Gubernur Port Moresby Penuhi Panggilan Meninjau Posisi PNG untuk West Papua

0
7636

NABIRE, SUARAPAPUA.com — Gubernur Port Moresby, Powes Parkop memenuhi panggilan Pemerintah PNG untuk meninjau posisinya terhadap West Papua dalam mendukung referendum yang disupervisi secara hukum internasional untuk orang lokal Papua, agar memutuskan apakah mereka ingin tetap diintegrasikan dengan Republik Indonesia atau ingin menjadi sebuah negara merdeka pada, Jumat (14/12/2018).

Panggilan itu disampaikan di tengah eskalasi konflik sepuluh hari lalu di Nduga Provinsi Papua yang dipicu oleh pembunuhan 16 buruh pekerja yang diklaim dilakukan oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB).

“Hanya referendum yang benar-benar diawasi dan dilaksanakan secara hukum sesuai dengan hukum internasional akan menyelesaikan krisis atau masalah ini. Keputusan atau pendekatan lain hanya akan memperpanjang masalah dan penderitaan rakyat Papua. ”

Daerah bekas koloni Belanda yang kaya akan sumber daya alam itu, mendeklarasikan dirinya sebagai sebuah Negara independen pada tahun 1961, tetapi Indonesia mengambil alih kekuasaannya pada tahun 1963 dengan syarat bahwa ia harus melakukan referendum tentang keinginan mereka untuk merdeka.

Setelah dianeksasi, enam tahun kemudian melalui suara yang diback up PBB yang populer dilihat sebagai tindakan kepalsuan.

“Kampanye untuk menentukan nasib sendiri tidak akan berhenti. Indonesia tidak akan pernah memenangkan perang merebut hati dan pikiran. Mereka mungkin memenangkan beberapa pertempuran, tetapi masih akan kalah perang. Lebih cepat, mereka dan PNG akan sepakat dengan fakta ini, akan lebih baik untuk semua. ”

“Semangat kemerdekaan tidak akan pernah mati karena pemungutan suara pada tahun 1969 tidak pernah dilakukan atas dasar hak pilih universal dan sesuai dengan hukum. Selama Indonesia tidak melakukan apa-apa, maka api kemerdekaan itu akan meningkat di luar kendali mereka,”kata Parkop memperingatkan.

Parkop mengatakan; “Kami akan berada di sisi kanan dalam sejarah menyeruhkan mendukung penentuan nasib sendiri, karena itulah satu-satunya cara untuk menyelesaikan masalah.”

“Jika suara yang diawasi dengan benar dilakukan sekarang dan orang Papua diputuskan oleh mayoritas untuk tetap tinggal sebagai bagian integral dari Republik Indonesia, saya akan menghormatinya. Saat ini tidak peduli apa posisi PNG dan Indonesia, itu tidak akan menyelesaikan masalah! Satu-satunya solusi adalah referendum yang diadakan secara hukum. ”

Pewarta : Yance Agapa

Editor: Elisa Sekenyap

Sumber   : legendfm.net