Pedagang di Nabire Keluhkan Banyak Sampah Hiasi Pasar

0
499

NABIRE, SUARAPAPUA.com — Onggokan sampah di beberapa pasar yang ada di Kabupaten Nabire dikeluhkan mama-mama pedagang karena bau amis tercium sepanjang hari saat menanti jualan dihampiri pembeli.

Mama Martina Edowai, salah seorang pedagang asli Papua di pasar sentral Kalibobo, mengeluhkan sampah-sampah yang masih tercecer di tengah pasar dan tidak diangkut selama berhari-hari.

“Saya tidak sanggup dengan bau busuk dari sampah-sampah yang berhamburan. Saya sakit perut, teman lain biasa muntah,” tuturnya saat ditemui suarapapua.com di pasar Kalibobo, Selasa (5/8/2017).

Ia minta Pemda Nabire melalui dinas terkait harus mengambil langkah tepat untuk bersihkan sampah-sampah tersebut agar pasar tidak terkesan kumuh.

Bagi Mama Edowai, menjaga kebersihan adalah tugas kita bersama.
“Harapan kami sebagai pedagang yang biasa jual-beli di pasar Sentral Kalibobo Nabire, Pemda melalui instansi bersangkutan segera atasi persoalan sampah di kabupaten ini dan kalau bisa sampai tuntas,” ungkapnya.

Dari pantauan suarapapua.com, beberapa bulan ini pembuangan sampah terjadi secara massal seperti di jalan raya, pasar sore, pasar Oyehe, pasar Kalibobo, serta tempat-tempat umum lainnya.

Senada, Mama Oktovina Iyai (28) mengatakan, seharusnya sampah-sampah di kawasan pasar tidak dibiarkan berhamburan karena dampaknya fatal.

Selain mengotori pemandangan kota, sampah juga berpengaruh pada kesehatan warga di daerah ini.

“Lebih baik dinas kebersihan kota dan PU turun tangani. Angkut sampah-sampah itu buang di Wadio atas, atau siapkan tempat pembuangan akhir. Ini tolong segera supaya tidak mengganggu konsentrasi kami ibu-ibu yang jualan di sini,” ujar Mama Iyai.

Ia juga menilai persoalan sampah selama ini tidak ditangani baik.

“Tidak fokuskan dengan sampah yang menjadi keluhan utama warga Nabire,” ujar warga KPR Siriwini yang biasa berjualan di pasar sore Tapioka.

Seperti Mama Edowai dan mama-mama lain yang saban hari mencari nafkah hidup dengan berjualan di pasar, Mama Iyai pun berharap dapat menjajakan jualannya di tempat bersih.

“Kami di sini datang setiap hari untuk mencari nafkah hidup keluarga kami masing-masing, tetapi kalau kami hanya datang untuk cium bau busuk sampah-sampah nanti kami bisa sakit, terus siapa yang menafkahi keluarga kami? Pemerintah coba pikir ini,” keluhnya.

Kesadaran orang membuang sampah tidak pada tempatnya juga patut disayangkan. Tumpukan sampah selalu berserahkan di tempat-tempat umum. Bukti minimnya kesadaran akan pentingnya kebersihan sebagai dambaan semua pihak.

 

Pewarta: Yance Agapa
Editor: Arnold Belau