga, tokoh agama Pegunungan Tengah Papua mengatakan, semua orang bersolidaritas terhadap Ahok dari Sumatera hingga Papua, padahal ada ribuan bahkan jutaan korban sejak G 30 S PKI hingga kelompok OPM yang tidak mendapatkan keadilan.

“Saya sebagai tokoh agama tidak mau mempersempit makna lilin itu memberi cahaya kepada kegelapan. Jadi, dengan pemasangan lilin yang ada, bukan hanya masalah Ahok, tetapi masalah solidaritas kemanusiaan, pelanggaran HAM, ketidakadilan yang terjadi di seluruh Indonesia, khususnya Papua. Itu baru ada makna kita pasang 1001 lilin, tetapi kalau menulis hanya mengenai Ahok, saya pikir terlalu kecil dan sedikit,” kata Pater John.

 

Pewarta: Elisa Sekenyap