Ini Rekomendasi Konferensi II Pemuda Baptis Papua

0
266

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com— Departemen Pemuda baptis Papua telah menyelenggarakan konferensi ke-2 di Kota Jayapura. Konferensi tersebut berlangsung sejak tanggal 29 Agustus – 3 Agustus 2017.

Dalam konferensi tersebut, telah dihasilkan dua rekomendasi yaitu rekomendasi internal dan eksternal. Di dalam internal ada 11 rekomendasi dan untuk di eksternal dihasilkan lima rekomendasi.

Reomendasi Internal

Pertama, Pemuda Baptis wajib memegang  teguh pada injil adalah kekuatan Allah.

Kedua, Pemuda Baptis wajib memegang  teguh pada tema, Kita Meminum Air Dari Sumur Kita Sendiri Teologi, Daya, dan Dana.

Ketiga, Pemuda Baptis wajib mempertahankan  Prinsip – Prinsip Gereja Baptis.

Keempat, Pemuda Baptis mendukung penuh Pendidikan dan Pengajaran Sekolah Minggu sebagai  Asset Gereja Baptis Papua.

Kelima, Pemuda Baptis wajib menjaga, memelihara dan mewariskan Sejarah Gereja Baptis  Papua yang Lahir Pada tanggal 28 Oktober 1956 di Guripaga, dan 14 Desember 1966 di Yaneme Magi Kabupaten Lanni Jaya.

Ke enam, Mendukung penuh Pelayanan BPP–PGBP di bawah kepemimpinan Dr. Socratez Sofyan Yoman.

Ke tujuh, Mendukung penuh pendirian lembaga baru, dengan nama Gerakan Anak Muda Baptis Papua (GAMBP).

Ke delapan, Pemuda Baptis wajib mempertahankan dan mengunakan Bahasa daerah, dalam acara Formal dan Non Formal.

Ke sembilan, Departemen Sekolah Minggu digabungkan dalam Struktur Departemen Pemuda PGBP.

Ke sepuluh, konferensi III Departemen Pemuda Baptis Papua  Tahun 2021 Akan laksanakan di Wilayah  Danime, Kabupaten. Lani Jaya.

Dan ke sebelas, Pemuda Baptis siap memegang, mengawal, dan memelihara dalam iman seluruh keputusan  konferensi  Tanggal 29 Agustus- 3 September  2017.

Rekomendasi Eksternal

Pertama, Menolak keras semua hal – hal yang menghancurkan generasi muda Baptis  dan Papua pada  umumnya, Miras, Narkoba, togel,Program KB, tempat – tempat pelacuran di Kota dan Kabupaten  Se Tanah Papua di antaranya:

  1. Mendukung kebijakan Bupati Kab Jayapura dalam menutup Lokalisasi di wilayah Kabupaten Jayapura.
  2. Mendukung kebijakan Gubernur Papua dengan memberantas peredaran minuman beralkohol (Miras ).
  3. Mendukung kebijakan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya tentang pelarangan aktivitas pemasaran pada hari Minggu.
  4. Mendukung Kebijakan Pemerintah Kabupaten Lanni Jaya, tentang tingkat kelahiran Anak dengan pemberian hadiah kepada setiap Ibu yang melahirkan anak lebih dari 5.

Kedua, Pemuda Baptis Papua mendukung penuh Proses Penyelesaian konflik Papua  Melalui Dialog Antara Indonesia dan United Liberation Movement for West Papua (ULMWP)di Fasilitasi oleh pihak Ketiga yang Netral.

Ketiga, Pemuda Baptis menolak Kelompok Garis Keras yang mengatasnamakan agama, menganggu stabilitas keamanan umat Tuhan di tanah Papua.

Keempat, Pemuda Baptis Menolak pembangunan Mako Brimob dan markas TNI AU di Wilayah Adat LAPAGO.

Dan kelima, Pemuda Baptis menolak dengan tegas segala bentuk kekerasan  atas nama Negara, atau dalam bentuk apapun membunuh, menghilangkan, dan menangkap Orang Asli Papua (OAP).

Pdt. Merius Kogoya, Ketua departemen Pemuda Persekutuan Gereja Gereja Baptis Papua Merius Kogoya mengatakan hasil Konferensi ke-2 Departemen Pemuda Baptis Papua ke dua melahirkan Gerakan Anak Muda Baptis Papua (GAMBP).

“Lahirnya GAMBP dilatar belakangi oleh fakto internal dan fator ekseternal sesuai dengan perkembangan dinamika pelayanan gereja ,” kata Merius tidak lama ini kepada suarapapua.com di secretariat PGGBP di Padang Bulan, Abepura.

Merius menyebutkan, faktor  ada tiga hal utama yakni perkembangan pemuda didenominasi lain dengan organ yang dimilikinya.

“Kurangnya keterlibatan anak muda baptis dalam berbagai level terutama dibidang politik, pemerintahan, bisnis, lsm, dan juga perkembangan situasi papua dari sisi sejarah dan pelanggaran HAM yang terus menerus terus terjadi,” katanya.

Kata Merius, evaluasi pelayanan program kerja sesui kebutuhan gereja pemilihan ketua baru periode 2017- 2022. Wadah ini melibatkan semua pemuda di semua wilayah yang ada di Papua sedang berekembang.

“Kami membangun persatuan dengan GIDI dan Kingmi. Kami bersatu untuk menghadapi tangtangan global ini,” katanya.

Kilion Wenda menambahkan, wadah ini merupakan gerakan taktis yang dibuat agar dapat beraviliasi dengan organisasi kepemudaaan yang ada di provinsi Papua.

Karena, kata Wenda, selama ini gereja baptis tidak memunyai organinasi pemuda, sehingga organisasi ini dibentu agar dapat mengawal kegiatan ekternal gereja.

“Saya berharap semua pemuda baptis dapat berpatisipasi guna memberikan pembobotan di internal gereja dan juga kegiatan eksternal,” katanya.

Konferensi Pemuda Baptis Papua diikuti puluhan pemuda gereja baptis dari berbagai daerah di Papua.

Pewarta: Arnold Belau