Musalah di Tolikara Dibangun Diatas Tanah GIDI dan Tak Memiliki IMB

0
863

Kamis 2015-07-29 23:41:16

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Presiden Gereja Injili di Indonesia (GIDI), Pdt. Dorman Wandikmbo menegaskan, tanah yang digunakan umat Muslim untuk membangun Musalah di Distrik Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua, merupakan tanah milik GIDI.

“Sejak 30 tahun lalu GIDI serahkan tanah itu untuk dibangun Musalah, jadi tanah itu bukan dibeli warga Muslim, bahkan tidak ada Ijin Mendirikan Bangunan (IMB), kami hanya meminjamkan saja untuk dirikan Musalah,” kata Wandikmbo, kepada suarapapua.com, Rabu (29/7/2015).

 

Menurut Dorman, jika berbicara tentang toleransi antar umat beragama di Indonesia, maka umat Kristiani di wilayah pegunungan tengah Papua, termasuk di Tolikara sangat sangat baik.

 

“Peristiwa pembakaran kios yang merembet dan terbakarnya Musalah beberapa waktu lalu hanya karena miskomunikasi yang jelek, kami semua sangat menyesalkan kejadian itu, dan sekarang kita sudah berdamai, dan kembali hidup berdampingan,” tutur Dorman.

 

Dikatakan, ia juga menyesalkan tindakan aparat Kepolisian Daerah (Polda) Papua yang terburu-buru menetapkan dua tersangka pembakaran kios warga, sedangkan pelaku penembakan 12 pemuda GIDI tidak diusut sama sekali.

 

“Sebaiknya Polisi tidak main tetapkan tersang sembarangan, kok hanya pemuda GIDI yang dijadikan tersangka, dan bagaimana dengan pelaku penembakan 12 pemuda GIDI, apalagi satu orang sudah meninggal dunia,” tanya Dorman.

 

Dalam waktu dekat, lanjut Dorman, penyidik Polda Papua juga akan memanggil dirinya bersama panitia kegiataan seminar tingkal lokal. Yang dikhawatirkan justru akan menimbulkan dampak yang buruk di tingkat masyarakat akar rumput.

 

“Ustadz Ali Muktar di Karubaga, dan Koordinator GIDI Wilayah Tolikara Pdt. Nayus Wenda sudah berdamai, dan ingin hidup berdampingan, jangan sampai pemanggilan dan dijadikan tersangka justru merusak perdamaiaan yang sudah dibangun,” tegasnya.

 

Terkait penembakan 12 warga pemuda GIDI, menurut Dorman, saat kejadian hanya aparat TNI dan Polri yang memiliki persenjataan, karena itu diragukan kalau dilakukan masyarakat.

 

“Di Tolikara tidak ada OPM, jangan giring-giring kambing hitamkan OPM. Pelakunya semua masyarakat sudah lihat, yakni, aparat TNI dan Polri, sekarang berani kah tidak pertanggung jawabkan perbuatan itu,” tegas Dorman.

 

OKTOVIANUS POGAU