Enembe: Waktu Banyak Orang Papua Mati Kenapa Tidak Ada Aksi Lilin?

3
5384

BIAK, SUARAPAPUA.com — Gubernur Papua, Lukas Enembe angkat bicara soal aksi lilin yang ramai digelar di berbagai kota di Indonesia dan luar negeri. Tak luput, beberapa kota di Papua juga menggelar aksi yang sama.

Menurut gubernur Enembe, aksi lilin yang digelar di beberapa daerah di Papua tersebut keliru dan tidak seharusnya dilakukan. Karena, saat orang Papua banyak mati tidak pernah gelar aksi lilin.

“Waktu Orang Papua banyak mati ko (kamu – red) tidak pernah kasih naik lilin. Sekarang ko kasi naik lilin untuk apa,” tanya Enembe tegas saat menyampaikan orasi politiknya pada Rabu (17/5/2017) usai dideklarasikan sebagai calon gubernur Papua 2018-2023 dari Partai Demokrat.

Enembe mengatakan, lilin punya makna yang lebih besar. Tidak boleh digunakan tak karuan. Kata dia, aksi lilin tidak pernah digunakan saat orang Papua banyak yang mati.

“Sekarang ko kasih naik aksi lilin (bikin aksi lilin – red), sedangkan saat terjadi banyak peristiwa kematian dan pembunuhan orang di Papua, tidak pernah lakukan aksi lilin. Jangan ko kasih naik lilin sembarang,” tegas Enembe disambut tepuk tangan meriah dari ribuan masyarakat yang hadir.

Sementara itu, aktivis HAM dan wartawan di Wamena, Jayawijaya beberapa hari lalu telah gelar aksi lilin untuk matinya demokrasi dan penegakkan HAM yang tidak becus di Papua.

Aksi lilin matinya kemanusiaan pelanggaran HAM di Tanah Papua itu diselenggarakan di Rumah Bina Baku Peduli Wamena, Jumat (12/5/2017) dengan sejumlah poster yang bertuliskan “Solidaritas dari Wamena untuk kemanusiaan dan selesaikan kasus HAM Papua”.

Ence Floriano dari Yayasan Teratai Hati Papua (YTHP) mengungkapkan, aksi ini adalah aksi kemanusiaan di tengah banyaknya aksi seribu lilin untuk Ahok yang banyak hal dilupakan, bahkan orang Papua sendiri melupakan banyaknya kasus pelanggaran HAM yang hingga kini tidak diselesaikan.

“Aksi lilin ini adalah aksi kemanusiaan yang kita lupakan, bahkan orang Papua sendiri melupakan banyak kasus pelanggaran HAM yang hingga sekarang tidak diselesaikan dan herannya walaupun kasusnya berat tidak ada solidaritas seperti Ahok,” kata Ence.

Sedangkan beberapa pekan lalu, aksi lilin digelar di beberapa kota di Papua. Antara lain di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Biak, Timika, Nabire, Merauke, dan Kepulauan Yapen.

Aksi lilin tersebut sebagai dukungan untuk Ahok, gubernur Jakarta non aktif yang saat ini sedang mendekam di penjara setelah pengadilan memutuskan Ahok menistakan agama Islam.
Pewarta: Arnold Belau

 

  • Barikade GD Papua

    Aksi 1000 atau 2000 lilin dan lampion adalah aksi ,intoleransi umat beragama dan keutuhan NKRI,pondasi yg Di bangun oleh seorang Ahok,yg Sudah mumpuni dan terbukti bagi warga jakarta,Terlepas ,dari masalah politik,secara terang benderang semua warga jkt dan indonesia,melihat dan merasakan bukti tsb,jika masyarakat Papua merasakan &melakukan aksi tsb,itu karna mereka Melihat dan merasakan Bukti seorang Ahok,sebagai seorang sosok kebangsaan yg tanpa perbedaan suku,ras ,agama,Golongan.
    2.Kenapa masyarakat papua tidak menyalakan lilin dan lampion disaat ,banyak pelanggaran ham dipapua?
    Jawaban nya:
    1.Ketokohan dan kejujuran
    2.Egoisme sesama Papua
    3.Selalu ada perbedaan antara gunung &pantai
    4.Kepentingan politik menjadi sumber keuntungan oknum bangsa ini.
    Akhirnya marilah saudara/iku kitorang semua hilangkan curiga ,ego,sebagai sesama orang papua. Untuk Bersatu menjaga Damai sejahtera Papua untuk anak cucu kita

  • Vicvic

    Terima kasih bapak gubernur sudah tegur kami, supaya jangan terlalu larut dalam impuls romantisme media.

  • Marco Ruis

    Egp