Suara Papua http://suarapapua.com Situs Berita dan Informasi Seputar Tanah Papua. Wed, 26 Apr 2017 08:14:02 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=4.7.4 http://suarapapua.com/wp-content/uploads/2016/06/cropped-index-150x150.png Suara Papua http://suarapapua.com 32 32 Keluarga Dua Tapol Papua Berterima Kasih Kepada Pengacara Gustaf Kawer http://suarapapua.com/2017/04/24/keluarga-dua-tapol-papua-berterima-kasih-kepada-pengacara-gustaf-kawer/ http://suarapapua.com/2017/04/24/keluarga-dua-tapol-papua-berterima-kasih-kepada-pengacara-gustaf-kawer/#respond Mon, 24 Apr 2017 08:21:06 +0000 http://suarapapua.com/?p=14387 PANIAI, SUARAPAPUA.com — Keluarga dua Tahanan Politik (Tapol) Papua, Jemmy Magai Yogi dan Demianus Magai Yogi, menyampaikan terima kasih kepada koordinator Penasehat Hukum dan Perkumpulan Advokat/Pengacara HAM Untuk Papua, Gustaf Rudolf Kawer beserta dua stafnya. Hal ini diungkapkan Papuana Yogi, kakak kandung dari kedua terdakwa, kepada suarapapua.com, melalui telepon seluler, Minggu (23/4/2017), menanggapi putusan Pengadilan Negeri […]

Posting Keluarga Dua Tapol Papua Berterima Kasih Kepada Pengacara Gustaf Kawer ditampilkan lebih awal di Suara Papua.

]]>
PANIAI, SUARAPAPUA.com — Keluarga dua Tahanan Politik (Tapol) Papua, Jemmy Magai Yogi dan Demianus Magai Yogi, menyampaikan terima kasih kepada koordinator Penasehat Hukum dan Perkumpulan Advokat/Pengacara HAM Untuk Papua, Gustaf Rudolf Kawer beserta dua stafnya.

Hal ini diungkapkan Papuana Yogi, kakak kandung dari kedua terdakwa, kepada suarapapua.com, melalui telepon seluler, Minggu (23/4/2017), menanggapi putusan Pengadilan Negeri (PN) Nabire tak terlepas dari kerja keras tim penasehat hukum mengadvokasi kasus tersebut selama persidangan.

“Terima kasih banyak karena mereka telah setia mendampingi kedua terdakwa dari sidang pertama (30/1/2017) digelar hingga sidang terakhir (12/4/2017),” katanya.

Selain itu, menurut Papuana, ucapan terimakasih itu disampaikan juga karena putusan hukuman pidana yang dijatuhkan Hakim Ketua pada Rabu (12/4/2017) di Pengadilan Negeri Nabire terhadap kedua saudaranya selama 15 bulan terhitung semenjak ditahan tahun lalu, sangat memuaskan.

“Hanya ucapan terimakasih yang kami bisa ucapkan kepada saudara Gustaf dan dua stafnya, karena awalnya kami keluarga pikir hukuman yang akan dijatuhkan kepada kedua saudara kami berat. Tetapi rupanya tidak, mereka akan bebas bulan Desember mendatang. Ini hasil kerja keras mereka,” tuturnya.

Luar biasanya lagi, menurut dia, karena mereka telah mempertaruhkan nyawa serta mengorbankan seluruh tenaga, waktu dan pikiran hanya untuk membela kedua saudaranya.

“Sekali lagi hanya Tuhan dan alam Papua memberkati mereka dalam setiap pekerjaan mereka selanjutnya,” ucap Papuana.

Tinus Pigai, tokoh pemuda Paniai, menyampaikan hal yang sama. Kata Tinus, sejak awal mendampingi kedua terdakwa secara mental mereka sudah merada dalam tekanan, namun tak gentar. Ini luar biasa.

“Sebagai manusia biasa tentu mental terganggu walaupun itu pekerjaan mereka. Untuk itu, kami berterima kasih sekali,” ucapnya.

Diceritakan pengalaman selama persidangan berlangsung dari awal hingga selesai, kedua pengacara, Fera Mersy dan Andreas, yang mewakili Gustaf Kawer mengaku sering diancam dan diteror oknum tertentu.

“Saya bilang mereka luar biasa karena pernah mereka cerita bahwa mereka sering diintai oleh orang tak dikenal saat berada di rumah ataupun saat di jalan,” tutur Tinus.

Di lain kesempatan, salah satu anggota dari kedua terdakwa yang namanya tak mau disebutkan, menyampaikan ucapan yang sama kepada tim penasehat hukum.

“Dari kami tidak ada kata apa-apa yang bisa kami sampaikan kepada pengacara Gustaf Kawer dan kawan-kawannya. Bapa Yesus berkati mereka,” katanya ketika ditemui media ini.

Diberitakan sebelumnya, kedua terdakwa ditangkap Timsus Polda Papua di pelataran Bandar Udara Sentani, Kabupaten Jayapura, pada 13 November 2016 lalu. Ditangkap bersama dua terdakwa lainnya, Aloysius Kayame dan Jonah Wenda. Menjalani masa tahanan kurang lebih satu bulan di tahanan Polda Papua, tiga diantaranya dipindahkan ke Polres Nabire dan disidangkan di PN Nabire.

Setelah sidang pertama Senin (30/1/2017), sidang berikut ditunda karena tak didampingi pengacara. Sidang ketiga, Senin (13/2/2017), juga ditunda lantaran saksi kedua terdakwa tak hadir.

Jemmy dan Demianus pada sidang putusan, Rabu (12/4/2017), divonis penjara 1 tahun 3 bulan terhitung sejak ditahan. Sisa masa kurungan 8 bulan. Hakim ketua membacakan putusan, dakwaan pelapor tak dapat dibuktikan di hadapan hukum. Putusan ini mengabulkan nota pembelaan terdakwa pada sidang hari Senin (10/4/2017), dan lebih rendah dari tuntutan jaksa di persidangan.

Pewarta: Stevanus Yogi

 

Posting Keluarga Dua Tapol Papua Berterima Kasih Kepada Pengacara Gustaf Kawer ditampilkan lebih awal di Suara Papua.

]]>
http://suarapapua.com/2017/04/24/keluarga-dua-tapol-papua-berterima-kasih-kepada-pengacara-gustaf-kawer/feed/ 0
Pasang Listrik Prabayar, Masyarakat Paniai Merasa Dirugikan http://suarapapua.com/2017/04/24/pasang-listrik-prabayar-masyarakat-paniai-merasa-dirugikan/ http://suarapapua.com/2017/04/24/pasang-listrik-prabayar-masyarakat-paniai-merasa-dirugikan/#respond Mon, 24 Apr 2017 07:11:13 +0000 http://suarapapua.com/?p=14392 PANIAI, SUARAPAPUA.com — Pemasangan meter listrik prabayar yang dilakukan sejak dua bulan lalu di kabupaten Paniai, khususnya di kota Enarotali dan Madi, oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) Cabang Manokwari Ranting Nabire, dinilai merugikan. Keluhan ini disampaikan masyarakat setempat lantaran meteran pulsa listrik yang dipasang sering mengalami gangguan yang mengakibatkan lampu tidak menyala baik. “Sejak pasang […]

Posting Pasang Listrik Prabayar, Masyarakat Paniai Merasa Dirugikan ditampilkan lebih awal di Suara Papua.

]]>
PANIAI, SUARAPAPUA.com — Pemasangan meter listrik prabayar yang dilakukan sejak dua bulan lalu di kabupaten Paniai, khususnya di kota Enarotali dan Madi, oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) Cabang Manokwari Ranting Nabire, dinilai merugikan.

Keluhan ini disampaikan masyarakat setempat lantaran meteran pulsa listrik yang dipasang sering mengalami gangguan yang mengakibatkan lampu tidak menyala baik.

