Wadir Intelkam Polda dan Asintel Kodam/XVII Cenderawasih tiba di Paniai

0
706

Selasa 2014-12-09 18:17:00

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Wakil Direktur (Wadir) Intelkam Kepolisian Daerah (Polda) Papua, AKBP Petrus Patrige Rudolf Renwarin, dan Asisten Intelejen (Asisten) Kolonel Inf Immanuel Ginting, bersama sejumlah rombongan dari Jayapura, tiba di Kabupaten Paniai, Selasa (9/12/2014) siang tadi.

Wartawan Majalah Selangkah, Abety Amoye You, dari Enarotali, Paniai, melaporkan, rombongan tiba di Bandara udara Enarotali, sekitar pukul 12.15 Wit, dan dijemput langsung oleh Bupati Paniai, Kapolres Paniai, Dandim Nabire, serta Wakil Bupati Nabire.

 

Menurut You, kedua pejabat yang datang diantar langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Paniai, untuk bertemu dengan ribuan warga Paniai yang telah menunggu di Lapangan Karel Gobay.

 

“Masyarakat masih menahan empat jenazah di lapangan Karel Gobay dengan gelar tenda, tadi sempat dikunjungi oleh pejabat Polda dan Kodam dari Jayapura,” kata You.

 

Saat bertatapan muka dengan masyarakat, lanjut You, kedua pejabat dari Jayapura, Papua, mengatakan, Kapolda Papua dan Pangdam/XVII Cenderawasih akan melakukan perjalanan ke Paniai, untuk bertemu dengan warga masyarakat.

 

“Jadi pada intinya, warga tidak mau memakamkan empat jenazah yang saat ini ada di lapangan, karena satu jenazah sebelumnya sudah dimakamkan. Mereka ada tunggu Kapolda dan Pangdam Papua agar tiba di Paniai,” kata You.

 

Setelah melakukan pertemuaan dengan warga masyarakat, rombongan kemudian melakukan perjalanan ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang berada di Kampung Pugikiye, yakni, untuk melihat lokasi dan peristiwa terjadinya kejadian tersebut.

 

Setelah itu, rombongan juga memantau Kepolisian Sektor Paniai Timur, dan ke Komando Rayon Militer (Koramil) Paniai Timur, dan selanjutnya melakukan tatap muka dengan sejumlah pejabat di Paniai.

 

“Hanya ada dua tuntutan masyarakat, mereka minta pelaku pelanggaran HAM dihukum seberat-seberatnya, juga minta Kapolda dan Pangdam datang lihat dan menguburkan jenazah,” kata You.

 

Sementara itu, Ketua Dewan Adat Daerah Paniai, Jhon NR Gobay, mengatakan, ribuaan masyarakat Paniai hingga saat ini masih melakukan pendudukan di Lapangan Karel Gobay.

 

"Kapolda dan Pangdam harus datang menyelesaikan persoalan ini, sangat biadap pelanggaran HAM berat mereka, karena itu harus diusut tuntas," tegas Jhon.

 

Jhon juga meminta aparat keamanan untuk tidak melakukan pembohongan publik, karena jelas-jelas lima warga sipil telah menjadi korban penembakan secara brutal. 

 

"Saya lihat aparat terus melalukan pembohongan publik dan ingin mencuci tangan, padahal mereka telah jelas-jelas membunuh warga sipil," katanya. 

 

OKTOVIANUS POGAU