ArsipHarga 1 Liter BBM Eceran di Wamena Capai Rp. 25 Ribu

Harga 1 Liter BBM Eceran di Wamena Capai Rp. 25 Ribu

Minggu 2014-12-28 16:52:00

WAMENA, SUARAPAPUA.com — Di kabupaten Jayawijaya, Wamena, Papua, harga Bahan Bakar Minyak (BBM), yang dijual di tempat-tempat umum mencapai 25.000 Rupiah/liternya.

“Kalau kami beli di APMS milik swasta, harganya 20.000 rupiah per liter. Jadi sama saja, cuma beda 5000 rupiah,” kata Steven, salah satu warga Wamena, saat membeli bensin eceran di emperan toko pasar Potikelek, Wamena, Minggu (28/12/2014) siang.

Menurut Steven, dirinya sudah terbiasa dengan mahalnya harga BBM yang ada, namun diharapkan Pemerinta Daerah (Pemda) dapat menertibkan kembali semua APMS yang ada.

 

“Ya, baiknya pemerintah bikin Perda soal harga BBM di sini, agar bisa tekan harga dan bantu masyarakat ini,” ungkapnya.

 

Kata dia, di kabupaten induk (Wamena) saja harga BBM mencapai Rp 25.000/liter, apalagi di kabupaten-kabupaten pemekaran seperti Tolikara, Lanny Jaya, Yalimo, dan Nduga.

 

“Harga diatas pasti lebih parah, pemerintah harus membantu tekan harga-harga yang mahal seperti ini,” pungkasnya.

 

Steven juga berharap, Pemda dalam hal ini Bupati-bupati yang tergabung dalam Asosiasi Bupati Pegunungan Tengah untuk segera mengatasi permasalahan tersebut.

 

“Saya rasa Bupati-bupati pegunungan tengah harus segera menyelesaikan masalah ini dengan cara membuat Perda,” tuturnya.

Sementara itu, Samuel Yogi, salah satu tokoh intelektual asal kabupaten Paniai kepada suarapapua.com, melalui telepon seluler, mengatakan, harga BBM di Enarotali dan Madi dijual seharga 22.000 rupiah/liternya.

Dia menjelaskan, harga ini juga berlaku di beberapa kabupaten yang berdekatan seperti kabupaten Deiyai dan kabupaten Dogiyai. “Harga ini bukan cuma di Paniai saja, tapi Deiyai sama Dogiyai juga sama,” katanya.

 

Ketika ditanya menyangkut POM Bensin di daerah tersebut, dirinya mengatakan, memang ada namun tidak dibuka seperti biasa.

 

"Ya, POM bensin ada, tapi dorang buka cuma dua sampai tiga jam saja.”
 

“Kami berharap kedepan POM bensin yang ada bisa beroperasi seperti biasa, sama seperti daerah-daerah lainnya,” kata Yogi.

 

Editor: Oktovianus Pogau

 

MIKHA GOBAY

Terkini

Populer Minggu Ini:

Demi Lindungi Tanah dan Hutan Adat Marga Woro, Hakim PTTUN Manado...

0
LBH Papua menyataka, hal tersebut harus dilakukan dalam rangka melindungi Hak Asasi Manusia khususnya hak atas tanah ulayat dan hutan adat milik marga Woro yang akan hilang akibat putusan perkara nomor 6/G/LH/2023/PTUN JPR yang diambil tanpa mengikuti pedoman mengadili perkara lingkungan hidup serta jelas-jelas melanggar kode etik dan pedoman perilaku hakim.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.