“Sejak pasang pulsa listrik di rumah saya, sejak itu lampu tidak menyala baik. Mati berapa menit terus menyala lagi, begitu terus tiap malam,” kata Abeth Bunai, di Enarotali, Minggu (23/4/2017) sore.

Akibat gangguan tersebut, ia merasa telah dirugikan pihak PLN. Karena sudah beli pulsa listrik berulang kali dan untuk memperbaikinya harus beli alat-alat baru dengan uang sendiri.

“Saya pikir pulsa habis, jadi waktu itu saya beli pulsa ulang-ulang. Tetapi tetap ada gangguan. Karena begitu terus, saya pergi lapor ke petugas PLN Paniai, setelah itu mereka datang dan ganti nomor kode pulsa listrik. Untuk perbaiki itu, saya harus beli alat-alat baru. Sekarang sudah tidak ada masalah. Tetapi ini merugikan saya, karena dari awal mereka tidak pasang baik. Mereka asal pasang dengan alat-alat murahan yang cepat rusak, yang penting jadi, sepertinya begitu,” beber Abeth kecewa.

Di tempat terpisah, Simon Yogi, warga Enarotali, mengeluhkan hal yang sama. Ia mengaku telah memutuskan meteran pulsa listrik di rumahnya sejak ada gangguan.

“Karena lampu mati menyala terus selama beberapa hari di rumah saya, meteran saya putuskan langsung. Takut rumah terbakar,” kata Simon.

Akhirnya, kata dia, sudah sebulan lebih rumahnya tanpa lampu.

Simon kecewa dengan pemasangan listrik prabayar yang dilakukan pihak PLN. “Meteran biasa boleh bagus, tidak pernah ada gangguan. Kalau yang baru ini bikin kecewa sekali,” ujarnya.

Terkait itu, Yulius Magai, pegawai PLN Paniai, mengatakan, gangguan tersebut terjadi karena kesalahan teknis.

“Itu hanya kesalahan teknis saja. Karena setelah kami ganti nomor meteran pulsa listrik, tidak ada gangguan lagi,” kata Magai.

Untuk itu, kepada masyarakat disarankan agar segera melaporkan ke pihak PLN jika ditemukan gangguan serupa atau gangguan lainnya pada meteran pulsa listrik.

“Intinya kalau ada gangguan, cukup yang punya rumah datang lapor kami. Pasti kami akan datang dan perbaiki yang rusak,” jelasnya.

Pewarta: Stevanus Yogi

 

Posting Pasang Listrik Prabayar, Masyarakat Paniai Merasa Dirugikan ditampilkan lebih awal di Suara Papua.

]]>
http://suarapapua.com/2017/04/24/pasang-listrik-prabayar-masyarakat-paniai-merasa-dirugikan/feed/ 0
Jakarta Melalui Pokja Papua Stop Atur Pasar Mama-Mama Papua! http://suarapapua.com/2017/04/23/jakarta-melalui-pokja-papua-stop-atur-pasar-mama-mama-papua/ http://suarapapua.com/2017/04/23/jakarta-melalui-pokja-papua-stop-atur-pasar-mama-mama-papua/#respond Sun, 23 Apr 2017 14:59:46 +0000 http://suarapapua.com/?p=14380 JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Realisasikan niat pemerintah memerhatikan Mama-Mama Papua dengan menyediakan pasar representatif, ternyata butuh waktu lama. 15 tahun berlalu, pasar di jantung kota Jayapura sudah dibangun. Kini masalah dimunculkan lagi oleh Kelompok Kerja (Pokja) Papua. Pdt. Dora Balubun, koordinator Solidaritas Pedagang Asli Papua (Solpap) menegaskan bahwa kehadiran Pokja Papua justru menambahkan persoalan baru karena […]

Posting Jakarta Melalui Pokja Papua Stop Atur Pasar Mama-Mama Papua! ditampilkan lebih awal di Suara Papua.

]]>
JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Realisasikan niat pemerintah memerhatikan Mama-Mama Papua dengan menyediakan pasar representatif, ternyata butuh waktu lama. 15 tahun berlalu, pasar di jantung kota Jayapura sudah dibangun. Kini masalah dimunculkan lagi oleh Kelompok Kerja (Pokja) Papua.

Pdt. Dora Balubun, koordinator Solidaritas Pedagang Asli Papua (Solpap) menegaskan bahwa kehadiran Pokja Papua justru menambahkan persoalan baru karena datang mengintervensi setelah pasar sudah dibangun.

Terkait hal itu, Solpap bersama berbagai elemen masyarakat tetap tak terima apapun rencana dan program Pokja Papua yang dianggap muncul bak pahlawan di tengah derai air mata berkepanjangan Mama-mama Papua.

“Pada dasarnya kami menolak kebijakan Pokja Papua yang tidak berpihak terhadap Mama-mama pedagang asli Papua,” tegasnya belum lama ini di Kota Jayapura.

Intervensi Pokja Papua menurut Dora, justru bertolakbelakang dengan niat pemerintah dalam hal ini Presiden Joko Widodo.

“Setelah berjuang selama 15 tahun, bapak presiden Jokowi sudah memberikan satu pasar untuk Mama-mama Papua. Tetapi kenapa ada kebijakan lain dari Pokja Papua? Ini tra boleh terjadi,” ujarnya.

Kalaupun pasar sudah dibangun oleh pemerintah pusat, Solpap yang selama ini konsisten mendampingi Mama-mama pedagang asli Papua tak mau dipermainkan lagi seperti sudah terjadi selama belasan tahun menanti perhatian menjawab kerinduan.

Pendeta Dora menuding, “Pokja Papua mengambil alih semua pekerjaan Solpap yang jelas-jelas akan menutup ruang gerak dari Mama-mama pedagang di pasar Papua.”

Frengki Warer, pendamping Mama-mama Pasar Papua, menilai hadirnya Pokja Papua merupakan bukti tidak menghargai perjuangan selama 15 tahun. Sebab, sejumlah kegiatan diambil-alih Pokja Papua tanpa koordinasi dan transparansi. Ini dianggapnya satu bentuk intervensi yang patut dipertanyakan.

“Ini yang membuat Mama-mama dan Solpap berpikir bahwa Pokja Papua seolah-olah melangkahi kami yang selama ini selalu mengawal Mama-mama pedagang asli Papua dalam memperjuangkan hak-hak mereka,” katanya. (Baca juga: Pokja Papua Dinilai ‘Sok Tau’ dan Langkahi Solpap Soal Pasar Mama-Mama Papua)

Sampaikan Tuntutan

Solpap dan berbagai elemen gerakan sosial Papua tetap tolak Pokja Papua pimpinan Judith Jubilina Navarro Dipodiputro atau akrab disapa Judith Dipodiputro. Sikap penolakan itu diungkapkan melalui beberapa kali aksi damai.

Dalam aksi massa yang dipusatkan di Taman Imbi, Kota Jayapura, Senin (3/4/2017) lalu, sikap tegas menolak keberadaan Pokja Papua disampaikan perwakilan berbagai pihak. Pokja dikecam karena secara jelas-jelas mengambil alih Pasar Mama-mama Papua. (Klik galeri foto di sini)

Aksi ini diadakan setelah sebelumnya sempat menggelar aksi damai dan pemutaran film, Sabtu (1/4/2017) di Jalan Biak, Abepura, kota Jayapura.

Banyak suara kecewa dan tuntutan diungkapkan dalam aksi tersebut. Kampanye selamatkan Mama-mama pasar Papua juga dikumandangkan secara tegas menyusul intervensi Pokja Papua.

Tak lebih dari lima butir pernyataan sikap yang ditujukan ke Pokja Papua, dibacakan oleh aktivis Solpap dalam aksi damai itu.

Datangkan Tomat dari Gorontalo

Menolak intervensi Pokja Papua, salah satu pemicunya karena bahan lokal akan didatangkan dari luar Papua untuk dijual pasar baru ini. Contohnya datangkan tomat dan cabe dari Gorontalo, provinsi Sulawesi Utara.

