ArsipFebruari 2015 Pelayanan e-KTP Akan Dilangsungkan di Wamena

Februari 2015 Pelayanan e-KTP Akan Dilangsungkan di Wamena

Kamis 2015-01-22 01:44:00

WAMENA, SUARAPAPUA.com — Guna mempermudah warga masyarakat Jayawijaya untuk merekam KTP Elektronik atau e-KTP, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Jayawijaya akan buka pusat perekaman e-KTP di RSUD Wamena, pada Februari 2015 mendatang.

Hal tersebut disampaikan Drs. Didrex Aronggear, Kepada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Jayawijaya, kepada wartawan diruang kerjanya, Kamis (22/1/2015) siang.

 

Dikatakan, selain mempermudah, hal itu juga dilakukan guna menyadarkan masyarakat untuk mau melakukan perekaman e-KTP, sebab hingga tahun 2015 yang berminat melakukan perekaman e-KTP kurang dari yang diharapkan.

 

“Prosedurnya, jika ada warga masyarakat yang mau urus BPJS, akan ditanya e-KTP. Jika tidak ada terlebih dahulu merekam e-KTP. Hal ini kami lakukan supaya masyarakat yang selama ini tidak mau merekam e-KTP bisa merekamnya. Ini bagian dari jemput bola,” kata Didrex.

 

Selain di RSUD, pihaknya juga akan membuka pusat e-KTP di Kantor Bupati dan Dinas Perindakop Jayawijaya.

 

“Prosedurnya semua sama, untuk kantor bupati, jika mau ketemu Bupati harus tunjukan e-KTP, sedangkan di Dinas Perindakop, jika mau mengambil kupon bensin harus menunjukan e-KTP,” ujarnya.

 

Jika ditanya terkait biaya, kata Didrex, sejak 2013 lalu hingga saat ini (2015) tidak diberlakukan biaya berdasarkan UU 24 tahun 2013.

 

“Jadi pengurusan e-KTP maupun akte semuanya gratis berdasarkan UU 24 tahun 2013 itu,” terangnya.

 

Editor: Oktovianus Pogau

 

ELISA SEKENYAP

Terkini

Populer Minggu Ini:

MRP-PP Minta Penyelenggara Pemilu Berkomitmen Dukung Caleg Putra Daerah

0
"Karena itu, saya berharap buat komitmen dan berikan suara rakyat itu kepada yang punya komitmen untuk membangun Papua Pegunungan, meletakkan fondasi pembangunan. Bukan membeli jabatan untuk kepentingan pribadi dan kelompok tertentu," ungkapnya.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.