ArsipMewakili Bangsa Papua Barat ULMWP Resmi Ajukan Aplikasi Keanggotaan ke Sekretariat MSG

Mewakili Bangsa Papua Barat ULMWP Resmi Ajukan Aplikasi Keanggotaan ke Sekretariat MSG

Kamis 2015-02-05 14:48:30

VANUATU, SUARAPAPUA.com — United Liberation Movement for West Papua (ULMWP), mewakili rakyat Bangsa Papua Barat, Kamis (5/2/2015) siang, resmi mengajukan aplikasi keanggotaan bangsa Papua Barat, ke sekretariat Melanesia Spearhead Group (MSG), di Port Villa, Vanuatu.

Sekretaris Jenderal (Sekjend) ULMWP, Octovanius Mote, mewakili rakyat Papua Barat dari Sorong sampai Samarai, secara resmi menyerahkan permohonan kepada Direktur Jenderal MSG, Peter Forau.

 

ULMWP mengajukan permohonan untuk keanggotaan penuh, serta sebuah konstitusi untuk mendukung perjuangan rakyat Papua, agar mendorong berlangsungnya hak penentuan nasib sendiri. (Baca: Ini Hasil Simposium di Vanuatu; Tiga Faksi Besar Bersatu di Badan Nasional ULMWP).

 

“Kami membuat aplikasi untuk keluarga kami Melanesia, kami percaya aplikasi ini telah memenuhi kriteria yang diinginkan oleh MSG, dan kami percaya MSG akan memproses aplikasi ini dengan sebuah musyawarah,” ujar Mote.

 

Menurut Mote, pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) MSG, di Noumea, Kaledonia Baru, beberapa waktu lalu, para pemimpin Melanesia telah mendukung hak untuk menentukan nasib sendiri bagi rakyat Papua Barat. (Baca: KNPB Dukung ULMWP Ajukan Lamaran Aplikasi ke MSG 5 Februari 2015).

 

"Tetapi juga meminta kami bersatu dibawah satu payung, sehingga menjadi wakil dari seluruh rakyat Papua. Bulan Desember 2014 lalu kita telah mencapai penyatuan, dan itu adalah pertemuaan bersejarah, karena terjadi rekonsiliasi di Port Vila, berkat dukungan pemerintah Vanuatu maupun Gereja Pasifik,” tegas Mote.

 

Sementara itu, Juru bicara ULMWP Benny Wenda menambahkan, rakyat Papua Barat percaya bahwa bergabung di MSG adalah hal yang mendesak dan penting untuk mengakhiri kekejaman dan kebrutalan militer Indonesia di tanah Papua. (Baca: Sekertaris Jendral ULMWP, Hari ini Mengunjungi Auckland).

 

“Program transmigrasi penduduk Non-Papua juga masih terus berlangsung, berarti populasi masyarakat adat Papua hanya akan tinggal 28% di tahun 2020,” ujar Benny. (Baca: Warinussy: Persatuan Pemimpin Politik Papua di Vanuatu Langkah Maju).

 

Menurut Benny, sejak pemilihan presiden Indonesia, rakyat Papua melihat peningkatan kehadiran militer Indonesia dan intimidasi dan teror masih terus dilangsungkan, sehingga rakyat Papua menaruh harapan kepada para diplomat dan sesama Melanesia.

 

“Kita tidak hanya mempertahankan orang Papua dari kekejaman Indonesia, tapi kami membela rumpun Melanesia,” tegas Wenda. (Baca: KNPB Himbau Rakyat Papua Barat Beri Dukungan Kepada ULMWP).

 

"Sama seperti misionaris membawa cahaya, sehingga juga kami berharap MSG akan membantu kami dalam mencari cahaya yang membawa kita ke kemerdekaan satu hari,” ujarnya.

 

Ditambahkan oleh Edison Kladius Waromi, anggota ULMWP, rakyat Papua Barat, juga Negara Republik Federal Papua Barat (NRFPB) mendukung penuh aplikasi yang diajukan ULMWP ke MSG.

 

“Hari ini kami sangat bahagia. Para pejuang Papua telah bersatu di bawah pimpinan ULMWP dan ULMWP satu-satunya kelompok yang diakui dengan mandat untuk mencari keanggotaan MSG."

 

"Kami meminta saudara dan saudari di wilayah Papua dan Melanesia pada umumnya mendukung aplikasi ini agar dapat diterima oleh anggota MSG,” tegas Waromi. (Baca: Ini Hasil Simposium di Vanuatu; Tiga Faksi Besar Bersatu di Badan Nasional ULMWP).

 

Sekedar diketahui, ULMWP merupakan badan koordinasi nasional yang terdiri dari tiga kelompok utama perlawanan di Papua Barat, yaitu Negara Republik Federal Papua (NRFPB), Parlemen Nasional West Papua (PNWP), dan West Papua National Coaliton for Liberation (WPNCL).

 

OKTOVIANUS POGAU

Terkini

Populer Minggu Ini:

Forum Peduli Demokrasi Kabupaten Yahukimo Desak Pemilu di Dekai Diulang

0
“Beberapa poin kami sudah serahkan kepada Bawaslu. Kami disarankan untuk lengkapi beberapa dokumen. Jadi, dokumen itu kami sudah siap dan akan antar ke Bawalu untuk ditindaklanjuti,” jelas Eklon Amohoso.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.