ArsipIni Profil Dua Jurnalis Asal Perancis Yang Ditangkap di Papua

Ini Profil Dua Jurnalis Asal Perancis Yang Ditangkap di Papua

Jumat 2014-09-05 17:07:00

PAPUAN, Jayapura — Siapa sebenarnya dua jurnalis asal Perancis, Thomas Dandois (40) dan Valentine Bourrat (29), yang ditangkap Kepolisian Daerah Papua, di Kabupaten Jayawijaya, Papua, pada 6 Agustus 2014 lalu; dibawah ini profil singkat keduanya.

Penelusuran suarapapua.com, Valentine adalah seorang wartawan freelance video, Bourrat adalah putri reporter TF1 terkenal Patrick Bourrat, yang tewas saat pelaporan di Kuwait pada tahun 2002.

 

Dia telah meliput di Timur Tengah dan wilayah luar negeri Perancis sejak 2009, pada semester pertama tahun 2010. Dia bikin kisah terkenal "Enquêtes Eksklusif" dan "Zona Interdite" untuk stasiun TV M6.

 

Valentine juga pernah pergi ke Denmark pada bulan Februari 2013 menulis "Petit Futé" pemandu wisata. Beberapa bulan kemudian, dia menyelidiki budaya Karibia dan spiritualitas untuk program "Dieu Temoinm'est."

 

Kemudian pada tahun yang sama, Paris Match diterbitkan wawancara dengan penyanyi Aryana Sayeed di Afghanistan. Ini juga akan menjadi subjek dari sebuah laporan untuk program Arte"Trek" tahun depan.

 

Sedangkan Thomas Dandois adalah wartawan berpengalaman yang telah bekerja di Vietnam, Burma, Rusia dan tempat lain, memenangkan hadiah laporan terbaik untuk kategori laporan kurang dari 40 menit, di 2012Festival Internasional du Grand Reportase d'Actualité (FIGRA).

 

Dia meliput pemain sandiwara berkuda Perancis dan produser "Bartabas" di Moskow pada tahun 2012. Ia bepergian Sungai Mekong di Vietnam untuk laporan Arte pada tahun 2011.

 

Dia telah meliput Burma sejak militer mulai transisi ke demokrasi, melihat aspek-aspek seperti astrologi, pemuda dan budaya. Saluran milik negara Prancis France 2 menyiarkan beberapa laporannya pada bulan Januari 2013.

 

Semua stasiun TV Perancis utama telah menyiarkan laporan wartawan serbabisa ini dalam 12 tahun terakhir, percaya liputan dia yang inovatif dan obyektif tentang berbagai subyek.

 

Hasil liputannya termasuk: "catatan Wisata di Irlandia" (Arte, 2005), "Penyelamatan Gempa di Pakistan" (Prancis 5, 2005) dan "Pemberontakan oleh imigran gelap" di Amerika Serikat (Arte, 2007).

 

Keduanya ditahan saat sedang berencana meliput ke Kabupaten Lanny Jaya, Papua, sebuah wilayah tempat berlangsung perang terbuka antara militer Indonesia dan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPN-PB) pimpinan Enden Wanimbo.

 

Sekedar diketahui, saat ini Indonesia berada di peringkat 132 dari 180 negara di indeks kebebasan pers Reporters Without Borders 2014. (Baca: RWP Serukan Indonesia Bebaskan Dua Jurnalis Perancis Yang Ditahan di Papua).

 

Baca juga: Ini Kronologi Penangkapan Dua Jurnalis Perancis dan Empat Warga Sipil di Wamena

 

 

OKTOVIANUS POGAU

Terkini

Populer Minggu Ini:

Heboh! Banyak Bangkai Babi di Mimika Dibuang ke Aliran Sungai

0
“Kami temukan empat ekor babi mati dibuang di kali pindah-pindah. Terus, di tempat lain juga ada dua bangkai babi. Orang buang sembarang karena mungkin tidak ada lahan untuk kuburkan,” katanya.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.