Peringati Hari Kesehatan ke-54: Dogiyai Kampanyekan Germas

0
2983

DOGIYAI, SUARAPAPUA.com— Pemerintah Daerah Kabupaten Dogiyai mulai mengkampanyekan perilaku hidup bersih dan sehat ke khalayak umum. Promosi kesehatan tersebut dikemas dalam berbagai sarana dan media promosi kesehatan. 

Kepala Bidang Layanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Dogiyai, Yan Tenouye mengatakan program gerakan masyarakat (Germas) untuk hidup sehat atau disingkat Germas tersebut dikemas dalam beberapa kegiatan. Diantaranya kegiatan hidup sehat dan bersih yang dikampanyekan melalui satuan pendidikan (sekolah) dan gereja yang di Kabupaten Dogiyai. Kemudian kegiatan kampanya wajib konsumsi makan sehat dan bergizi berupa sayuran dan buah-buahan. Kampanye melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.

“Jadi kampanye hidup sehat dan bersih ini berupa gerakan cuci tangan dan sikat gigi melalui sekolah-sekolah dan gereja, juga di pasar, kami kampanyekan melalui puskesmas. Pada hari ini (peringatan hari kesehatan nasional ke-54-red) kami lakukan pemeriksaan gratis tentang penyakit tidak menular yaitu penyakit gula darah dan kolesterol,” sebut Yan Tenouye disela-sela kegiatan di halaman kantor Bupati Dogiyai, Senin (12/11).

Selain itu, kata Yan Tenouye, pada kesempatan apel pagi bersama pegawai ASN, pihaknya meluncurkan gerakan fisik berupa senam kesegaran fisik untuk masyarakat. Dalam kaitannya itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Dogiyai juga menyelenggarakan kampanye gerakan anti merokok atau kawasan bebas rokok. Pencanangan kawasan bebas rokok tersebut pertama kali diluncurkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Dogiyai dalam acara apel rutin Senin, yang dihadiri oleh ratusan pegawai ASN di lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemkab) Dogiyai.

“Kalau kita kampanyekan gerakan anti merokok atau kawasan bebas merokok, setidaknya mulai dari pegawai sendiri terutama pegawai ASN sendiri harus tahu dan sadar tempat-tempat merokok yang tidak mengganggu orang lain, terutama di tempat-tempat umum,” pesan Bupati Yakobus Dumupa ketika menyerahkan pamlet simbolis kepada Kepala Bappeda Kabupaten Dogiyai, Petrus Agapa.

“Siapapun kalau merokok harus tahu tempat umum atau tidak. Harus tahu tempat ada ditempel barang (pamlet-red) ini, harus matikan rokoknya. Maka itu saya serahkan pamlet ini kepada kepala Bappeda yang tidak tahu merokok,” ungkap Bupati bercontoh.

Sebelum kampanye kepada masyarakat luas, Bupati berpesan agar pegawai ASN setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menerapkan prinsip kawasan bebas rokok di kantor-kantor yang merupakan tempat akses layanan publik. (Adv)