ArsipBMD Siap Amankan Pilkada di 11 Kabupaten di Papua

BMD Siap Amankan Pilkada di 11 Kabupaten di Papua

Rabu 2015-09-09 14:50:15

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Hendrik Yance Udam, Ketua Barisan Masa Demokrat (BMD) Provinsi Papua, Rabu (9/9/2015) siang, melantik badan pengurus BMD Kabupaten Keerom, dan menyatakan komitmen untuk menyukseskan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2015.

“Kami sudah siap, dan hari ini BMD Kabupaten Keerom telah terbentuk dan telah dilantik untuk menjalanan tugas dan fungsi,” kata Udam, saat jumpa pers di ruang kantor Partai Demokrat Kabupaten Keerom, Arso 2, Keerom, Papua.

 

Menurut Udam, pelantikan pengurus BMD bukan hanya dilangsungkan di Kabupaten Keerom saja, namun akan berlangsung di 11 kabupaten yang akan melaksanakan Pilkada serentak di seluruh Tanah Papua.

 

“Di tahun ini kami siap mengamankan para kader yang akan maju dengan perahu Demokrat, karena tugas kami adalah mengawal setiap kegiatan partai Demokrat,” ujarnya.

Udam juga berharap, seluruh anggota BMD dapat menjalankan tugas mereka dengat baik, agar apa yang diharapkan bisa menjadi impian bersama.

 

Sementara itu, Koordinator BMD Keerom yang dilantik, Arius Yahuli menegaskan, dirinya bersama anggota siap menyukseskan pemilihan kepala daerah di Kabupaten Keerom dan 10 kabupaten lainnya.

 

“Hari ini partai Demokrat sudah menunjukan kekuatannya di kabupaten Keerom, sebab hari ini BMD telah dilantik secara resmi, dan siap menjalankan tugas amanah partai,’’ ujar Yahuli.

 

Editor: Oktovianus Pogau

HARUN RUMBARAR

Terkini

Populer Minggu Ini:

PNG Rentan Terhadap Peningkatan Pesat Kejahatan Transnasional

0
“Karena lokasinya, PNG berfungsi sebagai titik transit penyelundupan senjata api, obat-obatan terlarang, perdagangan satwa liar, pembajakan laut, dan kejahatan transnasional lainnya melintasi perbatasan. Negara ini mempunyai resiko tinggi terhadap pergerakan orang dan barang yang tidak terkendali melalui darat dan laut, karena perbatasannya sebagian besar terbuka,” beber peneliti Julian Melpa.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.