Buka Usaha Depot Air Galon, Kampung Enarotali Paniai Diapresiasi

0
6083

PANIAI, SUARAPAPUA.com — Thomas Yeimo, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) Kabupaten Paniai apresiasi aparat kampung Enarotali Paniai sebagai kampung pertama yang berhasil membuka usaha depot air (galon) minum bersih melalui (BUMDes).

“Kalian luar biasa, saya secara pribadi angkat jempol. Ini sejarah dan prestasi baru yang kalian buat untuk kampung kalian di kabupaten ini,” kata Yeimo saat meresmikan tempat usaha depot air minum tersebut, Sabtu (8/12/2018).

Kata Yeimo, usaha ini merupakan bagian dari pemberdayaan dan pengembangan ekonomi masyarakat kampung seperti yang diamanatkan dalam undang-undang dana desa.

Sehingga ia minta usaha ini harus diseriusi dan berkomitmen untuk kembangkan. Termasuk mengatur baik keuangan dengan menabung, tidak juga pakai diluar dari keperluan usaha ini.

Ia juga minta keterlibatan pengurus kampung untuk dapat menjaga dan kembangkan usaha dengan cara membeli air bersih di depot ini.

Yeimo juga memberikan sumbangan dana sukarela sebesar Rp1 juta sebagai bentuk apresiasi dalam mengembangkan usaha tersebut.

“Ini saya kasih untuk menunjang usaha kalian. Pakai dan kelola dengan baik,” imbuhnya.

Natainel Yogi, sekertaris Kampung Enarotali ketika ditemui suarapapua.com, mengatakan, pihaknya akan menjalankan usaha seperti yang dipesan Kadis DPMK.

“Ya, karena kami sudah beli alat air bersih dengan harga yang sangat mahal, maka kami pasti serius kembangkan usaha ini sampai harus sukses,” kata dia.

Yogi juga berharap supaya tidak hanya masyarakat Enarotali, tetapi juga masyarakat lain dari kampung yang ada sekitar kota Enarotali bisa datang untuk membelinya.

Sementara, Mitra, salah seorang yang menjadi pendamping distrik Paniai Timur, mengaku bangga melihat masyarakatnya dapat membuka usaha depot air minum.

“Saya sebagai pendamping yang selalu mendampingi mereka sangat bangga lihat mereka buka usaha ini. Ini menunjukkan mereka mau belajar berwirausaha. Untuk itu saya akan selalu dampingi sampai benar-benar usaha mereka berkembang,” ucap Mitra.

Diketahui, jumlah dana yang dikelola untuk membuka usaha tersebut sebesar Rp288.942.800. Dananya bersumber dari dana desa tahun 2018.

Pewarta: Stevanus Yogi
Editor: Elisa Sekenyap