ArsipBupati Yalimo Hadiri Pemakaman Jenazah Korban Penembakan Aparat

Bupati Yalimo Hadiri Pemakaman Jenazah Korban Penembakan Aparat

Sabtu 2014-07-05 13:22:45

PAPUAN, Jayapura — Demi Kepno (28), salah satu warga sipil yang mengalami luka tembak peluru aparat keamanan, saat terjadinya insiden di Pasar Youtefa, 2 Juli 2014 lalu, dimakamkan siang tadi di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanah Hitam, Kamkey, Jayapura, Papua.

Bupati Kabupaten Yalimo, Drs. ER. Dabi, juga terlihat hadir untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum yang berasal dari Kabupaten Yalimo.

Selaku keluarga korban, Pdt. Tera Kepno mengatakan, kematian korban sangat tidak wajar dan tidak manusiawi.

 

“Dari keterangan pacarnya yang berinisial HS, korban dibawah dengan mengunakan mobil jenis Toyota Avanza ke arah Pos Polisi Yanmor, Tanah Hitam, kemudian dianiaya hingga tewas, dan tertembak dibagian perut,” kata Tera.

 

Lanjut Tera, keesokan harinya, keluarga bersama kerabata korban mendapat informasi bahwa Demi Kepno sedang berada di Rumah Sakit Bhayangkara.

 

“Setelah keluarga mengecek kesana, ternyata betul, almarhun sedang berada disana dengan kondisi yang tidak bernyawa,” jelas Tera sambil menitikan air mata.

 

Ketua Majelis Permusyawaratan Mahasiwa (MPM) Uncen, Leo Himan menuturkan, mahasiswa dan kelurga mengutuk tindakan biadab yang dilakukan aparat kepolisian.

 

“Kami keluarga sangat tidak terima dengan terjadinya peristiwa ini. Ini kematian yang sangat tidak wajar, karena dibunuh beberapa jam setelah peristiwa di pasar Youtefa,” tegas Leo.

 

Menurut Leo, keluarga sudah mempertanyakan kronologis kematian yang bersangkutan ke pihak rumah sakit, namun hal itu tidak dipenuhi oleh pihak rumah sakit.

 

“Kami ingin tahu siapa yang mengantar korban sampai dirumah sakit, kemudian jumlahnya berapa orang, ciri-ciri seperti apa, atau kendaraan yang digunakan seperti apa, namun sampai saat ini tidak ada kejelasan,” tegas Leo.

 

Merujut pada informasi pertama yang didapatkan dari pacar korban, lanjut Leo, almarhum dibawah ke Pos Polisi Yanmor tanah hitam untuk di interogasi, dan kemudian hilang jejak hingga meninggal dunia.

 

Sementara itu, Ketua Advokasi Lembaga Bantuan Hukum dan HAM Papua, Yenius Yare menuturkan, masyarakat sipil selalu menjadi korban pelampiasan amarah aparat Kepolisian.

 

“Kami membaca di sebuah media lokal, bahwa pelaku yang di interogasi di Pos Yanmor berusaha melarikan diri, kemudian dikejar dan ditangkap, tetapi karena melakukan perlawanan dan berusaha melarikan diri, sehingga ditembak dan mengenai bagian tubuh korban. Mungkin yang dimaksud adalah almarhum,” tegas Yare.

 

Dengan peristiwa ini, Yare meminta kepada pihak kepolisian untuk segera bertanggung jawab dan melakukan pemeriksaan, serta mengusut tuntas persolan tersebut karena keluarga sangat terpukul dengan peristiwa tersebut.

 

“Kami membantah korban terlibat dalam kasus atau peristiwa pasar Youtefa kemarin, karena saat peristiwa itu terjadi, dia tinggal bersama dengan kami di rumah, jadi sangat tidak mungkin dia terlibat,” tegasnya.

 

Keluarga korban juga berharap Pemerintah Provinsi Papua, Majelis Rakyat Papua (MRP), dan Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) untuk bisa mengambil langkah-langkah kongkrit untuk mengatasi persolan-persoalan yang terjadi di kota Jayapura selama ini.

 

Pantauan suarapapua.com, ratusan keluarga dan kerabat korban terus berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Kepno sebelum dilakukan acara penguburan.

 

AGUS PABIKA

Terkini

Populer Minggu Ini:

Pemerintah Fiji Mempertahankan Pendiriannya Dalam Masalah Israel-Palestina di ICJ

0
Fiji prihatin bahwa kasus saat ini menjadi preseden bagi konflik-konflik lain yang sedang berlangsung yang mungkin akan diajukan ke Mahkamah, sehingga merusak integritas Mahkamah, demikian pernyataan tersebut.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.