Konon, didatangkan untuk dijual di Pasar Mama-mama Papua dengan tujuan menstabilkan harga dan menjaga stok komoditi tersebut di Jayapura tetap dalam posisi stabil.

Menurut Frengki, ini satu alasan tak logis. Sebab, bagi Solpap, hal itu akan berdampak pada jatuhnya harga cabai dan tomat yang dijual oleh Mama-mama Papua. Tentu pula mempengaruhi pendapatan mereka perharinya.

Tak hanya itu. Pokja Papua secara diam-diam datangkan stok daging sapi belasan ton dari Jawa. Ini tak diketahui Solpap.

Pokja Papua juga larang jual daging babi di pasar baru.

Beberapa hal ini dicurigai upaya mematikan misi awal sejak 15 tahun Solpap berjuang bersama Mama-mama asli Papua. Setelah sukses memperjuangkan pasar yang representatif dibangun di kota Jayapura, Mama-mama Papua harus berjuang lagi untuk menolak kebijakan baru dari Pokja Papua yang konon dimanfaatkan kepentingan pihak tertentu.

“Sudah jelas Pokja mau kuasai pasar itu untuk proyek mereka,” ujar seorang aktivis Solpap saat berorasi di Taman Imbi.

Advokasi

Pengelolaan pasar Mama-Mama Papua memang harus dimulai secara baik untuk mewujudkan harapan dan kerinduan selama ini. Bukan oleh pihak lain, apalagi Pokja Papua dari Jakarta, tetapi mesti ditangani langsung oleh mereka yang selama ini secara langsung selalu bersama mama-mama pedagang.

Dengan dukungan semua elemen sosial kemasyarakatan dan advokasi yang konsisten, tujuan baik diharapkan akan tercapai. Itu menurut Simon Pattiradjawane, pengacara dari LBH Papua, wajib sifatnya.

Simon menyatakan, pihaknya tetap melihat secara serius persoalan ini. Agar pasar digunakan sesuai tujuan awal. Tidak dimanfaatkan kelompok tertentu.

“Kami akan terus kawal aspirasi dari mama-mama pedagang asli Papua sampai merebut kembali apa yang seharusnya milik mama-mama Papua. Itu sangat penting,” ujar Simon.

Jikapun kehadiran kelompok tertentu bertujuan kurang baik, kata dia senada dengan Dora, Solpap dan berbagai elemen tetap konsisten perjuangkan misi awal sejak belasan tahun silam bersama Roberth Jitmau yang akhirnya menjadi tumbal atas proyek pembangunan pasar tersebut.

“Perbedaan dibuat oleh pemerintah karena kita punya kesempatan yang berbeda. Tetapi, kita tetap menolak perbedaan yang dibuat tanpa melihat kebutuhan Mama-mama Papua,” tegasnya.

Tentu saja dengan advokasi mempertegas kembali tujuan aspirasi pembangunan pasar. Juga perlu suara dari DPRP. Dengan kewenangannya mengundang pemerintah Kota dan Provinsi serta pihak terkait bicara cari solusi terbaik soal pasar baru di jantung kota Jayapura.

Pasar ini dibangun di atas lokasi seluas 4.490 meter persegi. Lokasi itu sebelumnya ditempati Damri. Pasar dibangun setelah presiden Jokowi letakkan batu pertama, Sabtu (30/4/2016) lalu yang dihadiri pula Thomas Lembong menteri Perdagangan, Rini Soemarno menteri BUMN, Lukas Enembe gubernur Papua, dan sejumlah pejabat lainnya. Sesuai instruksi Jokowi, pasar dibangun dibawah kendali Kementerian BUMN.

Harapan hari ini, tentu seturut harapan Jokowi, pasar tersebut dapat dikelola dengan baik dalam rangka pertumbuhan ekonomi di daerah ini.

Pewarta: Harun Rumbarar

Posting Jakarta Melalui Pokja Papua Stop Atur Pasar Mama-Mama Papua! ditampilkan lebih awal di Suara Papua.

]]>
http://suarapapua.com/2017/04/23/jakarta-melalui-pokja-papua-stop-atur-pasar-mama-mama-papua/feed/ 0
Terbakar Dua Tahun Lalu, Pasar Sentral Enarotali Belum Dibangun http://suarapapua.com/2017/04/23/terbakar-dua-tahun-lalu-pasar-sentral-enarotali-belum-dibangun/ http://suarapapua.com/2017/04/23/terbakar-dua-tahun-lalu-pasar-sentral-enarotali-belum-dibangun/#respond Sun, 23 Apr 2017 14:18:32 +0000 http://suarapapua.com/?p=14370 PANIAI, SUARAPAPUA.com — Pasar sentral Enarotali, Paniai, Papua, yang terbakar pada 30 September 2015, hingga kini belum dibangun ulang. Akibatnya, aktivitas jual beli dilakukan di pinggir jalan raya yang tampak sangat kumuh. Tak ada tempat layak untuk mama-mama berjualan. Di bekas pasar onggokan sampah berserakan dimana-mana, dan banyak rumput tumbuh subur. Dalam kondisi demikian, mama-mama […]

Posting Terbakar Dua Tahun Lalu, Pasar Sentral Enarotali Belum Dibangun ditampilkan lebih awal di Suara Papua.

]]>
PANIAI, SUARAPAPUA.com — Pasar sentral Enarotali, Paniai, Papua, yang terbakar pada 30 September 2015, hingga kini belum dibangun ulang. Akibatnya, aktivitas jual beli dilakukan di pinggir jalan raya yang tampak sangat kumuh. Tak ada tempat layak untuk mama-mama berjualan.

Di bekas pasar onggokan sampah berserakan dimana-mana, dan banyak rumput tumbuh subur. Dalam kondisi demikian, mama-mama Papua di Paniai yang biasa berjualan memilih menjajakan hasil taninya di atas tanah di sepanjang pinggiran jalan raya yang ramai dilewati kendaraan.

Mama Rut Gobai, penjual sayur, mengatakan, karena di Paniai tidak ada pasar, terpaksa menjual pinggir jalan.

“Sejak pasar terbakar, pasar sudah tidak ada. Terpaksa kami semua jual di pinggir jalan. Sekarang sudah tahun ketiga kami jual di pinggir jalan,” kata Rut di Enarotali, Sabtu (22/4/2017) kemarin.

Terkait rencana pembangunan pasar, ia mengaku tak tahu. “Kalau bangun ulang pasar ini kami tidak tahu. Memang pernah pemerintah daerah datang ambil nama kami dan foto pasar ini, tapi tidak tahu kapan mereka akan bangun,” ucapnya.

Ibu empat anak ini menambahkan, setelah ada pendataan, tidak ada tindaklanjut. Ia merasa bingung dengan pendataan yang sudah dilakukan pemerintah daerah karena sampai hari ini pembangunan belum dikerjakan.

“Tidak ada tanda-tanda, jadi pendataan itu dibuat untuk apa? Waktu ambil nama kami, pemerintah bilang untuk bangun pasar,” kata Mama Rut.

Dalam ketidakpastian itu, mama cacat mata ini selalu datang untuk berjualan. Hasil yang didapat, ia pakai mencukupi kebutuhan sehari-hari. Jika lebih, biayai studi anak-anaknya.

“Waktu pertemuan di aula Uwatawogi Yogi, depan semua masyarakat Paniai, bupati bilang akan bangun pasar dalam tahun ini. Kami tunggu janji itu,” tuturnya.

Terpisah, Tinus Pigai, tokoh pemuda Paniai, mengatakan, seharusnya pasar yang terbakar itu sudah dibangun untuk kepentingan perekonomian daerah.

Karena, menurut dia, selain menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, pembangunan pasar tersebut sudah agenda pusat berbarengan dengan pasar-pasar Mama-mama Papua di beberapa daerah di Papua yang sudah jadi dan siap pakai, seperti di kota Jayapura, kabupaten Jayapura, Wamena dan lainnya.

