ArsipFestival Bahari Teluk Tanah Merah Digelar

Festival Bahari Teluk Tanah Merah Digelar

Senin 2015-10-26 01:11:49

SENTANI, SUARAPAPUA.com — Satu lagi event pariwisata tahunan daerah digelar di Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, yakni Festival Bahari Teluk Tanah Merah yang mengambil lokasi kegiatan di pantai Kampung Tablanusu, Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura.

Festival yang mengambil tema “Adat Kekuatanku, Laut Hiduku” ini digelar bersamaan dengan momen ulang tahun Kebangkitan Masyarakat Adat Kabupaten Jayapura yang kedua di bulan Oktober tahun ini.

 

Event ini juga merupakan yang pertama selain sejumlah event pariwisata yang sudah pernah digelar, seperti Festival Danau Sentani, Festival Lembah Baliem, Festival Budaya Asmat, Festival Teluk Humbold, dan Festival Biak Munara Wampasi.

 

Deputi Bidang Pengembangan dan Pemasaran Pariwisata Kementerian Pariwisata RI, Esthy Reko Astuty, saat memberi sambutan pembukaan, Sabtu (24/10/2015), mengatakan, event pariwisata ini digelar sebagai ajang promosi pariwisata maupun destinasi agar dapat dikunjungi masyarakat lokal, nasional dan internasional.

 

“Diharapkan event ini juga dapat mendukung pembangunan industri pariwisata dan ekonomi masyarakat lokal, terutama mereka yang bermukim di lokasi yang menyimpan nilai pariwisata dan keunikan budaya yang tinggi,” ujarnya.

 

Dari data yang ada, kata Esty, kunjungan wisatawan nasional maupun manca-negara ke Provinsi Papua pada tahun 2015 menurun dibanding tahun 2012.

 

Dimana dari sekitar 7500 wisatawan manca negara turun menjadi 5500 wisatawan di tahun 2015. Sementara dari data wisata manca-negara secara nasional berdasarkan provinsi di tahun 2012 yang angkanya hampir mencapai 1 juta di tahun 2012, turun menjadi hanya sekitar 800 ribu di tahun 2015.

 

Mencermati kecenderungan penurunan jumlah kunjungan wisata manca-negara, menurut Esthy, pemerintah daerah perlu giat mengembangkan dan mempromosikan sejumlah potensi pariwisata unggulan dan keunikan budaya yang ada.

 

Upaya ini dapat dilakukan dengan mengajak masyarakat lokal dan sejumlah pihak bersama-sama menjaga objek wisata yang ada, melestarikan lingkungan dan budaya, pengembangan budaya serta peningkatan kreatifitas lokal yang dapat mendukung pembangunan industri pariwisata.

 

Dalam sambutan mewakili Gubernur Papua, Sekretaris Daerah Provinsi Papua, Drs. TEA Herry Dosinaen, mengatakan, Pemerintah Provinsi Papua sejauh ini telah berusaha untuk mengembangkan dan mempromosikan sejumlah potensi pariwisata, budaya dan alam di daerah ini agar dikenal secara internasional.

 

“Hal ini dilakukan sebagai upaya mengangkat kembali segala potensi yang dimiliki orang Papua, namun selama ini terabaikan karena berbagai kepentingan,” ungkapnya.

 

Terkait digelarnya Festival Bahari Teluk Tanah Merah di Kabupaten Jayapura, menurut Dosinaen, hal ini menunjukan bahwa eksistensi dan kearifan masyarakat adat bersama segala potensinya telah dibangkitkan kembali.

 

“Kami ingin menyampaikan kepada Indonesia dan dunia bahwa Papua adalah tanah yang damai dan tanah yang indah, sehingga patut dikunjungi,” cetus Sekda Papua yang pandai bertutur bahasa Sentani dan sejumlah bahasa lokal Papua ini.

Sementara itu, Bupati Jayapura, Mathias Awaitouw, dalam sambutannya mengatakan, pemerintah daerah selama beberapa tahun belakangan telah serius mengembangkan potensi pariwisata yang ada di daerahnya.

 

Menurutnya, tanah Papua selain memiliki keindahan alam dan potensi bahari, juga memiliki keunikan budaya, kreativitas seni kerajinan, kuliner dan lain-lain.

 

“Hal inilah yang perlu dikembangkan dan dipromosikan secara luas ke seantero dunia. Sebab sumber daya alam akan habis jika dikeruk terus menerus, tetapi potensi wisata dan kebudayaan akan menjadi pegangan terus menerus,” kata Awaitouw.

 

Dalam laporannya, Ketua Panitia Festival Bahari Teluk Tanah Merah, Krist Tokoro, menjelaskan bahwa kegiatan ini akan berlangsung selama 3 hari.

 

Mulai dibuka sejak tanggal 24-26 Oktober 2015 dan akan menampilkan rangkaian kegiatan utama seperti atraksi budaya dan kebaharian, perlombaan, pameran kerajinan dan kuliner, dan tur wisata keliling Teluk Tanah Merah.

 

Tidak hanya itu, panitia juga mengundang kelompok para layang asal Yogyakarta yang turut menampilkan atraksi para layang di atas perairan Teluk Tanah Merah dan pantai Tablanusu.

 

Dari pantauan lapangan, atraksi para layang ini sempat mendapat perhatian dan antusias dari para pengunjung yang memadati pantai Tablanusu di hari pertama.

 

Dalam festival ini juga ditandai penetapan 4 kampung adat yang disaksikan oleh 9 perwakilan Dewan Adat Suku (DAS) di Teluk Tanah Merah, beserta pembacaan deklarasi pengukuhan Bupati Mathias Awaitouw sebagai tokoh kebangkitan masyarakat adat di Kabupaten Jayapura.

 

Empat kampung adat yang ditetapkan, antara lain Itakiwa, Neheibe, Bunru dan kampung Ketemu beserta kepala pemerintahan adatnya masing-masing.

Penetapan kampung adat tersebut didasarkan atas keaslian dan eksistensi masyarakat adat yang telah ada turun temurun. Kampung adat yang ditetapkan ini akan dikelola berdasarkan tradisi dan hukum adat serta kekhususannya yang juga telah diakui oleh undang-undang.

 

Editor: Oktovianus Pogau

 

JULIAN HOWAY

Terkini

Populer Minggu Ini:

Heboh! Banyak Bangkai Babi di Mimika Dibuang ke Aliran Sungai

0
“Kami temukan empat ekor babi mati dibuang di kali pindah-pindah. Terus, di tempat lain juga ada dua bangkai babi. Orang buang sembarang karena mungkin tidak ada lahan untuk kuburkan,” katanya.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.