Ekonomi Kerakyatan: Warga Dilatih Memproduksi Keripik

0
2930

DOGIYAI, SUARAPAPUA.com— Potensi dan sumber daya alam yang tersedia mestinya diolah dan dipasarkan, dengan kepentingan meningkatkan pendapatan masyarakat minim atau nihil selama ini. Demikian maksud sejumlah pelatihan pemberdayaan masyarakat yang sering dilakukan oleh pemerintah maupun lembaga swasta tertentu selama ini. 

“Kami punya program tahun (2018) ini ada 71 angkatan pelatihan, dengan sasaran melatih 2021 orang khusus masyarakat yang ada di kampung dalam mengolah budidaya tanaman maupun mengolah hasil pasca panen untuk meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga atau masyarakat dalam menyajikan olahan bahan makanan lokal menjadi aneka macam sajian makanan,” ungkap Selfina Griapon, salah satu Pelaksana Kegiatan Kantor Balai Latihan Masyarakat (BALATMAS) Jayapura di Mowanemani Kabupaten Dogiyai, Sabtu (10/11).

Pelatihan yang diadakan terhadap warga Distrik Kamu Kabupaten Dogiyai ini, merupakan upaya mencapai target kerja BALATMAS tahun 2018, yakni meningkatkan kemampuan dan memberdayakan masyarakat kampung. Untuk itu, tahun 2018 ini juga, BALATMAS telah mengadakan pelatihan dua kali kepada masyarakat di Kabupaten Dogiyai.

“Pertama itu bulan September lalu, kami melakukan pelatihan tanaman budidaya hortikultura kepada masyarakat tani di Distrik Kamu. Dan yang kedua (6-10 November 2018) ini, kami melakukan pelatihan pengolahan hasil pertanian, dengan melibatkan jumlah peserta 30 orang ibu-ibu asal Distrik Kamu. Tujuannya agar kebun yang ada di sini dapat diolah. Seperti petatas, pisang, keladi dan singkong itu diolah menjadi keripik,” kata Selfina.

Selain itu, Kantor Badan urusan masyarakat yang dibentuk Oktober tahun 2017 ini, juga menyerahkan sejumlah alat penunjang kepada mama-mama peserta pelatihan. Diantaranya berupa alat pengolahan hasil pertanian menjadi keripik.

Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dogiyai menanggapi kegiatan tersebut sebagai salah satu dukungan pemerintah pusat melalui Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal.

“Kegiatan pelatihan budidaya tanaman hortikultura maupun pelatihan pengolahan tanaman hasil pertanian pasca panen ini saya lihat bermanfaat bagi masyarakat yang selama ini mengharapkan bantuan dari pemerintah. Dengan modal kegiatan ini hasil pertanian bisa diolah menjadi produk-produk seperti kue, roti, keripik dan lain-lain di waktu mendatang,” sambut Emanuel Dogomo, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dogiyai.

Berbagai pelatihan keterampilan warga terutama ibu-ibu tani dan ibu rumah tangga di Kabupaten Dogiyai, dapat diharapkan terampil dalam mengolah hasil pertanian. Terutama dalam memenuhi tuntutan ketersediaan olahan bahan makanan lokal dalam berbagai kemasan yang layak dikonsumsi oleh keluarga atau dapat dipasarkan dalam jumlah lebih.

“Bupati-kan sudah tegaskan untuk setiap pegawai ASN maupun warga Kabupaten Dogiyai untuk menghargai makanan lokal. Saya pikir ‘visi Dogiyai Bahagia’ yang dirumuskan Bupati dapat terwujud kalau setiap masyarakat terutama mama-mama ibu tani ini memanfaatkan kesempatan ini secara maksimal,” sambung Kepala Dinas.

Bupati Kabupaten Dogiyai, Yakobus Dumupa bersama wakil Bupati Oskar Makai periode 2017-2022 mencetuskan arah pembangunan Kabupaten Dogiyai dengan visi “Dogiyai Bahagia”, dengan salah satu programnya adalah pengembangan ekonomi kerakyatan.

Kaitannya dengan ekonomi kerakyatan tersebut, kata Emanuel, pihaknya dalam tahun 2018 telah menyelenggarakan kegiatan-kegiatan pelatihan budidaya tanaman hortikultura dan tanaman pangan hingga tahapan pengolahan hasil pertanian.

Kepala Dinas juga menyebut, salah satu kegiatan yang dilakukan juga adalah pembuatan pupuk organik kepada masyarakat, seperti kelompok usaha masyarakat yang ada di Kampung Makidimi.

“Kalau mereka sudah aktif kembangkan potensi daerah, masyarakat bisa bentuk koperasi atau badan usaha yang lebih baik, dengan tujuan supaya ke depan punya modal usaha sendiri dan bisa mengusahakan kegiatan-kegiatan pengembangan lainnya dalam bentuk usaha perorangan atau milik bersama. Salah satu yang saya anjurkan adalah ke depan masyarakat membentuk koperasi simpan-pinjam,” ulas Emanuel Dogomo. (Adv)