“Setelah pasar ini terbakar, Lenis Kogoya, staf khusus Presiden Jokowi untuk wilayah Papua, pernah datang melihat langsung dan dia waktu itu bilang kepada Mama-mama bahwa pasar akan segera dibangun ulang. Tetapi rupanya itu hanya janji saja. Sampai sekarang pasar masih begitu saja,” ujar Tinus.

Pewarta: Stevanus Yogi

 

Posting Terbakar Dua Tahun Lalu, Pasar Sentral Enarotali Belum Dibangun ditampilkan lebih awal di Suara Papua.

]]>
http://suarapapua.com/2017/04/23/terbakar-dua-tahun-lalu-pasar-sentral-enarotali-belum-dibangun/feed/ 0
Alpian Yalak: Sebelum Alihkan Sungai Bontho, Harus Ada Tempat Bagi Warga http://suarapapua.com/2017/04/23/alpian-yalak-sebelum-alihkan-sungai-bontho-harus-ada-tempat-bagi-warga/ http://suarapapua.com/2017/04/23/alpian-yalak-sebelum-alihkan-sungai-bontho-harus-ada-tempat-bagi-warga/#respond Sat, 22 Apr 2017 16:51:01 +0000 http://suarapapua.com/?p=14326 YAHUKIMO, SUARAPAPUA.com — Sebelum lakukan pengalihan aliran sungai Bontho di pinggir Bandar Udara Nop Golita Dekai, Yahukimo, sebaiknya pemerintah daerah segera sediakan lokasi baru yang tepat bagi warga setempat disertai ganti rugi tanaman. “Rencana sungai Bontho dialihkan itu bagus, kita semua mendukung. Tetapi, sebaiknya rumah-rumah warga harus dipindahkan terlebih dulu. Cari lokasi baru, bangun rumah […]

Posting Alpian Yalak: Sebelum Alihkan Sungai Bontho, Harus Ada Tempat Bagi Warga ditampilkan lebih awal di Suara Papua.

]]>
YAHUKIMO, SUARAPAPUA.com — Sebelum lakukan pengalihan aliran sungai Bontho di pinggir Bandar Udara Nop Golita Dekai, Yahukimo, sebaiknya pemerintah daerah segera sediakan lokasi baru yang tepat bagi warga setempat disertai ganti rugi tanaman.

“Rencana sungai Bontho dialihkan itu bagus, kita semua mendukung. Tetapi, sebaiknya rumah-rumah warga harus dipindahkan terlebih dulu. Cari lokasi baru, bangun rumah baru. Terus ganti rugi semua tanaman dan yang lainnya. Ini permintaan masyarakat,” ujar Alpian Yalak, kepala suku umum kabupaten Yahukimo, saat diwawancarai di depan kios yang akan direlokasi pada Jumat (21/4/2017) malam.

Kata Alpian, program perpanjangan bandara yang direncanakan oleh pemerintah pusat akan berlangsung sesuai target yang penting masyarakat yang ada di pinggiran bandara harus dipindahkan dan ada ganti ruginya bagi setiap rumah yang terkena dampak proyek ini.

“Saya sebagai kepala suku umum di kabupaten ini yang dipercayakan oleh beberapa suku dan sub rayon, dengan tegas sampaikan bahwa rumah yang mau dipindahkan itu harus jelas dulu. Kalau tidak, saya yang akan pimpin demo untuk memalang alat berat yang mau dipakai kerja di pinggir sungai,” tegasnya.

Alpian mengaku kegiatan pengalihan aliran sungai terseut berdampak besar karena banyak rumah warga akan digusur.

“Setelah ambil data kemarin, rumah saya juga kena, termasuk rumah adik kandung saya juga. Bahkan keluarga saya dari Ngalik, Hubla, Kimyal, Yally, dan Momuna pun rumahnya ada di pinggiran sungai dekat bandara. Saya harap, dengan dana Otsus itu berikan kami tempat dan ganti rugi semua tanaman. Kami tidak mau korban dua kali, karena pertama kali saat kita membangun tidak ada satu pun yang bantu,” tandasnya.

Klaim dia selama ini yang namanya dana otonomi khusus tidak pernah dirasakan masyarakat sejak masa Ones Pahabol hingga sekarang. “Kalau bisa masyarakat saya di 51 distrik, pemerintah harus kasih tempat layak, supaya suku-suku yang ada kita bisa dan ke depan tidak ribut-ribut dengan pemerintah daerah,” ujar Alpian didampingi beberapa warga setempat.

Ia mengaku menjabat sebagai kepala suku umum sejak beberapa tahun lalu, belum pernah ada dana Otsus yang dirasakan langsung masyarakat Yahukimo. “Sekarang untuk perpanjangan lapangan ini sudah dibayar dari dana Otsus itu, jadi kita tidak bisa pindahkan seenaknya. Harus ada kejelasan dulu,” tegas Alpian.

Untuk itu, pihaknya berharap pemerintah harus bicara dengan masyarakat dan disitu para tokoh hadir untuk cari solusi terbaik.

“Proyek lapangan terbang ini kalau rencana pemerintah pusat berarti pusat dorang harus datang ketemu kita. Intinya pemerintah harus siapkan tempat, bangun rumah dan serahkan kunci baru kita akan mempersilakan untuk bisa alihkan sungai yang mengalir di pinggiran rumah-rumah warga,” ujar Alpian.

20 Rumah

Terdapat puluhan rumah milik warga di pinggir bandara Nap Goliat. Apakah semua rumah atau hanya beberapa saja yang akan direlokasi, tim sudah mendata di tahap pertama.

Natan Lagowan setelah ikut bersama tim yang mengambil data kemarin menyebut sedikitnya 20 rumah akan direlokasi.

“Dari hasil pendataan tim, rumah yang kena dampak pengalihan sungai Bontho itu ada 20 rumah. Itu rumah-rumah yang memang dekat sekali dengan bandara Nop Goliat,” jelasnya.

Sedangkan rumah-rumah warga yang terletak di Jalan Sosial, kata Lagowan, tidak masuk dalam pendataan. “Saya tidak tahu, mungkin ini tahap pertama. Nanti kalau ada tahap kedua, semua ini bisa kena. Artinya, sudah pasti direlokasi juga,” katanya.

Diakui, proyek perpanjangan bandara akan dikerjakan selama dua tahun, diawali pendataan dan relokasi rumah warga. “Kalau pendataan lanjutan, rumah-rumah ini semua kena dampak. Kalau ini semua berarti mau dan tidak mau harus pindah ke tempat baru,” tandas Lagowan.

Kepala bandara Nop Goliat, Joko Harjani mengatakan, rencana perpanjangan yang akan di lakukan sekarang sesuai arahan presiden Jokowi pada tangal 18 oktober 2016, bahwa bandara udara Nop Goliat Dekai harus ditambah menjadi 2.500 meter, maka rumah warga yang ada di pingir bandara akan dipindahkan ke tempat lain yang sudah disediakan Pemkab. Yahukimo.

“Kami sudah bicara dengan bupati kemarin untuk bicarakan perpanjangan bandara. Perpanjangan bandara dilakukan supaya pesawat boeing bisa mendarat. Terkait ini, Kementerian Perhubungan sudah instruksikan agar perpanjangan bandara harus diselesaikan dalam dua tahun,” katanya kepada wartawan pada Kamis (20/4/2017) di Yahukimo.

Ia menjelaskan, perpanjangan bandara akan selesai pada tahun 2018. Tahun ini pengerjaanya alihkan sungai yang ada di ujung bandara. Dan tahun depan akan fokus untuk perpanjang bandara.

Baca: Perpanjang Bandara Nop Goliat, Warga di Pinggir Bandara Akan Direlokasi

“Dampak dari pengalihan sungai, akan kena perumahan masyarakat. Karena kali Bonto akan diarahkan ke sekitar hunian warga. Untuk saat ini, kami sedang mendata rumah warga yang akan kena dampak pengalihan sungai ini, supaya kami bayar ganti rugi dan proses perpanjangan bisa dilakukan,” terangnya.

