ArsipPater Wisnu Agung MSC Lantik Ketua DPC PMKRI Jayapura

Pater Wisnu Agung MSC Lantik Ketua DPC PMKRI Jayapura

Kamis 2014-11-06 21:58:15

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia, (DPC-PMKRI), Cabang Jayapura, Papua, "Sanctus" Efrem Periode 2014-2016, dilantik oleh Pastor Wisnu Agung MSC, mewakili Uskup Jayapura, pada Kamis (6/11/2014).

Dengan mengangkat tema, "Jangan katakan, aku ini masih mudah, tetapi katakan kepada siapa aku diutus, haruslah aku pergi", acara pelantikan berjalan penuh hikmah.

 

Pater Wisnu Agung MSC, berpesan agar anggota maupun pengurus yang dilantik agar menjalankan tanggung jawab dengan baik sesuai tupoksi masing-masing dalam satu keluarga besar PMKRI.

"Menjadi satu himpunan Mahasiswa Katolik yang benar-benar katolik baik di lingkungan kampus dan masyarakat setempat. Menjunjumg tinggi nilai keagamaan, kebersamaan untuk membangun manusia Katolik yang berkualitas," kata Pater Wisnu.

Sambutan Ketua presidium terpilih DPC PMKRI, Simon Petrus Bame, mengatakan, harapan bersama untuk berjuang dan bertindak terhadap kaum miskin dan tertindas.

"Menjadikan PMKRI sebagai wadah yang membentuk kader-kader pemimpin yang mampu bekerja dengan utusan dan tanggung jawab yang dipercayakan kepada kami untuk Tanah Papua tercinta ini."

Simon Pertus Bame mengatakan, ketua dan struktur pengurus PMKRI cabang Jayapura membutuhkan dukungan dan kerja sama dari berbagai pihak, sehingga tugas dan tanggung jawab ini berjalan dengan baik kedepannya.

"Kami diutus dan dipilih oleh teman-teman agar kami dapat membawa organisasi PMKRI ini ke arah yang lebih baik," katanya.

Pembacaan Surat Keputusan (SK), mengukuhkan Simon Petrus Bame, sebagai ketua Presidium PMKRI Cabang Jayapura yang terpilih pada rapat sidang umum Musyawarah Besar (Mubes), di Aula Asrama Pegunungan Bintang, Waena, bulan lalu.

 

Editor : Oktovianus Pogau

AGUS PABIKA

Terkini

Populer Minggu Ini:

PNG Rentan Terhadap Peningkatan Pesat Kejahatan Transnasional

0
“Karena lokasinya, PNG berfungsi sebagai titik transit penyelundupan senjata api, obat-obatan terlarang, perdagangan satwa liar, pembajakan laut, dan kejahatan transnasional lainnya melintasi perbatasan. Negara ini mempunyai resiko tinggi terhadap pergerakan orang dan barang yang tidak terkendali melalui darat dan laut, karena perbatasannya sebagian besar terbuka,” beber peneliti Julian Melpa.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.