Komnas HAM Minta Polisi Usut Kasus Deiyai Sampai Tuntas

0
74

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com— Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Republik Indonesia menegaskan turut berbelasungkawa terhadap masyarakat Papua khususnya masyarakat di kampung Oneibo, Deiyai, Papua serta mengutuk tindakan aparat yang tidak profesional.

Meneger Nasutio, dalam rilis yang diterima Suara Papua, terkait persitiwa yang terjadi di Deiyai menegaskan agar kasus tersebut harus tetap diusut sampai tuntas dengan independen dan profesional.

“Kepolisian harus segera mengusut kasus itu sampai tuntas secara profesional dan independen. Siapa pun pelakunya, apa pun motifnya, dan siapa pun aktor intelektualnya harus dimintai pertanggungjawaban,” tegasnya dalam surel yang diterima pada Kamis (3/8/2017) dari Jakarta ini.

Dikatakan, dunia kemanusiaan kembali menangis dan berduka atas kembali terjadinya tragedi kemanusiaan di Tanah Papua. Kali terjadi penembakan di Kab Deiyai. Menurut warga korban tertembak 17 orang.

“Komnas HAM menyampaikan turut berbelasungkawa terhadap masyarakat Papua, khususnya keluarga korban penembakan. Komnas HAM sungguh2 mengutuk keras peristiwa penembakan itu. Komnas HAM wajib hukumnya turun ke lapangan untuk memantau kasus tersebut,” tulisanya dalam surat itu.

Komnas HAM juga meminta presiden Joko widodo untuk menyelesaikan berbagai persolan yang terjadi di tanah Papua.

Presiden Jokowi diminta sejatinya (kembali) mengambil inisiatif dan memimpin penyelesaian kasus2 kemanusiaan di Tanah Papua secara dialogis, damai, menyeluruh dan bermartabat dalam kerangka NKRI yang sejati.

Selain itu Komnas HAM juga meminta presiden untu bergegas menyelesaikan berbagai persoalan di tanah Papua.

“Semampang sebelum Maghrib, di sisa-sisa waktu yang relatif tidak banyak, Presiden Jokowi sebaiknya bergegaslah memimpin penyelesaian masalah-masalah Papua. Sekali lagi bersegeralah sebelum terlambat. Masalah-masalah Papua sdh mendekati Maghrib. Sejarah NKRI di Tanah Papua menuntut bukti. Semoga masih ada waktu,” kata Meneger.

 

Pewarta: Arnold Belau

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here