Sementara itu, Yakober Mendila, Kepala dinas Perhunungan kab. Yahukimo mengatakan, Pemerintah sedang menyiapkan langkah-langkah terkait perpanjangan lapangan Nop goliat yang akan selesai pada tahun depan.

“Kajian pihak bandara dan itu sudah dilakukan. Dalam waktu dekat rumah-rumah yang ada di pinggiran bandara akan direlokasi. Program relokasi akan bertahap. Pertama diprioritaskan bagi masyarakat yang kena dampak arus kali dan tahap kedua akan berpikir untuk masyarakat yanglain,” katanya.

 

Pewarta: Ardi Bayage

 

Posting Alpian Yalak: Sebelum Alihkan Sungai Bontho, Harus Ada Tempat Bagi Warga ditampilkan lebih awal di Suara Papua.

]]>
http://suarapapua.com/2017/04/23/alpian-yalak-sebelum-alihkan-sungai-bontho-harus-ada-tempat-bagi-warga/feed/ 0
KMK USTJ Serukan Wajib Selamatkan Bumi Papua http://suarapapua.com/2017/04/23/kmk-ustj-serukan-wajib-selamatkan-bumi-papua/ http://suarapapua.com/2017/04/23/kmk-ustj-serukan-wajib-selamatkan-bumi-papua/#respond Sat, 22 Apr 2017 16:13:09 +0000 http://suarapapua.com/?p=14331 JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Keluarga Mahasiswa Katolik (KMK) Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ) menyerukan, semua pihak wajib selamatkan bumi Papua dari ancaman kehancuran karena berdampak langsung terhadap kehidupan manusia saat ini dan masa depan Papua. Seruan itu mengemuka pada seminar sehari yang digelar KMK-USTJ, Sabtu (22/4/2017) di ruang H-3 Fakultas Kesehatan USJT, Abepura, Jayapura. Seminar […]

Posting KMK USTJ Serukan Wajib Selamatkan Bumi Papua ditampilkan lebih awal di Suara Papua.

]]>
JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Keluarga Mahasiswa Katolik (KMK) Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ) menyerukan, semua pihak wajib selamatkan bumi Papua dari ancaman kehancuran karena berdampak langsung terhadap kehidupan manusia saat ini dan masa depan Papua.

Seruan itu mengemuka pada seminar sehari yang digelar KMK-USTJ, Sabtu (22/4/2017) di ruang H-3 Fakultas Kesehatan USJT, Abepura, Jayapura.

Seminar sehari bertema “Mari Selamatkan Bumi Papua”, menurut Thomas Fransiskus Saa, ketua panitia kegiatan, diadakan dalam rangka Hari Bumi Internasional yang biasa diperingati tiap tanggal 22 April.

Thomas saat diwawancarai suarapapua.com, menjelaskan, pada dasarnya seminar ini bagian dari kegiatan ilmiah yang diharapkan agar mahasiswa-mahasiswi mendapat banyak pengetahuan tentang bumi dan segala isinya.

“Kami memperingati hari bumi sekaligus saling berdiskusi tentang bagaimana pentingnya menjaga bumi agar setiap manusia tidak hanya tinggal, namun harus memiliki rasa kepedulian yang tinggi guna menjaga bumi dari ancaman manusia tidak bertanggungjawab,” tuturnya.

Untuk itu, kepada teman-teman yang mengikuti acara tersebut maupun tidak sempat hadir, ia mengajak agar sama-sama menjaga alam Papua yang saat ini menjadi paru-paru bagi dunia dan terlebih khusus demi generasi Papua yang akan melanjutkan kehidupan di Tanah Papua.

Alexander Gobai, penanggungjawab kegiatan ini, menyatakan sangat peduli dengan isu kerusakan bumi dan ekosistem di Tanah Papua.

Kata Alex, hari bumi yang setiap tahun diperingati di seluruh dunia tepat pada tanggal 22 April ini adalah momentum tepat untuk saling mengingatkan sekaligus menjaga tanah kita dan segala isinya.

Keberadaan Papua dengan segala ekosistem, tegas dia, wajib diselamatkan oleh semua pihak dari ancaman kerusakan dan kehancuran. “Anak Papua wajib menjaga hutannya masing-masing. Kita wajib rawat dan selamatkan,” ujar ketua KMK USTJ ini.

Agenda setelah ini, jelas Gobai, pihaknya pada pekan depan akan melakukan kegiatan penanaman kembali bibit pohon di sejumlah lokasi.

“Kegiatannya nanti kami pusatkan di Koya, kota Jayapura. Sementara kami masih koordinasi dengan pihak terkait guna mendapat informasi tempat yang tepat,” imbuhnya.

Ia juga mengaku prihatin dengan banyaknya kasus pengrusakan hutan sebagai pusat udara segar. “Fakta dimana-mana banyak pohon ditebang habis. Hutan dibakar. Ini sangat disayangkan. Dampaknya sangat besar terhadap kehidupan kita terutama generasi berikut,” tandas Gobai.

Seminar dibuka oleh Nelius Wenda, Presiden Mahasiswa USTJ. Hadir beberapa narasumber dari instansi pemerintah dan Lembaga Swadaya Masyarakat seperti WWF Indonesia Papua Program, Andhiani M. Kumalasari, Y. Maitindom dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Papua, Ayub Woisiri, kepala seksi Rencana Pembangunan Kehutanan pada Dinas Kehutanan Provinsi Papua yang juga dosen Fakultas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Universitas Ottow Geissler Jayapura.

Pewarta: Harun Rumbarar

 

Posting KMK USTJ Serukan Wajib Selamatkan Bumi Papua ditampilkan lebih awal di Suara Papua.

]]>
http://suarapapua.com/2017/04/23/kmk-ustj-serukan-wajib-selamatkan-bumi-papua/feed/ 0
41 Tim Ramaikan Turnamen Sepakbola IPPMMEE Cup X http://suarapapua.com/2017/04/23/41-tim-ramaikan-turnamen-sepakbola-ippmmee-cup-x/ http://suarapapua.com/2017/04/23/41-tim-ramaikan-turnamen-sepakbola-ippmmee-cup-x/#respond Sat, 22 Apr 2017 16:11:27 +0000 http://suarapapua.com/?p=14314 JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Turnamen sepakbola bergengsi di tingkat mahasiswa Papua asal pegunungan tengah di Jayapura yang biasa diadakan tiap tahun, kembali digulirkan, Jumat (21/4/2017) kemarin di stadion Mahacandra Universitas Cenderawasih (Uncen) Waena, Jayapura. Turnamen sepakbola Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Mee (IPPMMEE) Cup X tahun 2017 ini diikuti 41 tim putra dan putri. “Turnamen sepakbola kita […]

Posting 41 Tim Ramaikan Turnamen Sepakbola IPPMMEE Cup X ditampilkan lebih awal di Suara Papua.

]]>
JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Turnamen sepakbola bergengsi di tingkat mahasiswa Papua asal pegunungan tengah di Jayapura yang biasa diadakan tiap tahun, kembali digulirkan, Jumat (21/4/2017) kemarin di stadion Mahacandra Universitas Cenderawasih (Uncen) Waena, Jayapura.

Turnamen sepakbola Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Mee (IPPMMEE) Cup X tahun 2017 ini diikuti 41 tim putra dan putri.

“Turnamen sepakbola kita selenggarakan setiap tahun, dan untuk tahun ini jumlah pesertanya sebanyak 41 tim. Terdiri dari 26 tim putra dan 15 tim putri,” kata Verminus Kotouki, ketua panitia IPPMMEE Cup X saat menyampaikan laporan di hadapan ratusan penonton, peserta turnamen dan sejumlah pejabat daerah.

Dijelaskan, kegiatan ini sudah berlangsung selama sepuluh tahun yang merupakan satu program kerja IPPMMEE kota studi Jayapura.

“Pertandingan akan berlangsung selama 40 hari, mulai hari ini tanggal 21 April hingga akan berakhir 6 Juni 2017,” kata mantan kiper Persipura Jayapura ini.

