Ironi Dana TA dan Pemondokan Pemda Paniai Tahun 2018

0
1911

YOGYAKARTA, SUARAPAPUA.com – Dana Pendidikan untuk pos Tugas Akhir (TA) dan Pemondokan bagi mahasiswa Paniai belum juga dicairkan. Padahal, mahasiswa telah berdemonstrasi di depan kantor bupati Paniai, depan kantor Dinas Keuangan dan Dinas Sosial di Paniai sejak awal November 2018.

Manfred Kudiai, ketua Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Kabupaten Nabire, Paniai, Dogiyai dan Deiyai di Yogyakarta-Solo, kepada suarapapua.com menjelaskan, untuk tahun-tahun sebelumnya, biasanya Dana Pendidikan untuk kedua pos itu sudah cair dan tiba di tangan mahasiswa sejak pertengahan tahun.

“Mahasiswa, baik lisan dan melalui telepon kepada beberapa pejabat daerah yang berhubungan sudah diingatkan. Masalahnya kontrakan-kontrakan yang disewa mahasiswa di tiap kota studi di seluruh Indonesia juga sudah mulai habis masa kontraknya, ada kota studi yang sudah habis masa kontraknya,” jelas Kudiai, mahasiswa asal Paniai ini.

Oktober 2018, mahasiswa Paniai dari berbagai kota studi mulai melakukan pertemuan-pertemuan melalui grup-grup elektronik. Mereka berdiskusi.

“Tahun politik, Paniai lagi pemilihan kepala daerah, takutnya dana dari dua pos itu hilang,” begitu Kudiai menjelaskan.

Hasilnya, awal November ditetapkan sebagai waktu tepat bagi mahasiswa Paniai seluruh Indonesia untuk balik ke Paniai, meminta penjelasan dari pihak-pihak terkait di lingkungan Pemda Paniai. Namun harapan untuk segera membayar uang-uang kontrakan yang puluhan juta rupiah itu semakin menjauh.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Paniai , Amatus Tatogo, kepada Anselmus Gobay dan Frans Nawipa sebagai pimpinan mahasiswa Paniai se-Indonesia menjelaskan, dia belum tahu dana pendidikan untuk dua pos itu sudah atau belum dicairkan.

“Saya sendiri tidak tahu pasti dana itu ada dimana. Apakah masih di Dinas Keuangan atau sudah disalurkan ke Dinas Sosial. Saya cek di kantor keuangan, tapi surat pertanggungjawaban (SPJ) belum masuk, ini yang bikin saya bingung jelaskan uang itu ada dimana,” jelas Tatogo kepada perwakilan mahasiswa Paniai se-Indonesia, Kamis, 08 November 2018.

Keesokan harinya, Jumat, 09 November 2018, mahasiswa menuju kantor Dinas Sosial minta penjelasan terkait pencairan dua pos pendidikan tersebut. Tapi tidak ada aktivitas di kantor. Mahasiswa geram dan kemudian menyegel kantor yang tanpa aktivitas tersebut.

Saat itu, kepada awak media yang datang, perwakilan mahasiswa menjelaskan, mereka akan menunggu respon dari Kepala Dinas Sosial Kabupaten Paniai hingga Senin (12/11/2018). Hari ini, tanggal 28 November 2018, tidak ada kejelasan terkait dana ini.

Pimpinan Mahasiswa Diancam Dibunuh Jika JP Masuk Penjara

Manfred Kudiai menjelaskan, oknum JP sebagai Kepala Dinas Sosial Paniai diduga mengancam pimpinan mahasiswa Paniai yang berdemonstrasi menuntut hak mereka.

“Saya dapat informasi ada oknum-oknum yang mengancam koorditor umum aksi Anselmu Gobai, dkk. Sesuai informasi yang saya terima, saat bahas masalah Dana TA dan Pemondokan di depan kantor Bank Papua, Paniai, motor milik Anselmus Gobai sebagai koordinator aksi dibawah lari oleh beberapa orang yang diduga memihak kepada oknum (JP) dan sampai saat ini belum dikembalikan. Dikatan dengan terang-terang oleh oknum-oknum itu, jika JP masuk penjara akan kami balas dengan cara ambil kepala (bunuh) Anselmis Gobai, Frans Nawipa dan Yunus Gobai,” begitu cerita Manfred kepada media ini.

Mahasiswa Paniai se-Indonesia yang berdemonstrasi pada Jumat (09/11) lalu mengatakan, mereka akan melaporkan hal ini kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pewarta: Bastian Tebai