ArsipTim SAR Gabungan Temukan 54 Jenazah dan Black Box Trigana Air

Tim SAR Gabungan Temukan 54 Jenazah dan Black Box Trigana Air

Selasa 2015-08-18 12:54:18

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Kepala Badan SAR Nasional, Marsekal Madya TNI Felicianus Henry Bambang Soelistyo menegaskan, saat ini Tim SAR gabungan telah menemukan 54 jenazah Trigana Air beserta kotak hitam (black box) yang terdapat di dalam pesawat.

“Kegiatan operasi hari ini tim SAR gabungan telah menemukan jenazah 54 penumpang, termasuk black box (kotak hitam),” kata Soelistiyo, ketika memberikan keterangan pers kepada wartawan, Selasa (18/8/2015) sore.

 

Dijelaskan, black box tersebut akan diserahkan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Rabu (19/8/2015), untuk diselidiki lebih lanjut penyebab kecelakan pesawat Trigana Air.

 

Kepala Badan SAR Nasional mengatakan, ia memberikan apresiasi yang sangat luar biasa terhadap tim SAR yang bekerja dengan cukup profesional, sehingga bisa menemukan pesawat beserta jenazah 54 penumpang.

 

“Saya sangat apresiasi kepada tim lapangan kita, dan itu yang sangat kita harapkan. Kita sukses 100% persen. Semua ini karena kerja sama yang baik, hasil komando yang baik, ini pengalaman yang torehkan belajar dari Air Asia, dan kita sukses,” kata Jenderal TNI AU bintang tiga ini.

 

Terkait masalah duit sekitar 6,5 Milyar yang ada di dalam pesawat, Soelistiyo menegaskan, ia telah mendapatkan laporan kalau tim SAR telah mengamankan sebagian uang, sedangkan beberapa lagi terbakar.

 

“Kita punya beban moril terkait pengamanan uang itu, walau itu bukan tugas tim SAR. Sebagian uang di dapatkan, sebagian lagi terbakar, dua bagian uang ini saya instruksikan untuk diamankan bersama dengan black box,” katanya.

 

Menurut Soelistiyo, ia bisa sampaikan jika hari ini telah dicapai dua keberhasilan, karena jenazah keseluruhannya ditemukan, termasuk black box yang sangat penting.

 

“Black box saya akan serahkan kepada KNKT besok. Besok kita juga akan fokus kepada kegiatan evakuasi korban. Malam ini jenazah ditemani 46 tim SAR di hutan. Besok kalau cuaca baik kita akan pakai cara naithing untuk evakuasi,” tegas Soelistiyo.

 

Menurut Soelistiyo yang memberikan keterangan pers didampingi Kapolda Papua, Pangdam XVII/Cenderawasih, Menteri Perhubungan, dan Anggota DPR RI Wilem Wandik ini, sasaran evakuasi akan lebih dulu ke Oksibil.

 

“Jadi besok dari lokasi kita akan evakuasi ke Oksibil, kemudian apakah semua jenazah akan diterbangkan ke Sentani, atau yang lain ditinggalkan di Oksibil, tergantung negosiasi dengan keluarga korban.”

 

“Tetapi saya harap pilihan kedua yang bisa diambil, agar tim DVI bisa melakukan identifikasi kepada para jenazah tersebut,” pungkasnya.

 

Jika jenazah sudah tiba dan diangkut ke dalam mobil ambulance ke rumah sakit, menurut Soelistiyo, itu sudah menjadi kewenangan Kapolda Papua untuk koordinasi.

 

“Keluarga jadi bagian yang utama, Trigana Air harus menjaga psikologi mereka,” kata Soelistiyo.

 

OKTOVIANUS POGAU

Terkini

Populer Minggu Ini:

Bangun RS Tak Harus Korbankan Warga Sekitar Sakit Akibat Banjir dan...

0
“Perda kota Jayapura melarang aktivitas pembangunan di atas kawasan resapan air serta adanya Permenkes tentang panduan pembangunan Rumah Sakit, tetapi melihat fakta kenaikan air di kawasan resapan air Lembah Emereuw serta wilayah Kotaraja dan pasar Youtefa, maka sebaiknya pemerintah segera mengambil sikap dengan usulan kami demi hak dan keselamatan warga masyarakat,” tandasnya.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.