Thedy Pekei, penanggungjawab turnamen sepakbola ini mengungkapkan tujuan dari pertandingan adalah menjalin kekerabatan antara anak-anak Mee yang ada di kota studi Jayapura dengan berbagai pelajar dan masyarakat yang berdomisili di kota/kabupaten Jayapura dan sekitarnya.

“Kami membuka turnamen ini untuk umum, sehingga setiap tim dari berbagai suku yang ada di Papua bisa ambil bagian,” kata Pekei ketika dikonfirmasi suarapapua.com.

Dua tim bertanding di laga pembuka, yaitu Koteka All Start berhadapan tim Wartawan PWI Jayapura. Partai eksebisi ini berakhir dengan skor 4-2 untuk kemenangan Koteka All Start.

Berikut ini adalah nama-nama tim sepakbola putra dan putri yang terdaftar sebagai peserta turnamen IPPMMEE Cup X.

Tim Putra: Nabire FC, Oksibil FC, Puncak Jaya FC, Yamo FC, K–Usia 21, PS Tunas Harapan, Yalimo, Nduga, Pegunungan Bintang, Puncak Chartens, Intan Jaya, Ilaga, Woipits, Deiyai, Rekaba, Mamberamo Tengah, Tolikara, Merauke, Boven Digoel, Jayawijaya, Mulia, Dogiyai, Paniai, Tewey, Lani Jaya.

Tim sepakbola Putri: Nabire, Intan Jaya, Lani Jaya, Puncak Chartens, Oksibil, Telepe, Ice Papecar, Sorong Raya, Labewa, Rekaba, Walbers, Mamberamo Tengah, Tewey, Boven Digoel, Paniai.

Pewarta: Harun Rumbarar

 

Posting 41 Tim Ramaikan Turnamen Sepakbola IPPMMEE Cup X ditampilkan lebih awal di Suara Papua.

]]>
http://suarapapua.com/2017/04/23/41-tim-ramaikan-turnamen-sepakbola-ippmmee-cup-x/feed/ 0
Waspadai Politik Mematikan OAP di Pilgub Papua 2018 http://suarapapua.com/2017/04/22/waspadai-politik-mematikan-oap-di-pilgub-papua-2018/ http://suarapapua.com/2017/04/22/waspadai-politik-mematikan-oap-di-pilgub-papua-2018/#respond Sat, 22 Apr 2017 14:14:15 +0000 http://suarapapua.com/?p=14342 Oleh: Benny Pakage)* Memang benar bahwa untuk mencalonkan diri sebagai Gubernur Papua adalah hak politik seseorang. Hak konstitusional setiap warga negara untuk mencalonkan di bursa pemilihan kepala daerah. Tetapi, orang Papua harus bijak melihat realita yang terjadi sebelumnya dan saat ini. Hal ini wajib sifatnya, supaya tidak terjebak dalam permainan politik pribadi dan kelompok serta […]

Posting Waspadai Politik Mematikan OAP di Pilgub Papua 2018 ditampilkan lebih awal di Suara Papua.

]]>
Oleh: Benny Pakage)*

Memang benar bahwa untuk mencalonkan diri sebagai Gubernur Papua adalah hak politik seseorang. Hak konstitusional setiap warga negara untuk mencalonkan di bursa pemilihan kepala daerah. Tetapi, orang Papua harus bijak melihat realita yang terjadi sebelumnya dan saat ini. Hal ini wajib sifatnya, supaya tidak terjebak dalam permainan politik pribadi dan kelompok serta kepentingan Jakarta yang telah mengorbankan orang Papua selama lebih dari 50 tahun.

Mencermati dinamika dan realita dewasa ini, dalam artikel berikut saya mencoba memberi beberapa catatan khusus terkait dengan makin kencangnya wacana akhir-akhir ini Partai Golkar menjagokan Paulus Waterpauw mencalonkan di Pilgub Papua tahun 2018.

Pertama; Terpilihnya Lukas Enembe sebagai Gubernur Papua periode 2014-2018 adalah anugerah Tuhan bagi orang Papua yang telah lama dikekang baik oleh Partai Golkar yang telah lama berkuasa maupun oleh pemerintah pusat di Jakarta.

Kedua; Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang saat itu diusung oleh Partai Demokrat dan menjadi Presiden RI selama dua periode waktu itu namanya tercoreng dengan adanya pelanggaran HAM di Tanah Papua. Nah, untuk membersihkan dirinya dari noda HAM dan kekangan demokrasi, SBY membentuk UP4B melalui Bambang Darmono, dan untuk membangun terus membuat tim dialog melalui Farid Husein yang juga bertemu berbagai elemen di Papua. Sehingga, Lukas Enembe yang saat itu diusung Partai Demokrat menjadi Gubernur karena Kodam XVII Cendrawasih dan Polda Papua saat itu Irjen. Tito Karnavian diperintah SBY dengan alasan 50 tahun orang gunung tidak pernah jadi Gubernur Papua agar menolong Lukas Enembe, sehingga bila ada tuntutan Papua Merdeka dari tokoh-tokoh Papua agar Papua dibicarakan, SBY katakan: “Silakan Anda minta apa saja, tetapi jangan minta Papua Merdeka!”.

Ketiga; Pada tanggal 9 April 2013, Lukas Enembe dilantik menjadi Gubernur Papua periode 2013 – 2018 dan dilantik di stadion Mandala Jayapura sesuai permintaan Lukas Enembe. Dan dalam 100 hari kerja Lukas membakar 18.000 proposal (12 Juli 2013) dan menebang pohon Beringin di halaman kantor Gubernur Papua, Dok II Jayapura (9 April 2013). Dengan mengubur 18 ribu proposal itu sebagai hari runtuhnya Partai Golkar di Tanah Papua.

Keempat; Dalam Pemilu 2014, Golkar yang selama ini menjadikan Papua sebagai lumbung suara buat anggotanya di DPR RI dan DPRP serta DPRD kabupaten/kota di Propinsi Papua menurun drastis, sehingga mereka hanya memperoleh 1 kursi di Jakarta, DPRP 6 kursi dan di kabupaten/kota 47 kursi. Akibatnya, salah satu jagoan atau pion dalam pencaturan politik di Indonesia milik Golkar yaitu Yoris Th. Raweyai menjadi korban dengan tidak menjadi anggota DPR RI dalam kepemimpinan Lukas Enembe dan Klemen Tinal.

Dalam kepemimpinan Enembe-Tinal juga telah mengeluarkan kebijakan melarang beredarnya Miras di Tanah Papua dengan alasan telah menelan sekian ribu nyawa orang Papua. Alasan ini menjadi masalah buat kelompok yang telah lama menguasai Papua melalui Golkar, terutama yang menjadi marah adalah pemasok tunggalnya di Papua yaitu Yoris Th. Raweyai yang nota bene Ketua Asosiasi Bar dan Hiburan Malam Indonesia, serta Rudy Maswi, pengusaha Miras di Papua yang juga sebagai Manajer Persipura Jayapura.

Dalam hal larangan Miras ini, Henock Ibo yang juga anak buahnya Lukas Enembe di Partai Demokrat menuduh Persipura memperoleh prestasi karena dibiayai uang haram yaitu dari Miras. Tuduhan ini dibalas Benhur Tomy Mano (BTM) dengan emosi besar pada tanggal 31 Maret 2016, bahwa Persipura meraih prestasi bukan karena Miras, tetapi karena kualitas pemain.

Atas tuduhan ini, kelompok yang memback-up beredarnya Miras dan prostitusi di Tanah Papua bekerja keras untuk menyingkirkan Boy Markus Dawir (BMW) sebagai calon Walikota Jayapura dengan memborong semua partai politik buat BTM, sehingga tanggal 11 Januari 2017 KPU Kota menetapkan BTM sebagai calon tunggal. Sejarah baru di Tanah Papua!.

