Dinas Perhubungan Papua Kunjungi Bandara “Douw Aturure” Wanggar

0
297

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com— Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua, R. D. Ambrauw, S.Sos., M.Si beserta rombongan yang terdiri dari Sekretaris Dinas Perhubungan Provinsi Papua, Kepala Bidang Perhubungan Udara dan sejumlah staf mengunjungi lokasi pembangunan Bandar Udara (Bandara) “Douw Aturure” di SP C Distrik Wanggar Kabupaten Nabire Jumat (2/6/2017).

Kunjungan Ambrauw, dalam rangka melihat dari dekat secara fisik tahapan dan proses pembangunan bandara guna percepatan pembangunan bandara tersebut.

Kunjungan rombongan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua didampingi langsung oleh Bupati Nabire, Isaias Douw, S.Sos., MAP., Kepala Dinas Dinas Perhubungan Kabupaten Nabire, Alfius Douw, S.Sos., dan sejumlah pimpinan OPD terkait dan sejumlah tokoh masyarakat.

- Event -
Festival Film Papua

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua, R. D. Ambrauw, S.Sos., M.Si kepada wartawan di lokasi Bandara “Douw Aturure” Wanggar mengatakan, pihaknya mengunjungi bandara baru ini dalam rangka melihat dari dekat fisik pembangunan Bandara “Douw Aturure” SP C Distrik Wanggar yang sudah berjalan guna percepatan pembangunan bandara ini untuk pelayanan transportasi udara bagi sejumlah kabupaten di wilayah tengah Papua.

“Kami ingin melihat dari dekat fisik pembangunan bandara ini karena kami ingin tahu bagian mana yang ditangani oleh pemerintah provinsi, bagian mana yang ditangani oleh pemerintah pusat dan bagian yang sudah dikerjakan dengan APBD oleh kabupaten Nabire,” katanya.

Dijelaskan Kadinhub Papua, pemerintah provinsi memiliki perhatian pada pembangunan bandara ini.

“Gubernur Papua memiliki perhatian pada pembangunan yang sifatnya melayani masyarakat banyak, seperti bandara ini. Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Perhubungan ikut anggarkan dana pada tahun 2015, tahun 2016, dan tahun 2017 ini karena bandara ini penting untuk pelayanan sejumlah kabupaten di wilayah tengah Papua baik di pesisir dan pegunungan,” kata dia.

Bupati Nabire, Isaias Douw, S.Sos., MAP pada kesempatan yang sama menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi dalam hal ini Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua, R. D. Ambrauw, S.Sos., M.Si beserta rombongan yang memiliki perhatian yang besar dalam pembangunan bandara ini.

“Saya menyampaikan terima kasih atas perhatian pemerintah Provinsi Papua dalam hal ini Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua, R. D. Ambrauw, S.Sos., M.Si beserta rombongan yang datang melihat dari dekat. Secara khusus, kami juga menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Provinsi Papua atas dukungan dana dalam rangka percepatan bandara ini,” katanya.

Ucapan terima kasih dan apresiasi yang sama disampaikan juga oleh Kepala Dinas Dinas Perhubungan Kabupaten Nabire, Alfius Douw, S.Sos kepada Pemerintah Provinsi Papua, dalam hal ini Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua, R. D. Ambrauw, S.Sos., M.Si beserta rombongan.

Baca: Pembangunan Bandara “Douw Aturure” Wanggar Dibahas di Jakarta

“Bandara ini adalah kebutuhan wilayah tengah. Kami terus membangun komunikasi dan koordinasi dengan Kementerian Perhubungan di Jakarta dan Dinas Perhubungan Provinsi Papua. Hari ini, Dinas Perhubungan Provinsi Papua dan rombongan datang meninjau bandara ini dalam rangka pencepatan. Kami memberikan apresiasi dan menyampaikan terima kasih atas kedatangan rombongan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua untuk melihat langsung kondisi pembangunan bandara ini,” kata Alfius Douw, S.Sos.

Dijelaskan Alpius, belum lama, Senin (22/5/17) lalu, pihaknya telah ikut dalam rapat lintas sektoral yang dihadiri Dirjen Perhubungan, Kementerian Perhubungan; Badan Perencanaan Nasional, Dirjen Perimbangan Keuangan Daerah, Kementerian Keuangan; Bupati Nabire; Ketua DPRD Kabupaten Nabire; Kepala Dinas Perhubungan Nabire; Kepala Bappeda Nabire; dan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Nabire yang dipimpin oleh Staf Khusus Presiden, Lenis Kogoya dalam rangka percepatan pembangunan Provinsi Papua dan Papua Barat, terutama pembukaan isolasi di wilayah tengah Papua.

“Pemerintah Kabupaten Nabire telah menyiapkan dan memiliki kelengkapan administrasi antara lain, sertifikat tanah, keputusan menteri perhubungan tentang penetapan lokasi bandara, keputusan menteri perhubungan tentang perubahan nama dari Bandara Nabire Baru menjadi Bandara Douw Aturure, surat keputusan bersama antara Dirjen Perhubungan Udara dengan Pemkab Nabire dan pemerintah provinsi, berita acara serah terima barang, Keputusan Bupati Nabire tentang pemberian hibah tanah bandara Douw Aturure serta hasil kegiatan pembangunan bandara kepada Dirjen Perhubungan Udara, AMDAL, kerangka Acuan AMDAL, Review Master Plan,” kata Alfius.

Alfius menambahkan, pihaknya meminta kepada Pemerintah Provinsi Papua dalam hal ini Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua agar bersama-sama terus mendorong agar Menteri Perhubungan membantu kelengkapan administrasi yang masih kurang, yakni asistensi Rencana Teknis Terinci (RTT) dan kemudian dibuat dalam sebuah Surat Keputusan Menteri Perhubungan Republik Indonesia bersama Master Plan.

Terpisah, Kepala Bappeda Kabupaten Nabire, Yansen Sipandan mengatakan, “Pembangunan Bandara “Douw Aturure” adalah program prioritas pemerintah kabupaten Nabire sesuai RPJMD dan sinkron dengan isu strategis, strategi dan arah kebijkan pembangunan provinsi Papua dan nasional, dalam hal ini sembilan agenda presiden Joko Widodo yang dikenal dengan NAWACITA, yakni nomor tiga yang berbunyi, membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan republik Indonesia.”

Pewarta: Humas Setda Nabire

SHARE
Adalah pemimpin redaksi dan Editor di Suara Papua. Untuk berkomunikasi dengannya, bisa hubungi via: Twiiter: @ArnoldBelau Instaram: ab_papua Facebook: Arnold Belau