24 Pekerja Jembatan Diberitakan Tewas Dibunuh di Nduga

0
1238

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com— Dikabarkan sekitar 24 orang pekerja pekerja proyek Istaka Karya yang sedang membangun jembatan di Kali Yigi dan Kali Aurak kab. Nduga, Papua. 

Dari informasi masyarakat bahwa pembunuhan terhadap para pekerja proyek Istaka Karya terjadi pada hari Minggu 2 Desember 2018 di Kali Yigi dan Kali Aurak Distrik Yigi Kabupaten Nduga.

Sebelumnya pada hari Sabtu tanggal 1 Desember 2018 sekitar pukul 20.30 Wit, Cahyo, Project Manager PT. Istika Karya paket pembangunan jembatan Habema- Mugi mendapat telepon dari nomor yang biasa dipegang oleh  Jhoni, Koordinator lapangan PT. Istika Karya pengerjaan proyek pembangunan jembatan Habema-Mugi akan tetapi   Cahyo tidak paham dengan maksud pembicaraan orang yang menelepon tersebut.

Jhoni  terakhir PPK Satker PJN IV PU Binamarga wilayah Habema-Kenyam Monang Tobing melakukan komunikasi melalui sms dengan Jhoni pada tanggal 30 November 2018.

Sementara itu, informasi dari pos Satgaspamrahwan 755/Yalet di Napua-Wamena bahwa pada 30 November 2018 pukul 04.00 Wit tercatat 1 mobil ran strada dengan supir atas nama MS dengan muatan BBM Solar milik PT. Istaka Karya menuju Camp Istaka Karya di Distrik Yigi dengan membawa 5 orang pegawai dan tiba kembali di Wamena pada pukul 18.30 Wit.

Selanjutnya pada tanggal 1 Desember 2018 pukul 02.00 Wit tercatat 2 mobil menuju ke Camp Distrik Yigi dengan masing-masing membawa 15 orang pekerja proyek dari PT Istaka Karya. Pada tanggal 2 Desember 2018, pukul 20.00 Wit 1 mobil Strada kembali ke wamena dan pada hari hari Senin tanggal 3 Desember 2018 1 mobil Strada kembali lajuran dari Wamena ke Distrik Mbua Kabupaten Nduga.

Dari informasi bahwa 1 mobil strada yang membawa 15 orang pekerja proyek dari PT Istaka Karya sampai saat ini belum kembali ke Wamena. Mendapat informasi tersebut pada hari Senin tanggal 3 Desember 2018 pukul 15.30 Wit, personil gabungan Polri dan TNI yang dipimpin Kabag Ops Polres Jayawijaya, AKP. R.L. Tahapary bergerak dari Wamena menuju Distrik Yigi Kabupaten Nduga, namun saat tiba di kilo meter 46, tim bertemu dengan salah 1 mobil dari arah Distrik Bua dan menyampaikan untuk tim segera balik karena jalan diblokir oleh Kelompok Bersenjata.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Drs. Ahmad Musthofa Kamal mengatakan, tindakan kepolisian untuk sikapi kejadian ini adalah menerima laporan, melakukan koordinasi dengan pihak terkait, melakukan pengecekan tentang informasi tersebut.

“Saat ini personil gabungan TNI/Polri telah diterjunkan untuk mengecek informasi tersebut dan selalu siap melakukan evakuasi terhadap para korban dan menangkap para pelaku,” katanya dalam siaran pers kepada media di Jayapura, Papua.

“Tadi pagi sudah diberangkatkan dari Wamena lewat jalan darat sekitar 150 pasukan gabungan TNI/Polri,” katanya Dax.

Wakil Ketua DPRD Kab. Nduga, Alimin Gwijangge yang dihubungi TJP pada Selasa (3/12/2018) malam mengatakan 24 pekerja tersebut dikabarkan tewas dibunuh kelompok bersenjata dibawah pimpinan Egianus Kogoya.

“Ada 24 orang yang dibunuh. Dua lainnya melarikan diri,” kata Alimin Gwijangge.

Wakapendam Kodam 17 Cenderawasih, Letkol Dax Sianturi saat dikonfirmasi media ini di Jayapura mengatakan anggota gabungan TNI dan Polri sudah diturunkan.

Gwijangge mengatakan, saat kejadian ia berada di Timika untuk berangkat ke Jayapura. Namun ia kembali ke Nduga setelah mendengar kabar kejadian di distrik Yigi.

Sampai saat ini, tempat terjadinya perkara di distrik Yigi kab. Nduga tidak bisa mendapat gambaran tentang kondisi di lapangan karena daerah tersebut tidak ada signal untuk telepon sehingga informasi dari lapangan sulit didapat sehingga belum ada jumlah pasti tentang korban yang dibunuh di lokasi kejadian.

Pewarta: Arnold Belau