Dari polling online yang dibuat tabloidjubi.com, BMW menempati posisi atas dan dipastikan akan mengalahkan BTM. Faktanya, BTM calon tunggal dan otomatis menang tanpa perlawanan. Kemenangan BTM tidak diikuti dengan keberhasilan Persipura yang tidak mendapatkan sponsor dari PTFI dengan alasan PTFI masih bermasalah dengan KK ke IUPK, padahal orang yang selama ini menolong membicarakan sponsor Persipura kepada PTFI agar PTFI memberikan dukungan yaitu Simon Patrice Morin (mantan Anggota DPR RI dari Golkar), Dimara dan Agus Kafiar (mantan Rektor Uncen dan Vice Presiden PTFI).

Demikian juga dengan empat kali menjadi Bintang di Liga Indonesia, Persipura masih juga sulit mendapatkan sponsor karena kelompok penguasa tadi masih mengekang Persipura dan menjaganya agar tidak jatuh ke sponsor lain. Karena informasi beredar, uang yang diberikan dari sponsor seperti dari PTFI dan Bank Papua, dimanfaatkan dan dibagi oleh kelompok pengusaha ini dengan menyerap uang tersebut ke hotel dari kolega mereka, perusahaan penerbangan dan transportasi lokal selama perjalanan.

Dengan pertimbangan itu Bank Papua juga tidak memberikan sponsorship kepada Persipura. Melalui Bank Papua dengan terlebih dahulu Yohan Kafiar pada 20 Mei 2012 yang mensponsori Persipura di Liga Indonesia, didepak oleh pemegang saham yaitu Pemda Provinsi Papua dari jabatan Direktur Utama Bank Papua dengan alasan tidak memberikan kontribusi dan menggantikannya.

Mengenai Persipura yang belum mendapatkan sponsor, Gubernur Papua melalui Sekda T.E.A Heri Dosinaen (17 Maret 2017) meminta waktu kepada Persipura agar membicarakan sponsor buat mereka. Tetapi, BTM menolak dengan alasan Persipura tidak bisa menggunakan uang pemerintah sebagai tim profesional.

Kelima; Untuk kepentingan Golkar adalah bagaimana mereka menaikan elektabilitas mereka, sehingga Klemen Tinal yang seharusnya menjadi Ketua DPD Provinsi Papua justru dalam Munas Golkar 17 Mei 2016 ditaruh di Bidang Otonomi Khusus karena Tinal dianggap cocok untuk mengganggu kekuasaan Jakarta dengan pemekaran Papua Tengah bila diloloskan. Sehingga bila KT masih menjadi wakilnya LE pada tahun 2018, maka Golkar akan mendulang keuntungan dengan mencalonkan dua kandidat sekaligus yaitu Klemen Tinal dan Paulus Waterpauw.

Keenam; Kepentingan Pemerintah Pusat dengan pencalonan Paulus Waterpauw ini adalah hanya sebagai perang psikologi atau perang urat syarat dengan memanfaatkan kekuasaan Jokowi. Golkar berusaha merebut Papua dengan asumsi Golkar membantu pemerintah Jokowi dengan kehadiran Paulus Waterpauw untuk memotong mata rantai dukungan birokrasi pemerintah kepada ULMWP dan kampanye Papua Merdeka dengan pembersihan orang gunung dan pantai yang dianggap mendukung gerakan Papua Merdeka.

Sebagai bagian dari perang urat syaraf, Waterpauw adalah pion politik Golkar dalam menemukan sikap politik pemerintahan yang sah, dan ini akan masuk akal. Padahal, Yoris Th. Raweyai main untuk amankan kekuasaan diri pribadi serta usahanya melalui Partai Golkar dengan menjadikan Paulus Waterpauw sebagai pion politik karena dia dianggap orang yang tepat untuk melindungi bisnis haram Yoris yang sudah membunuh sekian ribu orang Papua.

Ketujuh; Sebagai kesimpulan, wacana Paulus Waterpauw sebagai Calon Tunggal dari Partai Golkar menunjukkan bahwa Golkar masih mau mengekang orang Papua dengan memanfaatkan isu Papua dalam rangka mengganggu kekuasaan Jakarta. Sehingga, bila Waterpauw terpilih sebagai Gubernur Papua pada Pilgub 2018, maka semua bisnis ilegal mulai dari tambang, sawit, kayu, ikan, tanah dan sebagainya akan dikuasai oleh orang yang mencalonkan Waterpauw, sebagaimana masa Soeharto dengan illegal logging, illegal fishing, emas, perak, dan sebagainya.

Silakan memilih!

*) Penulis adalah Pemerhati Sosial di Papua, tinggal di Bumi Amungsa.

Posting Waspadai Politik Mematikan OAP di Pilgub Papua 2018 ditampilkan lebih awal di Suara Papua.

]]>
http://suarapapua.com/2017/04/22/waspadai-politik-mematikan-oap-di-pilgub-papua-2018/feed/ 0
Perpanjang Bandara Nop Goliat, Warga di Pinggir Bandara Akan Direlokasi http://suarapapua.com/2017/04/21/perpanjang-bandara-nop-goliat-warga-di-pinggir-bandara-akan-direlokasi/ http://suarapapua.com/2017/04/21/perpanjang-bandara-nop-goliat-warga-di-pinggir-bandara-akan-direlokasi/#respond Thu, 20 Apr 2017 15:26:04 +0000 http://suarapapua.com/?p=14287 YAHUKIMO, SUARAPAPUA.com —Beberapa rumah warga di pinggiran bandara Nop Goliat, Yahukimo akan dipindahkan. Hal ini dilakukan untuk memperpanjang bandara. Kepala bandara Nop Goliat, Joko Harjani mengatakan, rencana perpanjangan yang akan di lakukan sekarang sesuai arahan presiden Jokowi pada tangal 18 oktober 2016, bahwa bandara udara Nop Goliat Dekai harus ditambah menjadi 2.500 meter, maka rumah […]

Posting Perpanjang Bandara Nop Goliat, Warga di Pinggir Bandara Akan Direlokasi ditampilkan lebih awal di Suara Papua.

]]>
YAHUKIMO, SUARAPAPUA.com —Beberapa rumah warga di pinggiran bandara Nop Goliat, Yahukimo akan dipindahkan. Hal ini dilakukan untuk memperpanjang bandara.

Kepala bandara Nop Goliat, Joko Harjani mengatakan, rencana perpanjangan yang akan di lakukan sekarang sesuai arahan presiden Jokowi pada tangal 18 oktober 2016, bahwa bandara udara Nop Goliat Dekai harus ditambah menjadi 2.500 meter, maka rumah warga yang ada di pingir bandara akan dipindahkan ke tempat lain yang sudah disediakan Pemkab. Yahukimo.

“Kami sudah bicara dengan bupati kemarin untuk bicarakan perpanjangan bandara. Perpanjangan bandara dilakukan supaya pesawat boeing bisa mendarat. Terkait ini, Kementerian Perhubungan sudah instruksikan agar perpanjangan bandara harus diselesaikan dalam dua tahun,” katanya kepada wartawan pada Kamis (20/4/2017) di Yahukimo.

Ia menjelaskan, perpanjangan bandara akan selesai pada tahun 2018. Tahun ini pengerjaanya alihkan sungai yang ada di ujung bandara. Dan tahun depan akan fokus untuk perpanjang bandara.

“Dampak dari pengalihan sungai, akan kena perumahan masyarakat. Karena kali Bonto akan diarahkan ke sekitar hunian warga. Untuk saat ini, kami sedang mendata rumah warga yang akan kena dampak pengalihan sungai ini, supaya kami bayar ganti rugi dan proses perpanjangan bisa dilakukan,” terangnya.

Ia menambahkan, panjang bandara saat ini 1950 meter dan lebat 30 meter. Lalu, menteri perhubungan meminta supaya tambah 300 meter tahun ini dan lebar ditambah lagi menjadi 45 meter,” katanya.

“jadi panjang lapangan yang ada sekarang 1950, dan lebar 30 m dan mentri perhubungan minta tambah menjadi 3 ratus meter tahun ini, dan lebar 45 jadi tahun ini kita fokus alikan sungai dulu tahun depan baru 3 ratus meter itu akan kita tambah,

Sementara itu, Yakober Mendila, Kepala dinas Perhunungan kab. Yahukimo mengatakan, Pemerintah sedang menyiapkan langkah-langkah terkait perpanjangan lapangan Nop goliat yang akan selesai pada tahun depan.

“Kajian pihak bandara dan itu sudah dilakukan. Dalam waktu dekat rumah-rumah yang ada di pinggiran bandara akan direlokasi. Program relokasi akan bertahap. Pertama diprioritaskan bagi masyarakat yang kena dampak arus kali dan tahap kedua akan berpikir untuk masyarakat yanglain,” katanya.

 

Pewarta: Ardi Bayage

Editor: Arnold Belau

Posting Perpanjang Bandara Nop Goliat, Warga di Pinggir Bandara Akan Direlokasi ditampilkan lebih awal di Suara Papua.

]]>
http://suarapapua.com/2017/04/21/perpanjang-bandara-nop-goliat-warga-di-pinggir-bandara-akan-direlokasi/feed/ 0
Antara Sepakbola dan Musik di Tanah Papua http://suarapapua.com/2017/04/20/antara-sepakbola-dan-musik-di-tanah-papua/ http://suarapapua.com/2017/04/20/antara-sepakbola-dan-musik-di-tanah-papua/#respond Thu, 20 Apr 2017 13:48:01 +0000 http://suarapapua.com/?p=14283 Oleh: Emanuel Y. Giyai Sepakbola dan musik adalah dua sisi mata uang koin yang tak dapat dipisahkan dalam sejarah dan keseharian orang asli Papua dalam tempo yang lama dan mengakar. Keduanya kadang diidentikkan dengan jati diri orang asli Papua. Jika berkata harga diri berarti apapun menjadi taruhan demi meraihnya tanpa mengedepankan segala sesuatu yang mengikat […]

Posting Antara Sepakbola dan Musik di Tanah Papua ditampilkan lebih awal di Suara Papua.

]]>
Oleh: Emanuel Y. Giyai

Sepakbola dan musik adalah dua sisi mata uang koin yang tak dapat dipisahkan dalam sejarah dan keseharian orang asli Papua dalam tempo yang lama dan mengakar. Keduanya kadang diidentikkan dengan jati diri orang asli Papua. Jika berkata harga diri berarti apapun menjadi taruhan demi meraihnya tanpa mengedepankan segala sesuatu yang mengikat baik kesibukan pribadi hingga kepentingan yang kompleks, karena menyangkut sesuatu yang nilainya tak bisa digantikan oleh apapun sekalipun miliaran.

Berbicara sepakbola, selalu saja ada banyak istilah tentang olahraga yang satu ini di Papua. Banyak yang mengatakan: Papua adalah gudang pesepakbola Indonesia. Papua adalah masa depan sepakbola Indonesia, dan banyak istilah sesuai versi masing-masing penggemar olahraga ini.

Dalam sejarah sepakbola di Tanah Papua, olahraga ini selalu mendapat dukungan dari pihak manapun baik pemerintah maupun swasta dalam berbagai hal mulai dari fasilitasnya hingga gaji pemain yang fantastis dan menggiurkan nilainya. Sehingga cabang olahraga yang satu ini berkembang sangat pesat di Papua dengan muncul berbagai klub lokal di setiap daerah.

Dalam beberapa tahun terakhir, salah satu klub di Jayapura yaitu Persipura Jayapura (namanya berganti beberapa kali) bangkit dan disulap menjadi klub ternama dan disegani di Tanah Air dan Asia Raya. Persipura pun menjadi klub idola dan incaran, bukan hanya bagi setiap anak Papua yang ingin memilih masa depannya sebagai pesepakbola, tetapi juga dari daerah lain di Indonesia. Ini artinya ia tidak sebatas olahraga, namun di sana harga diri dan martabat orang Papua dipertaruhkan.

Kini nama Persipura menjadi abadi dan melegenda dalam setiap benak orang Papua.

Lainnya yang tidak kalah dan menjadi napas hidup orang Papua adalah musik.

Beberapa waktu lalu dalam suatu launching album rohani ‘Highland Praise Papua’ dari sahabat kita Pegunungan Tengah Papua (Albert Yigibalom, Ennys Kogoya Oaganak dkk) yang didukung penuh Bapak Befa Yigibalom (Bupati Lanny Jaya saat itu) di GOR Cenderawasih APO Kota Jayapura, Presiden GIDI, Pdt. Dorman Wandikbo mengatakan, “Orang Papua adalah musik. Ketika mendengar bunyi musik yang dimainkan tetangga, mereka akan goyang-goyangkan kepala. Itu tandanya dalam dirinya mengalir darah musik”.

Berawal dari Mambesak bersama Arnold Ap dkk hingga pada akhirnya dikolaborasikan oleh Black Brothers dengan musik modern unik yang dikomandoi Bung Andy Ayamiseba kala itu, musik hadir menjadi sebuah napas dan urat nadi orang Papua yang merasa sedang hidup dalam kegelapan berkepanjangan.

Dari album ke album yang diluncurkan, Black Brothers mampu menghipnotis pecinta musik tanah air hingga ke negara-negara Pasifik, bahkan Eropa dan akhirnya menjadi band legendaris Tanah Papua. Sehingga memang benar bahwa sepakbola dan musik adalah dua sisi koin yang tak dapat dipisahkan hingga langit terbelah bagi orang Papua.

Hal yang menjadi catatan pribadi dalam perjalanan perkembangan keduanya adalah:

– Sepakbola berkembang baik

– Sepakbola menghibur (walau sesaat)

– Sepakbola menjadi mahal nilai jualnya

– Sepakbola adalah jati diri suatu suku bangsa

– Sepakbola banyak pendukung/sponsor

– Miliaran rupiah bukan ukuran untuk sepakbola demi jati diri, dan lain-lain.

Tak kalah dengan musik yang juga adalah jati diri orang Papua berusaha diangkat penggiat musik tanah ini dalam berbagai kesempatan dari waktu ke waktu dan berusaha meyakinkan dari hati ke hati, namun terkesan kurang terlihat oleh para pecinta dan penggemarnya.

Dari sekian banyak keunggulannya, musik akan hidup selamanya sepanjang alat elektronik belum lenyap dari muka bumi. Misalnya, saya mengenal lagu “Hari Kiamat” (Black Brothers) tahun 2000-an saat di bangku SD kelas 6 di Mowanemani (sekarang Kabupaten Dogiyai) yang ternyata lagu tersebut direcord beberapa tahun sebelumnya dan tersebar di seluruh pelosok tanah air, masih terdengar hingga kini. Bahkan menjadi abadi walau beberapa personil dari group band ini telah tiada.

Berbeda dengan sepakbola. Kita nonton hari ini satu pertandingan, pulang ke rumah langsung lupa nama pemain hingga gaya bermainnya di lapangan hijau yang pada akhirnya hanya tahu siapa yang menang dan yang kalah serta skor akhir, bahkan di akhir kompetisi yang tersisa hanyalah siapa juaranya. Lupa semuanya tentang satu musim kompetisi berjalan.

Jika keduanya adalah penting dan merupakan jati diri orang Papua, di era Otonomi Khusus yang sudah 16 tahun ini, semestinya sepakbola maupun musik wajib hukumnya mendapatkan segala fasilitas dan sponsor yang sama demi mengangkat jati diri orang Papua.

*) Penulis adalah Musisi asal Wilayah Adat Meepago Papua

Posting Antara Sepakbola dan Musik di Tanah Papua ditampilkan lebih awal di Suara Papua.

]]>
http://suarapapua.com/2017/04/20/antara-sepakbola-dan-musik-di-tanah-papua/feed/ 0